Friday, 29 April 2016

Cross Training: Walk

Sometimes, i feel bored doing routine activity like how i deal with that? Should i stop exercise and smell the coffee? For me, cross training its the answer. I do run and walk for cross training. Here's why you should try walk. :)

Walking is a great way to build base fitness before progressing to running or other sports. You can walk anywhere, at any time. Commuters will often break up their journey to work with walking; early-morning walkers find it helps them focus for the day; home workers love the social and fitness aspects that walking with a group provides; and walking your dog means you both get fresh air and exercise.

Mental benefits

Walking is a natural, repetitive, rhythmical action that is relaxing and allows you to clear the mind and connect with your surroundings. Being outdoors will boost your mood and improve energy levels. “Many chronic conditions are compounded by inactivity, yet being active can exacerbate certain conditions if too extreme, which is why walking is recommended,” says Gill. “Walking relieves pressure on lower joints, are essential ways to introduce safe, structured exercise programmes that can provide help with skeletal, breathing, balance and cardiovascular conditions.”

How to get started

“I always advise initially joining a group or encouraging a friend to walk with you as this helps with motivation,” suggests Gill. “In terms of kit, think comfort and wind/water proof (in winter) and concentrate on staying warm and dry. Select layers that are lightweight but breathable so you can add and remove when needed. For long country walks, select a comfortable backpack or waist bag for essentials. If walking for over an hour, take a water bottle. Never go without a mobile phone and tell somebody where you are going if you venture out on your own,” says Gill.

 Walk properly – expert tips

Running’s Sarah Russell says: “It’s all about posture – and having good range of movement and hip flexor mobility is important when it comes to walking actively and with good posture. Regular hip flexor release is key – as it ensures you can engage your glutes and walk with purpose. Imagine you’ve got a balloon on the top of your head lifting you up.”

Gill Stewart (programme director of Nordic Walking UK) says: “Walking involves a different foot strike from running and encourages better posture and a natural shoulder swing. By opening the rib cage and pulling the shoulders back, this postural improvement also encourages deeper effective breathing and better use of the upper body muscles. The hunched upper body posture of runners can cause problems in later life.”

Resumed and edited from Running magazine, June/2016

Thursday, 28 April 2016

Hexlox, Keep Your Bicycle Parts Stays That Way

Saat sedang membaca majalah sepeda untuk mencari bahan artikel di blog, ada 1 artikel yang menarik perhatian saya. Artikel tersebut membahas tentang Hexlox, security key untuk digunakan di hex bolt yang umum digunakan pada parts sepeda. 

Sepeda modern saat ini umumnya menggunakan hex bolts untuk assembly, nah..bagaimana caranya mencegah orang lain untuk tidak membuka hex bolts ini dengan allen tools saat sepeda kita tinggalkan di parkiran?

Ide dasarnya sederhana, kita bisa mengamankan frame dan wheelset sepeda saat diparkir, tapi bagaimana dengan parts lainnya? Seperti saddle, handlebar dll. Tidak mungkin kan kita copot semua parts dan assembly kembali saat mau menggunakan sepeda? Hahahaha.

Hexlox mengisi ruang pada hex bolts dengan security key khusus dan hanya bisa dibuka dengan kunci khusus pula. Di situsnya, Hexlox memiliki nomer identifikasi kunci yang berbeda untuk setiap Hexlox yang terjual. 

Saya belum tahu dasar penomoran ini seperti apa, dari informasi yang ada di webs, Hexlox ini hanya bisa bekerja dengan steel hex bolts, karena prinsip kerjanya menggunakan magnet untuk membuat Hexlox stay still di dalam hex bolts.

Dengan bobot dibawah 2g untuk setiap Hexlox, anti rust protection dan secure number id, nampaknya Hexlox layak untuk dipertimbangkan sebagai kunci tambahan untuk mengamankan sepeda anda.

Saat ini Hexlox masih mengumpulkan dana via, mari kita tunggu bersama retail versionnya beredar. Semoga saya punya kesempatan untuk mendapatkan samplenya. 


Ride On!

Wednesday, 27 April 2016

Titanium Fact on Bicycle

titanium tubing
1. Pure titanium is relatively soft, so aluminium and vanadium are added to increase strength but retain workability. Add more aluminium and youll increase the strength and stiffness but reduce ductility, so you can get cracking. Adding more vanadium increases ductility but reduces stiffness, so it’s a balancing act. –Dr. Martin Jackson, University of Sheffield.

2. Titanium has a far greater ability to bend witout breaking, elongating by up to 25% compared to around 15% for steel and 8% for aluminium.

3. 50% of the overall cost of titanium is attributable to getting it out of the ground and into a form where it can be cast into the solid ingots that are extruded into tubes.

4. The steel industry makes more steel in an hour than the titanium industry does in a year.

Resumed from Cyclist magazine 5/2016, "Life of Ti"

Ride On!

Tuesday, 26 April 2016

Steep and Slack

Mungkin readers beberapa kali membaca deskripsi pada frame sepeda "steep or slack head angles" What it is and why that things its one of many factor you've must consider before buy?

Dalam bahasa sederhana "Steep" dan "Slack" merupakan istilah yang menunjukkan derajat head tube pada frame sepeda. Angle netral pada frame sepeda berkisar antara 67-68 derajat. "Steep" artinya head tube angle lebih besar dari 68 derajat, "Slack" artinya head tube angle lebih kecil dari 67 derajat.

So, apa yang penting dari hal itu?

Head tube angle adalah salah satu hal dalam geometri frame yang mempengaruhi handling dan karakteristik saat sudah dirakit menjadi sepeda. Steep head angle akan membuat handling dan karakter sepeda menjadi "twitchy". Fast, agressive, little bit unstable mungkin merupakan gambaran yang tepat untuk frame dengan steep head angle. Steep head angle bisa anda temukan pada sepeda XC dan road, terutama frame yang dibuat khusus untuk climbing.

XC bike

Sedangkan "Slack" head angle akan membuat handling dan karakter sepeda menjadi "predictable". Good at rough surface, and very stable mungkin merupakan gambaran yang tepat untuk frame dengan slack head angle. Slack head angle bisa anda temukan pada sepeda yang gravity minded, seperti FR atau DH atau sepeda untuk touring.

DH bike

Stay tune and Ride On!

Monday, 25 April 2016

Sponsored: 1st Look Zubits, Magnetic Shoe Closure


Paket yang ditunggu datang juga..

Introducing to you..Zubits Magnetic Shoe Closure

Zubits itu apa sih? Secara sederhana, Zubits merupakan tool untuk membantu anda yang tidak mau ribet dalam mengikat tali sepatu. Just step in, snap and go! 

Zubits membagi produknya menjadi 3 ukuran, dari mulai size 1 untuk anak-anak/low activity sampai dengan size 3 untuk dewasa/high activity. Apa yang membedakan size 1, 2, dan 3? Dari pengamatan awal terlihat jelas dimensinya yang berbeda, selain itu daya tarik magnetnya juga terasa berbeda. 

Ok, sekarang kita lanjutkan dengan melihat-lihat Zubits dari dekat. Saya mendapatkan sample Zubits size 2 dan 3, size 2 berwarna putih dan size 3 berwarna abu-abu. Secara bentuk terlihat presisi, finishingnya pun flawless.

Setelah puas melihat-lihat, kita lanjut ke instalasi Zubits di sepatu. Sementara ini, Zubits size 2 dulu yang akan saya pasang dan uji coba untuk dipakai jalan, jogging dan tentu saja....bersepeda.

Dengan panduan pemasangan dari webs, instalasi Zubits mudah sekali. Tidak sampai 5 menit Zubits sudah terpasang dengan rapi di sepatu saya. Coba pakai sepatu, adjust kekencangan tali and done!. Tali sepatu sengaja tidak saya potong, jaga-jaga saja if shit happens, Hehehehehe.

Impresi awal, Zubits had a flawless finishing, easy installation and looked cool in my running shoes :D. 

Nantikan review Zubits pada artikel selanjutnya.

Stay Tune!

Sunday, 24 April 2016

Cyclist Story Go Running!

