Pages

Monday, 7 December 2015

Hasa F-1 With Dropbar

Setelah menggunakan stem extender, walaupun posisinya sudah menukik 10 derajat ternyata saya merasa handlebar masih terlalu tinggi. Karena handlepost yang digunakan oleh Hasa merupakan tipe fixed, saya harus putar otak lagi supaya riding positionnya jadi nyaman.

Terbersit ide untuk menggunakan dropbar pada Hasa F-1. Kebetulan parts pendukungnya sudah cukup lengkap, ada dropbar anatomic hibah dari Om Henky, dan bar end shifter 105 3x9 speed. Tinggal melengkapi outer, inner cable serta bartape.

Project ini sempat tertunda beberapa waktu, karena saya ragu saat melihat panjangnya inner shifter yang dibutuhkan. Di pasaran saat ini hanya tersedia inner shifter sepanjang 2,10 meter, sedangkan panjang inner shifter yang dibutuhkan untuk project ini tampaknya lebih dari itu. Coba googling, ternyata ada yang pakai inner cable untuk sepeda tandem. Glek.....terbayang susahnya cari inner shifter sepeda tandem di Indonesia...

Akhirnya coba konsul dengan Om Handoko dari www.cycling-id.com , karena beliau saya ketahui sering build sepeda, dan seli termasuk salah satu sepeda yang pernah dia bangun. Menurut Om Handoko, inner shifter 2,1m sudah cukup untuk seli 20”. Dengan perasaan sedikit ragu, akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan project ini.


Setelah semua material datang, dimulailah project pemasangan dropbar ke Hasa F-1. Kendala utama yang saya temukan adalah sulitnya memasang outer shifter di bagian seat stay Hasa F-1. Designer Hasa F-1 membuat jalur outer shifter berada di dalam seat stay, dan celakanya....lubang untuk outer shifter tersebut tidak dibuatkan jalur sendiri! Jadilah saya berkeringat dan wasted time “memancing” outer cable dari dalam seat stay selama 30 menit. Hufftt..


Setelah sukses “mancing” outer cable dari dalam seat stay Hasa-F1, berlanjut ke moment yang mendebarkan..yaitu memeriksa apakah innser shifter 2,1 M cukup untuk menjangkau RD. Alhamdulillah, ternyata panjangnya pas sekali! Hanya sisa 5cm! Hahahahaha.

Legaaa....project berlanjut dan akhirnya dapat diselesaikan. Setelah selesai setting RD, brake lever serta dropbar...waktunya test ride. Kesan pertama...masih kurang rendah. Reach ke brake lever terasa aneh dan kurang nyaman, lain halnya dengan tangan memegang bagian drop yang terasa sudah cukup nyaman.



Kenapa saya katakan sudah cukup nyaman? Karena saat tangan ada di drop, saya sulit menjangkau brake levernya. Saya dari dulu memang tidak cocok menggunakan dropbar dengan shape anatomic..mungkin karena jari yang saya miliki kurang panjang.

Overall...kesan pertama cukup baik...

Tunggu riding review-nya pada artikel selanjutnya



Happy cycling

Ride bike, not the price

No comments: