Pages

Sunday, 12 June 2016

Cycling Movie: To The Fore

Sudah agak lama teman-teman di forum sepeda cycling-id.com membicarakan film ini, namun baru beberapa waktu yang lalu saya iseng menontonnya. Pada awalnya saya tidak berharap banyak dengan film ini, saya pikir paling seperti Premium Rush saja.

Ternyata To The Fore menyajikan hal yang berbeda.


To The Fore menyajikan drama yang cukup menyentuh (buat saya) dengan berbalut kehidupan atlet di dunia balap sepeda roadbike. Berawal dari nothing, para pemeran perlahan-lahan mengejar mimpinya untuk menjadi something. Tekanan lingkungan, ego dan kepribadian dari setiap tokoh membuat mereka mengalami masalah saat berusaha dan sudah menjadi something.

Egoisme dan ketidakmatangan pribadi menuntun satu tokoh dari something to be nothing again. Berkelahi dengan satu tim dan di-banned dari dunia racing selama 9 bulan. Tokoh lainnya doping agar menjadi yang terdepan, dan berakhir dengan heart attack serta gelar juaranya dicabut. Sementara dua tokoh tersebut mempunyai masalahnya masing-masing, tokoh wanita mengalami cedera saat bertanding dan harus menerima kenyataan tidak bisa berkompetisi sepeda lagi.


Sampai disini, To The Fore berhasil membuat saya terharu. Terharu dengan masalah-masalah yang dihadapi dari setiap tokoh. Saat mereka sudah berhasil, ternyata tuhan punya agenda lain. Bagai roda yang berputar, sesaat mereka berputar menuju puncak, dan setelah sampai diatas, mereka kembali berputar menuju titik terbawah.

Perlahan-lahan, setiap tokoh yang sudah jatuh, menemukan kembali jalannya untuk bangkit. Tokoh wanita yang cedera berat, menemukan kembali semangatnya dan beralih menekuni olahraga dayung sebagai ganti bersepeda. Tokoh utama menemukan kembali semangatnya dan berlatih untuk mengejar mimpinya menjadi juara dunia. Bagaimana dengan pecundang yang doping? Tokoh tersebut keluar dari dunia judi sepeda, mengakui kesalahannya dan tidak lagi terpengaruh dengan apa yang lingkungan katakan.


Film ini diakhiri dengan scene yang menunjukkan kerjasama dari dua tokoh dan kematangan pribadi. Akhir kata, tidak ada ruginya jika anda menonton film To The Fore, anda akan menemukan pelajaran pantang menyerah, beradaptasi dengan lingkungan dan kerjasama di dalamnya.

"mimpi tidak pernah hilang, kecuali jika kau menghilangkannya." To The Fore


Ride On! 

No comments: