Pages

Monday, 30 November 2015

Polygon Heist With Brifter & Dropbar

Selama hampir 2 tahun belakangan ini, saya lebih aktif bersepeda di jalanan daripada di medan offroad. MTB lebih banyak menganggur di rumah, sementara road bike dan fixie terus bertambah mileage-nya. Karena sudah terbiasa dengan setup road bike/fixie yang cenderung agresif, setup Heist yang awalnya menggunakan multibar malah membuat saya merasa kurang nyaman.

Posisi duduknya terlalu tegak, tidak rebah seperti saat menaiki roadbike/fixie. Malah sitbone saya terkadang terasa agak nyeri, selangkangan kadang juga sedikit perih karena tergesek oleh nose saddle yang wide. Intinya, setup Heist yang lalu terasa kurang nyaman buat saya.

Beberapa minggu yang lalu, tiba-tiba tercetus ide untuk memasang dropbar dan brifter pada Heist. Kebetulan materialnya sudah lengkap, dropbar compact, brifter 2x9sp serta saddle road sudah tersedia di rumah. Gap waktu dari ide muncul sampai direalisasikan memang cukup lama, karena awalnya saya berpkir harus mengganti V-brake dengan Cantilever brake.

Alasannya apa? Karena baca-baca di google, rasio tarikan kawat antara rem road dengan MTB itu berbeda. Yang cocok dengan brifter adalah cantilever, bukan v-brake. Mulailah saya brosing cantilever di dunia cyber. Setelah ketemu, malah tambah bingung, karena melihat konstruksi cantilever yang perlu cable stop. Untuk mencari cable stop bagian depan ternyata yang ada di Indonesia hanya cable stop untuk fork standar, sedangkan fork Heist menggunakan oversize. Mumet. Cek bagian belakang lebih pusing lagi, ternyata sepeda yang menggunakan cantilever sudah mempunyai cable stop yang dedicated di seat stay. Cari adptornya, semua adanya di LN. Garuk-garuk kepala, mulai senewen.

Tidak mau menyerah, googling lagi, akhirnya ketemu salah satu solusi, gunakan mini v-brake! Perbedaan mini v-brake dengan v-brake biasa hanya terletak pada panjang arm-nya. V-brake biasa panjang armnya 12 cm. sedangkan mini v-brake panjang armnya berkisar antara 8-10 cm. Perbedaan panjang arm ini berpengaruh signifikan terhadap ratio tarikan kawat. Saya butuh mini-v-brake dengan ukuran arm 8cm.

Setelah berkutat di BL, ketemu satu seller yang sangat komunikatif dan punya stock mini v-brake, Hobby One. Diskusi panjang lebar soal travel agent dan mini v-brake, ternyata stock mini v-brake seller panjang armnya 10 cm. Arrrghhhhh........gagal lagiiii!! Hiks. Saya sampai merasa tidak enak hati dengan Hobby One, banyak nanya ini-itu tapi tidak jadi beli.

Sempat frustasi, akhirnya googling lagi. Ternyata ada beberapa testimoni cyclist yang menggunakan brifter dengan v-brake tanpa masalah. Kuncinya hanya ada di setting v-brake itu sendiri. Setting v-brakenya harus mendekatkan pad ke rim dengan jarak yang tipissssss sekali. Jika menggunakan jarak pada pada settingan normal (berjarak sekitar3-4mm dari rim) maka rem akan terasa loss. Brake lever sudah ditekan maksimal, namun pad belum menempel ke rim.

Aha! Why im not try it? Dengan harap-harap cemas mulailah saya mempreteli satu persatu kemudi di Heist. Setelah berkutat selama kurang lebih 3 jam (Lama bener ya? Hahahaha) akhirnya Heist sukses berganti setup. Berikut ini merupakan part yang saya gunakan untuk merubah setup Heist:

  • Dropbar Zoom Professional wide 42 cm, compact bend
  • Brifter Shimano Sora 2 x 9sp
  • Stem BBB, 8 cm positive angle
  • Saddle Selle Royal Seta
Selain itu juga ganti inner shifter, brake serta outer brake, karena parts yang dipakai sebelumnya terlalu pendek saat dipasang di setup baru.

Baru terpasang, masih setting posisi
Saat ini, Hemster sudah dengan setup baru sudah dipakai b2w beberapa kali, hasil perubahan setup ini sangat memuaskan walaupun saya tidak bisa menggunakan chainring 42, namun riding experiencenya jauh lebih nyaman dibandingkan saat menggunkan multibar dan posisi duduk lebih tegak.


Sudah jadi, ternyata good looking juga :D

Note: Entah kenapa, saya lebih suka tangan di bagian drop daripada di hood...hihihihi


Ride bike, not the price

11 comments:

rizki pm said...

Kira-kira sama ngak jika mengaplikasi di mtb 26" yg pake disc ?

kokoh pamungkas said...
This comment has been removed by a blog administrator.
kokoh pamungkas said...

Itu fdnya menggunakanan fd road atau mtb?

kokoh pamungkas said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Decky Putra said...

FD-nya menggunakan FD Shimano Non-series untuk MTB

Decky Putra said...

bisa lebih detail pertanyaannya om?

rizki pm said...

Maksudnya saya pingin pasang brifter di sepeda mtb. Apa tarikan tuas rem brifter bisa narik tuas kaliper disk brake ZOOM secara full? Atau nariknya nanggung?

Trus bisa untuk group set tourney seri tz?

Pingin bangun cyclocross nih.

Decky Putra said...

Rasio cable pull brifter road berbeda dengan MTB, agak tricky setup calipernya supaya bisa work well.

Brifter road di pairing dengan RD/FD tourney secara prinsip ya bisa saja om. Heist saya malah pake FD non-series :D

rizki pm said...

Berarti tinggal ganti dropbar dan brifter, setting menyesuaikan ya? Berarti nggak perlu ganti FD dan crank pny road ya.

Kira-Kira habis berapa buat modifikasi?

Btw, Grupset bawaan sepeda, freehub dan 3x7 speed. Apa perlu di ganti jg?

Heradi nur said...

permisi om, untuk chainring 42 nya kenapa ngga bisa digunakan om?
punya niat beli brifter buat mtb, tpi masih ragu om 😁

Decky Putra said...

chainring 42 ga bisa saya pakai karena brifter sora yang saya gunakan hanya 2 speed..hehehe..jadi yang terpakai hanya chainring 22 dan 32 saja