Since i moved on from my old company, i doesn't had a chance to bike to work until now. I'm still search the way to put my laptop and clothes in a safe place at office. So i'm little bit stuck here. Fortunately, my new company provide a fitness tools in office. Looks the picture below.

Sure its not complete like a fitness center, but the treadmill its good enough to cross train :D. So yeah, i'll go start running from now, hope running make myself fitter and lean than before. thing before this article end, maybe you can start see running articles here from now. :D

Lean and mean, see ya.

Tuesday, 19 April 2016

Sponsored Review


Salah satu tujuan saya blogging adalah berbagi knowledge kepada readers. Saya selalu mereview produk atau layanan yang saya beli/bayar dengan dana pribadi. Pro and cons juga saya tulis apa adanya, if it good i wrote good, if it bad i wrote bad too.

Dalam perjalanan blog ini, ternyata ada pihak-pihak yang tertarik untuk bekerja sama. Mereka butuh review sebagai masukan, saya pun bisa mendapatkan knowledge baru yang dapat saya bagikan untuk readers. 

So, starting from now, you will see "Sponsored Review Articles".

Walaupun artikel sponsor, pro and cons juga akan saya tulis apa adanya, if it good i wrote good, if it bad i write bad too. Fair enough right?

So take a seat and sip some coffee before start reading.

See ya.

Monday, 18 April 2016

Cervelo S5 Aero Bar, When Aero Bars Can Use With Ordinary Stem

Update yang dilakukan Cervelo pada S5 2016 membawa perubahan yang cukup signifikan. Salah satunya adalah penggunaan aero drop bar yang compliance dengan regular stem. 

Beberapa tahun terakhir, aero drop bar yang diciptakan rata-rata terdiri dari one piece bar with stem. Selain harganya yang mahal, konsep itu juga membawa 1 kelemahan, when you broke your stem/bar you must change to whole cockpit.

Cervelo melakukan pendekatan yang berbeda dengan konsep "aero". Saat pabrikan lain berusaha mendesain aero bike dengan special parts atau penempatan parts yang menyusahkan mekanik, Cervelo berusaha untuk menggunakan ordinary parts seoptimal mungkin.

‘We’ve always sought to make the bike fit standard components,’ ---Phil Spearman, product manager at Cervélo.

So, whats the different between Cervelo aero bar dengan aero bar pabrikan lainnya?

Cervélo’s aero bar is different to most. Usually an aero bar will have a wing shape that, viewed from above, lies behind the centre line of the bar, but Cervélo has pushed the aerofoil forward. ‘The reason is that if you pull that aerofoil shape behind the bar then it means that when you sit in the drops and sprint you hit your wrists,’---Phil Spearman, product manager at Cervélo.

Bagi saya, saya sangat mengapresiasi pendekatan design yang digunakan oleh Cervelo. Saya kurang suka dengan sepeda/apapun yang menggunakan special parts, karena akan membatasi pilihan dan biasanya membutuhkan biaya yang besar untuk replacement parts maupun special tools-nya.

So, if you wanna your bike more aero without bang your wallet too deep, Cervelo S5 aero bar its the one you must consider.

Have fun

Ride bike, not the price

Sunday, 17 April 2016

Versatile Bikes: Marin Muirwoods 29" (2016)

Beauty? Its not, a bit weird look? Err...IMO, yes. Its had a unusual look. Dengan geometri tegak ala MTB dan chunky tyre, Marin Muirwoods 29" siap diajak bersenang-senang di jalanan. Sure its not as fast like a roadbike, but it will bring more fun to you, who had a "hooligans" soul. :D

Menggunakan 4130 chromoly double butted tubing untuk frame dan fork, it means this bike ready to abuse. Bunny hop, waving between cars and speeding on a rough street its a agenda with Marin Muirwoods 29". Warna stealth semakin menambahkan kesan sepeda yang "tough".

Dari segi mechanical drivetrain memang tidak ada yang istimewa. Menggunakan drivetrain campuran antara SR Suntour Triple Crank dan Shimano Alivio 9sp, tentu sudah cukup untuk city bike. Sektor rem yang menggunakan hydraulics disc brake semakin membuat sepeda ini "fun" untuk speeding or little bit stunt ride.

