Pages

Thursday, 11 February 2016

Hardest Commuting Ever

Sabtu, 5 Desember 2015

Perjalanan pulang dari kantor ke rumah sangat menakjubkan! Semua dimulai dari terkejutnya saya melihat lensa kacamata yang patah jadi 2 saat akan digunakan. Crap...alamat riding lambat supaya mata tidak beresiko.


Selesai ganti baju dan packing sepeda, mulailah saya mengayuh. Beberapa kilometer kemudian...Byuurrrrrrrrrrrr.........Hujan turun dengan derasnya. Fine, segera menepi, keluarkan dan mengenakan rain gear. Perjalanan berikutnya terasa normal. Saya nikmati dinginnya hujan dan malam. 

Everything ok until.............

Kalimalang macet parah!!

Masih ditambah bonus lumpur akibat tanah yang berserakan diguyur oleh air hujan.

Huffttttttttt..........

Terpaksa menuntun sepeda mulai dari Lampiri sampai pertigaan ke arah Caman.....stay on the saddle bukan pilihan...pejalan kaki saja sudah susah jalan di Kalimalang.

Setelah masuk Caman, saya pikir penderitaan sudah berakhir....ternyata.........

Cklik...klikkk.,.krrrkkkk...shifting tidak berjalan dengan mulus. Sempat berhenti untuk memeriksa, namun karena gelap dan hujan, saya tidak bisa menemukan penyebabnya. So..lanjutkan perjalanan sambil ignoring bunyi-bunyi yang annoying dari drivetrain.

Dan........Cikunir macet toal juga!

Oh god, why you put me in this situation????

Tuntun sepeda lagi dari Cikunir sampai melewati Jatibening 2

Melewati Jatibening 2, kembali ke atas saddle dan mulia mengayuh dengan lemas...

Lemas karena kehujanan....lemas karena menuntun sepeda berkilo-kilometer.


Thats...my hardest commuting ever.

Keesokan harinya, saya melihat efek "perjuangan" Hemster melewati siksaan semalam.

WOW

Seperti habis offroad! Rantai pun langsung berkarat!!!



Tidak ada pilihan lain selain ambil ember dan mulai memandikan Hemster...

and the story goes......


Enjoy...

No comments: