Pages

Tuesday, 8 December 2015

Game Review: Bike Unchained




Beberapa bulan lalu, game Bike Unchained dirilis di Play Store (and in iOS too). Dengan kapasitas data yang tidak terlalu besar, 3d cartoon look, game in sukses membuat saya kecanduan. Latar belakang game ini adalah race MTB (slopestyle, enduro dan downhill) untuk mencegah seorang pemilik modal menghancurkan trek MTB di suatu daerah. Team yang anda miliki harus memenangkan berbagai macam pertandingan di berbagai benua untuk mencegah orang tersebut menguasai lahan MTB favorit anda. Classic right?


Gameplay yang ditawarkan cukup fresh, anda akan bermain sebagai seorang atlet yang bertanding di berbagai disiplin race (slopestyle, enduro dan downhill). Sepeda, skill, experience, even gear yang anda gunakan bisa diupgrade menggunakan XP, obtanium dan parts hasil memenangkan pertandingan.

Setiap atlet yang anda mainkan pun punya spesialisasinya tersendiri, jadi jika anda menggunakan atlet dengan disiplin downhill untuk race enduro, maka akan sedikit sulit untuk mencapai target yang ditentukan.


Control yang digunakan juga cukup tricky, terutama control untuk melompat (harus swipe ke atas diujung bank/kicker). Kunci utama di game ini adalah menguasai pumping dan mix and max wheels, frames, drivetrains and forks.

Download dan rasakan sendiri serunya, tapi jangan sampai lupa sepedahan ya, hahahahaha.



Enjoy

Monday, 7 December 2015

Hasa F-1 With Dropbar

Setelah menggunakan stem extender, walaupun posisinya sudah menukik 10 derajat ternyata saya merasa handlebar masih terlalu tinggi. Karena handlepost yang digunakan oleh Hasa merupakan tipe fixed, saya harus putar otak lagi supaya riding positionnya jadi nyaman.

Terbersit ide untuk menggunakan dropbar pada Hasa F-1. Kebetulan parts pendukungnya sudah cukup lengkap, ada dropbar anatomic hibah dari Om Henky, dan bar end shifter 105 3x9 speed. Tinggal melengkapi outer, inner cable serta bartape.

Project ini sempat tertunda beberapa waktu, karena saya ragu saat melihat panjangnya inner shifter yang dibutuhkan. Di pasaran saat ini hanya tersedia inner shifter sepanjang 2,10 meter, sedangkan panjang inner shifter yang dibutuhkan untuk project ini tampaknya lebih dari itu. Coba googling, ternyata ada yang pakai inner cable untuk sepeda tandem. Glek.....terbayang susahnya cari inner shifter sepeda tandem di Indonesia...

Akhirnya coba konsul dengan Om Handoko dari www.cycling-id.com , karena beliau saya ketahui sering build sepeda, dan seli termasuk salah satu sepeda yang pernah dia bangun. Menurut Om Handoko, inner shifter 2,1m sudah cukup untuk seli 20”. Dengan perasaan sedikit ragu, akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan project ini.


Setelah semua material datang, dimulailah project pemasangan dropbar ke Hasa F-1. Kendala utama yang saya temukan adalah sulitnya memasang outer shifter di bagian seat stay Hasa F-1. Designer Hasa F-1 membuat jalur outer shifter berada di dalam seat stay, dan celakanya....lubang untuk outer shifter tersebut tidak dibuatkan jalur sendiri! Jadilah saya berkeringat dan wasted time “memancing” outer cable dari dalam seat stay selama 30 menit. Hufftt..


Setelah sukses “mancing” outer cable dari dalam seat stay Hasa-F1, berlanjut ke moment yang mendebarkan..yaitu memeriksa apakah innser shifter 2,1 M cukup untuk menjangkau RD. Alhamdulillah, ternyata panjangnya pas sekali! Hanya sisa 5cm! Hahahahaha.

Legaaa....project berlanjut dan akhirnya dapat diselesaikan. Setelah selesai setting RD, brake lever serta dropbar...waktunya test ride. Kesan pertama...masih kurang rendah. Reach ke brake lever terasa aneh dan kurang nyaman, lain halnya dengan tangan memegang bagian drop yang terasa sudah cukup nyaman.



Kenapa saya katakan sudah cukup nyaman? Karena saat tangan ada di drop, saya sulit menjangkau brake levernya. Saya dari dulu memang tidak cocok menggunakan dropbar dengan shape anatomic..mungkin karena jari yang saya miliki kurang panjang.

Overall...kesan pertama cukup baik...

Tunggu riding review-nya pada artikel selanjutnya



Happy cycling

Ride bike, not the price

Sunday, 6 December 2015

Unboxing Xiaomi Mi Band

Sudah lama saya tertarik ingin menggunakan device ini. Baca review dari usernya sepertinya Mi band menarik juga. Kesempatan datang beberapa hari lalu saat seorang teman yang tertarik ingin menguji coba fitur kredit 0% di salah satu online markeplace. Saya ikutan pesan dan 2 hari kemudian saya sudah menerima Xiaomi Mi Band di rumah. 