Beralih dari sisi hooligans, Marin Muirwoods 29" memiliki fitur-fitur pendukung untuk long ride. 2 pasang eyelet untuk bottle cage, eyelet untuk rak depan dan belakang serta mounting untuk fender bisa merubah Marin Muirwoods 29" menjadi work horse yang efisien.

Pro's and Con's


1. Ready to be abuse
2. Can turn to be a "work horse"
3. Stealth look


1. Weight is an issue here
2. Monochrome black it not an everybody color fav
3. Rigid its means a brrrrrrrrrrrr....

Info: marinbikes


Friday, 15 April 2016

Versatile Bikes: Marin Lombard (2016)

Masih dalam posting seri versatile bikes, kali ini mata saya terpaku pada sosok dari Marin Lombard. Its a sleek and simply with long haul features. First we talk about the frame, Marin Lombard had a eyelet for 2 bottle holder, fender, side stand dan rack mount (front and rear). Haulin lot of stuff its not a problem with that. 

Mengikuti tren dan teknologi terkini, Marin Lombard dilengkapi dengan disc brake mekanik dari Tektro, Gruspset Shimano Sora STI 3x9 Speed menawarkan rasio gearing yang sangat luas, dari mulai 30/32t sampai dengan 50/11t, its more than enough gearing to conquer a hills and flat roads, as long as you have a power :D

Beralih ke sektor wheelset, Marin Lombard dibekali wheelset yang siap menahan bobot anda dan barang bawaan anda. 32 spoke dengan ban 700x35, compromise between durability and comfort. One thing to consider, Marin Lombard come with aluminium alloy fork, you can change that fork with carbon fork to add more comfort.

Dengan harga $989, Marin Lombard menawarkan paket sepeda commuting/tour yang cukup menggoda.

Info: Marin

Ride On!

Friday, 8 April 2016

Versatile Bikes: Specialized Diverge Sport A1 (2016)

Road disc its come! Spez comes with Diverge Sport A1 for you, who want a fast and comfy bike for commuting. Grupset Shimano Sora STI 2x9 Speed dengan rasio 50-34 dan sprocket 11-32 menawarkan rasio gearing yang luas dan sudah lebih dari cukup untuk commuting di perkotaan. 

You cant go wrong and pain with Alluminium alloy frame with endurance geometry, carbon fork, Zertz inside, skinny seatpost and 700x30 tyres. Those all features means comfy ride. Ah i forgot, thats frame was compatible with fender too.

Bagaimana dengan compatibilitas parts? Sepeda untuk commuting tentu saja perlu parts yang durable dan mudah dicari penggantinya, sepeda commuting tidak butuh parts eksotis yang harus inden untuk mendapatkannya.

And yes! Spez Diverge Sport A1 masih menggunakan parts yang common. Mulai dari threaded BB shell, tappered head tube sampai disc brake pun masih menggunakan mekanik (which is mudah untuk di-setting dan repair di tengah jalan)

Pro's and con's


1. Buy if you need a fast bike for commuting

2. Your route was mixed of asphalt and few dirts


1. You must use a messenger or backpack to bring a stuff

2. $1150 price means you need a think carefully before spend it

Ride On!

Thursday, 7 April 2016

Shirt For Commuting, What It Should Be?

Pada artikel yang lalu, saya sudah sharing informasi mengenai sepatu yang sesuai untuk commuting (klik di sini). Sekarang, saya akan berbagi pengalaman menggunakan baju yang sesuai untuk bike commuting. Pada awal-awal mulai commuting menggunakan sepeda, baju yang saya gunakan masih pakai t-shirt biasa (berbahan cotton). Baju tersebut cukup nyaman digunakan, namun menimbulkan masalah bau dan terasa berat saat sudah basah kuyup terkena keringat.

Cotton T-Shirt
So, i think its not a proper clothes to wear

Setelah beberapa waktu menggunakan T-shirt cotton, saya mulai beralih menggunakan jersey khusus untuk sepeda. Mengenai performa dan kenyamanannya tidak perlu ditanyakan lagi, sudah pasti nyaman karena memang didesign untuk bersepeda, tapi mengenai penampilan? Hmm...ini yang menjadi masalah hahahahaha.

