Pages

Friday, 28 August 2015

Pedal Slap My Legs!!

Hal ini terjadi beberapa hari yang lalu. Saat saya sedang b2w menggunakan Browniee (fixed gear), dari arah Jatinegara menuju Senen jalurnya kebetulan sedang cukup lengang. Hal ini memancing saya untuk speeding. Tangan bergeser ke ujung bullhorn, tekuk siku, dan mulai pedalling dengan cepat.

Wussshhh....


Mendekati perempatan Matraman, jalur yang saya lalui ternyata tidak mulus. Ada tambalan aspal di depan saya dan...seketika tapak kaki saya lose contact dengan pedal. Hasilnya sepeda melaju semakin cepat dan tapak kaki saya "ditampar" bolak-balik oleh pedal yang terus berputar kencang mengikuti laju sepeda



Whoaa..sambil berusaha menyeimbangkan sepeda, saya mulai menarik tuas rem (thanks god, masih pasang rem tangan :D ) laju sepeda melambat, dan akhirnya kaki saya mulai bisa menapak ke pedal dan mengikuti putarannya. Fiuhh...

Keajdian yang hanya berlangsung beberapa detik ternyata cukup menegangkan, sedang speeding di tengah jalan raya, kaki lose contact dengan pedal sehingga terpaksa mengangkat dua kaki keatas serta berusaha memperlambat laju sepeda bukanlah hal yang terjadi setiap hari, wajar jika heart rate saya melonjak sampai 173 bpm :D

Hal ini menyadarkan saya betapa pentingnya membuat kaki selalu "contact' dengan pedal saat mengendarai Fixed Gear. Terus terang, saya selama ini malas menggunakan toe clip atau cleat karena malas clip-unclip-nya jika sedang macet. Namun, kedepannya saya akan coba membiasakan diri bermacet-macet ria menggunakan toe clip..for safety reason :D



#gowesaja

Ride bike, not the price

Thursday, 27 August 2015

Review: Roswheel Top Tube Smartphone Bag 5"

Masih dalam suasana review...entah kenapa belakangan minat saya menulis lebih ke arah review parts/aksesoris sepeda yang sudah saya pakai. Tapi tidak masalah kan? Saya malah bisa berbagi informasi seputar parts/aksesori sepeda yang telah saya gunakan cukup lama. Jika om dan tante sedang mencari top tube bag, artikel ini cocok buat anda :D.

Saya mulai dari alasan memilih Roswheel Top Tube Smartphone Bag 5". Pada awalnya saya sudah pernah menggunakan top tube bag dengan desain seperti di bawah ini:



Waktu itu saya pasang di MTB, hanya dalam kurun waktu 4x riding, top tube bag-nya sudah saya lepas dan hibahkan ke orang lain. Kenapa? Karena top tube bag-nya menganggu saya saat sedang pedalling. Dengkul saya selelu menyentuh side bag-nya.

Nah, setelah top tube bag lama saya lepas, terpikirlah untuk mencari top tube bag yang lebih nyaman dan bisa memuat smartphone yang cukup besar. Browsing dan menimbang-nimbang, akhirnya saya jatuhkan pilihan ke Roswheel Top Tube Smartphone Bag 5".



Dimensinya yang cukup besar bisa menelan 1 ban dalam, 1 multi tools, 3 tyre lever, dompet dan smarphone 5". Fitur tersebut masih ditambah dengan rain cover, walaupun rain covernya ternyata tidak bisa memberikan perlindungan maksimal :(

By the way, jika anda merasa top tube bag ini terlalu besar, tenang saja, masih ada top tube bag dengan desain yang sama naumn berukuran lebih kecil, yang saya miliki ini adalah top tube bag ukuran paling besar.



Jadi, fitur utama Roswheel Top Tube Smartphone Bag 5" adalah kapasitas angkutnya yang banyak, kolom untuk menggunakan samrtphone layar sentuh, serta lubang untuk kabel audio. 3 strap dengan velcro serta bagian bawah yang terbuat dari karet kasar ternyata belum mampu membuat top tube bag ini bisa "diam di tempatnya". Top tube bag ini selalu punya tendensi miring saat terguncang. Walaupun strapnya anda tarik sampai kencang (punya saya sampai lepas jahitannya :D), tetap saja sewaktu-waktu tas ini bisa miring ke kanan/kiri  

Paket pembelian yang akan anda dapatkan adalah:

1. Top tube bag
2. Kabel extension audio
3. Rain cover


Setelah unboxing, langsung pasang di MTB, test ride. Ternyata.....masalah lama belum hilang juga :(, dengkul masih menyentuh bagian bawah top tube bag, tidak separah top tube bag sebelumnya, namun tetap saja mengganggu. Yah, perhitungan saya salah, mungkin saya lebih cocok menggunakan top tube bag seperti keluaran x-lab di bawah ini:


Bentuknya yang slim serta narrow saya rasa bisa menghilangkan masalah dengkul menyentuh top tube bag, namun kelemahannya tidak banyak barang yang bisa dibawa. 

Life its all about choices right? Jadi, saya coba deal with it. Sampai sekarang Roswheel Top Tube Smartphone Bag 5" masih tetap setia menempel di sepeda yang saya gunakan untuk b2w. Saya pakai sambil sesekali "menendang" top tube dengan dengkul saat posisinya mulai miring :D.


Verdict:

Fitur: 8/10
Desain: 6/10
Harga: 8/10
Proteksi: 7/10
Durabilitas: 7/10

#gowesaja

Ride bike, not the price

Wednesday, 26 August 2015

Review: Cat Eye Nima



Saya sudah lama menggunakan Cat Eye Nima, saya beli sekitar 1 tahun yang lalu dalam kemasan box set. Beli langsung sepasang, front and rear. Latar belakang saya mamu membeli Cat Eye Nima ini adalah harganya yang cukup terjangkau untuk sepasang blinker berkualitas. Bentuknya yang sederhana seperti koin, serta attachment hanya dengan menggunakan O-ring membuat lampu ini fleksibel dipasang di mana saja. Fork, handlebar, seat stay, seat post, helmet ....you name it....


Setelah beberapa bulan pemakaian, front lampnya hilang dicuri saat Browniee diparkir di parkiran sepeda tempat saya bekerja. :( Saat ini yang tersisa tinggal rear lampnya saja, dan lampu ini masih berfungsi dengan baik.

Selama kurang lebih 1 tahun pemakaian, lampu ini rutin saya pasangkan di sepeda untuk b2w. Panas dan hujan sudah dilalui, baterai pun sudah mengalami penggantian 1x, namun performanya sampai saat ini masih memuaskan. Bahkan O-ringnya pun belum menunjukkan tanda-tanda akan putus :D


Berikut ini merupakan technical spec dari Cat Eye Nima:

Dimension: 30.6 x 30.6  x 26.9 mm
Weight: 20 grams (light unit and battery)
Light source: White LED x1
Battery: CR2032 x2
Runtime:
Constant: approx 15 hrs
Flashing: approx 80 hrs
Rapid: approx 70 hrs
Pulse: approx 70 hrs
Mount size: φ22.0~32.0mm  



Bagi anda yang sedang mencari blinker berkualitas, fleksibel serta memiliki endurance yang baik, Cat Eye Nima layak anda pertimbangkan masuk ke dalam wishlist.


#gowesaja

Ride bike, not the prices


Tuesday, 18 August 2015

Stupid Hell!! Makin Crowds on Accident/Crime Scene

Hari ini saya merasakan kemacetan yang luar biasa saat berangkat kerja.

Kemacetan berlangsung mulai dari setelah perempatan Pondok Kelapa sampai dengan pertigaan Buaran. Hell, jarak tidak sampai 2km harus ditempuh dengan waktu 20 menit! 

Kemacetan hari ini termasuk abnormal, karena biasanya waktu yang dibutuhkan untuk berjalan menggunakan sepeda motor dari perempatan Pondok Kelapa sampai dengan pertigaan Buaran hanya 3-5 menit.

Sambil mengutuk kemacetan, saya sekaligus penasaran, ada kejadian apa sih yang membuat macet seperti ini?

Jawaban atas pertanyaan saya mulai menampakkan hidungnya saat saya melihat satu mobil SAR terparkir di sisi kanan jalan. Sambil menahan pegalnya tangan yang berulang kali menarik tuas kopling saya coba melihat ke sisi kiri jalan. Oh my.....tampaknya di Kalimalang ada accident/crime scene.

Mungkin ada orang yang tenggelam atau mayat terapung atau apalah...saya tidak peduli. Masyarakat dengan enaknya memarkirkan motor bahkan mobil mereka di sisi kiri jalan, berlomba mengeluarkan HP-nya untuk memfoto kejadian. Tampaknya saat ada Accident/Crime Scene, semua tempat sah untuk parkir kendaraan.

Dua orang polantas yang berada di tempat kejadian hanya bisa melambai-lambaikan tangan sambil sesekali berkomunikasi via HT. Tidak ada efeknya sama sekali untuk mengurai kemacetan.


Dari kejadian hari ini, saya jadi ingat, hampir di setiap accident/criminal scene, masyarakat sudah pasti selalu berbondong-bondong menuju tempat kejadian. Mau apa mereka? Menolong? Hanya segelintir yang niatnya mau menolong. Mayoritas masyarakat menuju tempat kejadian karena PENASARAN dan ingin MENONTON!! Ada juga yang berniat mencari kesempatan dalam kesempitan.



Tampaknya banyak masyarakat kita punya banyak waktu luang, kurang hiburan dan tentu saja kurang edukasi. Bukankah sering kita saksikan di televisi maupun media cetak/online, penanganan suatu kejadian terhambat karena kerumunan massa?

Massa berkumpul hanya untuk menonton, mempersulit petugas dan membuat macet jalan di lokasi kejadian. Menurut saya perilaku masyarakat yang seperti ini termasuk BODOH, TIDAK PRODUKTIF DAN MERUGIKAN ORANG LAIN.