 
Kemasannya sederhana namun fungsional, isinya terdiri dari band berwarna hitam(karet gelangnya), unit computer, charger serta manual book. Sayangnya, manual book yang disertakan berbahasa Mandarin, which is saya tidak mengerti sama sekali apa yang ditulis, hahahahaha.

Langsung ambil HP dan download app Mi Fit, setelah terinstall, langsung coba pairing bluetooth dengan Mi Band. Alhamdulillah pairing berjalan dengan lancar, charger pun berjalan tanpa ada masalah. Setelah sekitar 2 jam di-charge, Xiaomi Mi Band siap untuk dicoba.

Tahap pertama adalah setting pada Mi account, saya masukkan data-data yang diminta serta set daily goal dan alarm. Tadi pagi, alarmnya berfungsi sesuai dengan data yang dimasukkan. Sampai saat ini synchronizing Mi Band dengan Mi Fit berjalan lancar. Saya sengaja tidak mengaktifkan fitur alert panggilan untuk menghemat batere HP yang saya gunakan.


Overall, kesan pertama sangat positif, mulai dari segi harga yang ramah, kemasan yang sederhana namun fungsional, serta unit-nya sendiri yang lagi-lagi sederhana dan fungsional. Semoga apps dan devicenya bisa stabil dan punya durabilitas yang tinggi. 



Jika device ini bisa bertahan cukup lama, mungkin saya akan coba beli bracelet-nya yang terbuat dari kulit berwarna coklat untuk digunakan di tempat kerja. Bagi anda yang ingin mengetahui spesifikasinya lebih detail, silahkan berkunjung ke www.mi.com/id/miband/


Happy cycling

Ride bike, not the price

Friday, 4 December 2015

Urban Bike: Tifosi Classico CK5

Tifosi Classico CK5

Bagi anda yang classy...

Tinggal di daerah dengan jalanan yang relatif mulus...

Menginginkan sepeda yang cepat, namun reliable..

Tifosi Classico CK5 mungkin memenuhi kebutuhan anda.


Features:

• Sizes: XXS/XS/S/M/L/XL

• Tifosi full cro-mo steel

• Forks: full cro-mo steel 1 1/8" Ahead

• Sports specific compact geometry

• 1 1/8"head tube

• Seat post diameter 27.2

• B/B: BSA

• Shimano Sora 18sp groupset

• Ryde Flyer rims on Shimano hubs with Sapim spokes wheels

• Velo saddle

• 31.8mm handlebar and stem

• Schwable 700x28 tyres

• Micro adjust alloy post

• SKS Blumels mudguards.

Tifosi Frame Measurement Chart

Dari spesifikasi-nya, terlihat bahwa Tifosi Classico CK5 memenuhi syarat untuk sepeda harian, bahkan untuk touring. Front rack untuk membawa barang (anda  juga bisa menginstal rear rack), ban 700x28, full fender serta penggunaan parts yang standar membuat Tifosi Classico CK5 menyenangkan untuk dipakai dan mudah dirawat.

Bahkan, dalam finishing-nya Tifosi mempunyai pendekatan khusus terhadap cuaca yang buruk. "All Tifosi frames are specially prepared in Belgium for harsh European climates. With the anti salt corrosion priming, two coats of enamel and one coat of lacquer, this frame will long outlast its 2-year paintwork warranty."


Ride On!

Thursday, 3 December 2015

Review: ID Fast Ankle Flex



Berawal dari crash yang menimpa salah satu rekan saya di forum www.cycling-id.com , terpikir untuk memiliki gelang ala road-id. Saat crash kemarin, rekan saya sempat menunggu agak lama untuk ditangani di rumah sakit karena kondisinya tidak sadar dan tidak membawa kartu identitas apapun. 

Nah, saya tidak ingin hal tersebut terjadi juga pada diri saya. Kondisi darurat..yang menolong tidak tahu harus menghubungi siapa dan alamat dari korban. Jika hanya bermodalkan KTP, yaa kalau dompet kita tidak hilang saat kecelakaan KTP itu bisa berfungsi, tapi kalau ada oknum yang mencurinya saat kita celaka dan tidak sadarkan diri bagaimana?



Ide itu tidak terpendam lama di kepala. Om Iman, salah satu rekan dari forum www.cycling-id.com ternyata punya pemikiran yang sama dan berencana memesan gelang identitas dari ID fast, Singapore. Point utamanya adalah harganya lebih murah dibanding road-id dan tidak perlu keluar ongkos kirim dari luar negeri karena akan dibawa sendiri oleh Om Iman. Tidak pakai lama, saya langsung browsing dan memesan ID Fast Ankle Flex. 

Ankle Flex
Kenapa pesan ID Fast Ankle Flex? Alasannya sederhana, saya hanya suka mengenakan aksesoris di tangan kiri. Karena sudah terbiasa memakai jam di tangan kiri dan tidak suka memakai aksesoris bertumpuk, maka saya pesan Ankle Flex untuk digunakan di kaki kiri, hehehehe. 

Lagipula, karena gelang ini akan saya gunakan terus menerus, saya juga memikirkan penampilan saat bekerja. Dengan menggunakan ID Fast Ankle Flex, gelang tersebut tersembunyi di balik celana kerja. Jadi penampilan bisa tetap profesional.


Pemesanan dilakukan dengan menginput data-data yang kita inginkan untuk dicetak di plat. Proses pencetakan data di plat bisa ditunggu dan om Iman dalam 1 hari sukses membawa puluhan pesanan ID Fast dari teman-teman cyclist di Indonesia :D

Kemasan ID Fast cukup menarik, ID Fast Ankle Flex dikemas dalam boks logam yang bisa difungsikan sebagai tempat penyimpanan pernak-pernik. ID Fast Ankle Flex-nya sendiri juga baik build quality-nya. Setelah saya gunakan terus menerus selama 2 bulan, strapnya tidak terasa gatal, platnya juga tidak berkarat dan pudar tulisannya.



Bagi om dan tante yang sering beraktivitas di luar ruangan, bisa dipertimbangkan untuk mengenakan gelang identitas. We never know when shit happens, and we never know people around us is an angel or evil.

Prepare and pray god always protect us.


Happy cycling

Ride bike, not the price

Wednesday, 2 December 2015

Kill The Hill, Underground Race

Bagi anda yang senang pakai Fixed Gear.......

Percaya diri mampu menaklukkan tanjakan dengan Fixed Gear...

Punya nyali untuk downhill dengan Fixed Gear...

This is the right event for you....



Underground race, no police or medical support. Risk at your own.

Riding Review: Heist With Dropbar



Setelah beberapa bulan dipakai untuk b2w, sekarang saatnya review riding experience setup Polygon Heist dengan dropbar. Dengan base geometri MTB, tentunya tidak pantas mengharapkan Heist yang sudah menggunakan dropbar dan brifter road bisa secepat roadbike. Karakteristik ridingnya tidak berubah, tetap slow accelerated and stable. 

Jadi kalau dari segi performa, tidak ada perubahan yang signifikan. Berbeda halnya dengan kenyamanan. Bagi saya, swapping multibar dengan dropbar terasa sekali perbedaannya. Saya lebih nyaman menggunakan dropbar, even penggantian handlebar tersebut membutuhkan penggantian parts pendukung berupa saddle dengan karakteristik road juga (dari SR Rio ke SR Seta).


Karena saya senang dan nyaman dengan posisi tangan di bagian drop, riding position ini cukup membantu untuk akselerasi dan menjaga speed saat coasting. Kaki juga terasa nyaman saat push the pedal. Handling nyaman, masih bisa selap selip diantara dua mobil dengan mudah.  

Bagaimana saat melewati jalan rusak? Kena tanjakan atau turunan? Lebih mantap! Karena bobot saya sekarang condong kedepan, handlebar tidak mudah goyang dombret, dan saat turun bisa gain free speed dengan menunduk serendah-rendahnya tanpa takut telat mengerem.

Downside-nya hanya saya jadi kurang nyaman naik turun trotoar, agak sulit mengangkat roda depan dengan setup saat ini. Overall, swapping multibar dengan dropbar pada Heist membuat saya lebih nyaman dan happy, hehehehehe.

Happy cycling
Ride bike, not the price

Tuesday, 1 December 2015

Review: Satori Aber Hallo Stem



Pada awalnya, setup seli HASA F-1 yang saya miliki terasa sudah cukup nyaman, namun sejak saya mulai rutin menggunakan roadbike dan fixed gear, perlahan-lahan badan saya mulai nyaman dengan riding position yang agresif. Dengan berjalannya waktu, semua sepeda saya pun mulai di setting lebih agresif. Stem bertambah panjang atau stem lebih dekat dengan headset. Hasa F-1 pun tidak luput dari setting ulang cockpit. 

Karena Hasa F-1 mempunyai tipe handlepost yang dapat diganti handelbarnya namun tidak menggunakan stem, maka harus putar otak untuk mencari stem khusus untuk folding bike. Setelah browsing di beberapa online store, ternyata stem khusus untuk folding bike ada banyak merk dan tipenya, mulai dari yang bisa menggunakan handlebar dengan diameter 27’2mm sampai dengan 31’8mm. Pilihan pun jatuh kepada Satari Aber Hallo stem (2nd hand) untuk handlebar berdiameter 27’2mm.



Instalasinya sangat mudah, hanya perlu kunci L saja dan waktu 5-10 menit untuk setting sudut kemiringannya. Karena handelpost Hasa F-1 cukup tinggi, maka stem saya posisikan negatif angle 10 derajat. Hasil akhirnya, Hasa F-1 mejadi terasa sedikit nyaman untuk riding position yang agresif. 



Happy cycling

Ride bike, not the price