Cycling Jersey
Jika rute commuting anda hanya rumah-kantor mungkin tidak ada masalah menggunakan jersey sepeda, tapi bagaimana jika anda mau mampir ke toko atau nongkrong di kafe dulu? Saya rasa kurang proper juga menggunakan jersey sepeda untuk hal tersebut.

Football jersey
So? Jadinya pakai baju apa dong yang nyaman buat bersepeda tapi juga proper dipakai masuk toko atau cafe? Jawabannya untuk saat ini adalah jersey sepak bola! Hahahaha. Jersey sepak bola saat ini lazim digunakan sebagai baju casual, rata-rata dipadupadankan dengan jeans. Jadi dari segi penampilan, jersey sepak bola masih proper untuk ngafe/nge-mall. Kenyamanannya pun masih oke, keringat gampang terserap dan menguap. Bahannya bisa dibilang hampir sama dengan jersey sepeda, hanya cuttingnya saja yang berbeda.


1. Cotton T-shirt its a big NO to wear for bike commuting, its tend to be wet, heavy and smelly

2. Cycling jersey its ok if you just ride from home-office back to back

3. Football jersey its a good choice to you, who ride bike to almost anywhere, from home to office, cafe or mall

Ride On!

Monday, 4 April 2016

Versatile Bike Series

Masih berhubungan dengan commuting, posting dengan tag "versatile bike series" akan membahas sepeda-sepeda yang menurut penulis cocok untuk digunakan sebagai sarana commuting. Bukankah semua sepeda cocok untuk commuting? Hmm...pertanyaan itu sama seperti apakah semua motor/mobil cocok untuk commuting?

Jawabannya bisa iya bisa juga tidak.

Bagaimana rasanya commuting menggunakan Yamaha R1 atau Lamborghini Gallardo? Lebih nyaman mana dengan menggunakan Yamaha Vixion atau Toyota Avanza?


Mau pakai sepeda TT untuk commuting? Bisa saja. Nyaman atau tidak? Pasti tidak nyaman, apalagi kalau di Jakarta :D

Stay tune and Ride On!

Cycling Shoes For Commuting, Cleat or Non-Cleat? (part 2)

Pada artikel sebelumnya, saya sudah membahas plus-minus menggunakan cleat shoes untuk commuting. Now we talk about using a cycling-specific-shoes-without-cleat, alias sepatu sepeda tanpa cleat.

Beberapa produsen sudah mengeluarkan sepatu sepeda yang mantap digunakan berpasangan dengan flat pedal, namun jika dana menjadi masalah...sepatu biasa pun bisa anda gunakan. Berikut ini beberapa hal yang perlu anda perhatikan sebelum membeli regular shoes untuk bersepeda:

1. Sole must be flat!

2. Sole must be stiff enough, running shoes? Forget it

3. Shoes must be fit and tight

4. No boots

Salah satu model sepatu yang ideal untuk bersepeda

Now we talk why your shoes must have fit, tight and have a flat and stiff outer sole.

1. Efisiensi power transfer...sole yang lembek (seperti sol sepatu lari, basket dll.) akan menyerap energi yang anda salurkan dari kaki ke pedal

2. Sol sepatu yang tidak rata meyebabkan kurangnya grip dan (lagi-lagi) power transfer yang tidak maksimal

3. Sepatu model boots akan menyebabkan pergerakan ankle kaki terhambat

Nah...setelah membahas karakteristik sepatu yang cocok untuk bersepeda dengan flat pedal, saya akan berbagai pengalaman menggunakan sepatu flat untuk commuting:

1. Cocok untuk rute macet, anda bisa bebas jalan kaki maupun berhenti tanpa ribet clip-unclip

2. Harga dan model bervariasi, mulai dari Rp100.000 sampai jutaan

3. Mudah didapatkan di berbagai toko sepatu

But you must consider this:

1. Less eficiency power transfer (compared with cleat shoes)

2. Dalam kondisi basah, peluang kaki slip dari pedal saat spinning lebih tinggi dari pada menggunakan sepatu cleat

Salah satu sepatu bersepeda non-cleat

 Ride On!