Jika anda ingin menolong ataupun mendokumentasikan kejadian, tolong parkir kendaraan anda di tempat yang proper. Lokasi kecelakaan dan kriminal bukan objek tontonan dan wisata gratis!!


Monday, 17 August 2015

New Category: Stupid Hell!!

Tanpa basa-basi, saya akan memperkenalkan tipe artikel terbaru bagi readers di blog ini, it's called



 "Stupid Hell!!"



Apa sih isi artikel dalam kategori "Stupid Hell"?

Isinya tentang persepsi saya terhadap kejadian-kejadian yang terjadi di masyarakat. Tentunya kejadian-kejadian yang saya masukkan ke dalam kategori "Stupid Hell" adalah kejadian yang menurut saya:


Bodoh

Merugikan orang lain

Membuang-buang waktu

dan masih banyak lagi...



Intinya semua kejadian yang menurut saya efeknya negatif bagi saya maupun orang lain. Semua artikel dalam kategori "Stupid Hell" adalah murni opini pribadi saya, jika ada pihak-pihak yang tidak setuju atau ingin membahas lebih lanjut .....silahkan komentar dengan bahasa yang sopan.

Hanya komentar waras dan sopan yang akan ditampilkan.


#gowesaja

Ride bike, not the price

Thursday, 13 August 2015

What Are You Looking For?

Setiap cyclist mungkin mempunyai jawaban yang berbeda-beda dari pertanyaan diatas. Mulai dari memang hobi, memperluas jaringan pertemanan, mencoba sesuatu yang baru dan banyak lagi alasan lainnya. Apapun alasan anda bersepeda, sebaiknya jangan pernah melupakan bahwa olahraga bertujuan untuk menyehatkan anda, bukan membuat anda sakit.


Sehat dan sakit disini bukan hanya sebatas jasmaniah, tapi lebih luas lagi, di seluruh aspek kehidupan anda. Apakah karena nafsu upgrade parts membuat tagihan kredit card anda melonjak tidak terkendali? Apakah karena gran fondo atau century ride, anda tidak punya waktu untuk memperhatikan kondisi rumah anda sendiri? Apakah pasangan atau teman-teman anda mulai protes karena anda jarang ada untuk mereka?

Jika anda mengalami salah satu atau mungkin semua hal diatas, tampaknya anda sedang "sakit". Merupakan hal yang wajar saat seseorang mempunyai kesenangan baru, dia seolah-olah tenggelam di dunianya sendiri, namun hal tersebut ada batasnya. Pada awalnya lingkungan anda mungkin tidak mempermasalahkan hal itu, namun lama kelamaaan pasti akan ada feedback negatif jika anda terus menerus "tenggelam".

Saya punya teman cyclist yang sudah berkeluarga, suatu hari dia dibelikan sebuah buku oleh istrinya, kalau tidak salah judul bukunya "Sabtu Bersama Ayah", buku itu seolah-olah sindiran sekaligus teguran bagi-nya. Kenapa? Karena pada saat itu, teman saya sering sekali sepedahan dengan durasi waktu yang lama hampir setiap akhir minggu, bahkan kadang acara keluarga di akhir minggu yang harus mengakomodir kegiatan bersepedanya :D.


Berbeda lagi dengan teman saya yang lainnya, entah kenapa, dia susah sekali memakai satu sepeda dalam durasi yang lama, dalam jangka waktu singkat, pasti ada saja parts atau frame baru yang dibeli, bisa dibilang teman saya ini seperti hobi utak-atik sekaligus upgrade the whole parts. Dia sendiri mengakui bahwa budgeting untuk sepedanya sering kali melebihi pagu, tentu saja ini tidak sehat jika dibiarkan terlalu lama.

Sepeda hanyalah salah satu alat buatan manusia untuk transportasi, olahraga sekaligus berekreasi. Jangan rusak hidup anda karena senang bersepeda. Masih banyak hal lain yang bisa anda temukan dan rasakan jika anda mau membuka diri serta sedikit merelakan waktu bersepeda anda. 

Psstt..apakah saya pernah mengalami salah satu dari 3 hal diatas? Jawabannya, pernah. Don't fall in the age of darkness like me, feedbacknya sangat tidak menyenangkan,  trust me.

Last, cycling it's should gonna be fun without worry and complain! Are you agree with me?



#gowesaja
Ride bike, not the price


Summer!!

Yeah...summer!!



Setelah puasa 1 bulan, akhirnya mulai bisa menikmati musim panas :D

Waktunya mengeluarkan Roadbike dan Fixed Gear, speeding along Jatiasih-Gambir without carrying a rain gears :)

Sekarang saya b2w hanya menggunakan tas pinggang, isinya HP, dompet, charger dan windbreaker vest. Baju kerja untuk 1 minggu deploy di kantor, toolkits masuk ke saddle bag atau top tube bag. 

Feeling gooodddd, movement tidak terganggu, masih bisa dancing di tanjakan, dan yang utama...tidak membuat bahu pegal :D. 

Yang menyebalkan hanya satu, ini:


So, what are you waiting for?

Pump your tyre and go ride NOW!!


#gowesaja