Sunday, 3 April 2016

Cycling Shoes For Commuting, Cleat or Non-Cleat?

Now we talk about the right shoes for commuting. Sepatu untuk bersepeda saat ini terbagi menjadi 2 tipe, cleat dan non-cleat. Setiap tipe sepatu mempunyai kelebihan dan kekurangan, artikel ini akan membantu anda untuk memilih sepatu yang sesuai untuk kebutuhan commuting anda.

Lets talk about cleat shoes first. Secara sederhana, cleat akan "mengunci" sepatu anda ke pedal, sepatu dapat lepas dari pedal dengan cara men-twist kaki anda ke arah luar. Sepatu dengan sistem cleat mempunyai pasangan pedal clipless, pada beberapa tipe untuk urban...sepatu ini pun masih bisa digunakan berpasangan dengan flat pedal. 

Apa sih untungnya pakai sepatu cleat?

1. Efficiency power transfer from foot to pedal
2. Nice to know your foot still attached to pedal when spinning fast
3. Its a big assist to skid when use it in fixie

Bagaimana dengan kekurangan menggunakan sepatu cleat?

1. Its pricey! The price starts from Rp400.000 up
2. Need a time to adapted with that
3. Need a clipless pedals, in some can use a regular shoes with clipless pedals

Now, we talk about experienced used cleat shoes on daily ride.

1. Macet bukan kondisi yang bersahabat dengan cleat shoes, proses clip-unclip berulang kali sangat menyebalkan dan takes times!

2. Used a road cleat (with pair of road specific shoes) its a nightmare. You had "duck step" when try to walk with that.

3. Used MTB cleat its better than road cleat, you can walk around freely

4. When rain down and muds comes...its a little bit messy to clip-unclip

Friday, 1 April 2016

1st Look, Mavic Ksyrium Glove

Sudah lama saya menginginkan sarung tangan yang bisa dipakai dengan nyaman saat hujan-hujanan. Maklum, saya lebih banyak menggunakan roda dua, baik sepeda ataupun motor untuk commuting. Saat sedang hujan-hujanan, kadang hawa dingin terasa mengganggu, terasa di ujung jari tangan yang tidak terlindung oleh apapun. 

Tetap menggunakan sarung tangan reguler, malah berat  saat kondisi sudah basah, pegangannya juga tidak nyaman, cenderung slip. Mau tidak mau, sarung tangan waterproof masuk ke dalam wishlist.

Mavic Inferno
Setelah browsing, awalnya saya ingin membeli Mavic Inferno Glove, tapi karena tidak ada ukurannya di seller Indonesia, akhirnya coba beli Mavic Ksyrium Glove. Pabrikan tidak mengklaim Mavic Ksyrium Glove waterproof, namun karena menggunakan bahan thermal yang sama dengan Inferno, dan...menurut informasi bahan thermal tersebut 100% waterproof..akhirnya nekat beli juga, hahahahaha

Mavic Ksyrium
Setelah sampai di rumah, saya penasaran mau segera uji coba sarung tangan ini. Saya mengalami sedikit kesulitan saat menggunakan sarung tangan ini, karena cukup tebal, feel memegang benda jadi agak aneh. Setelah sukses menggunakannya di tangan, berlanjut ke sesi tes touchscreen di HP, fitur ini berjalan dengan baik, namun lagi-lagi, tebalnya sarung tangan ini sedikit mengganggu akurasi saat digunakan untuk memilih apps yang akan digunakan.

Berikutnya masuk ke sesi tes waterproof. Sederhana saja, sarung tangan ini saya gunakan dan saya diamkan di bawah guyuran shower selama 5 menit. Hmmm...tidak terasa ada air masuk kedalam sarung tangan, coba diputar-putar posisi tangan untuk simulasi saat riding pakai dropbar...nice! Tidak ada air yang masuk juga.

Impresi pertama positif dan cukup menyenangkan. Musim hujan sekarang sudah dimulai, kesempatan untuk menguji coba Mavic Ksyrium Glove terbuka lebar. Stay tune.

Keep Cycling