Pages

Wednesday, 8 July 2015

Online Shopping Experience: Bukalapak.com

Readers, perkenalan saya dengan dunia jual beli online bermula dari kaskus.us (masih pakai domain yang lama). Awalnya hanya mengamati transaksi, lihat-lihat barang.jasa yang ditawarkan, dan berakhir dengan coba-coba belanja online. Saat itu saya hanya mengandalkan intuisi, cek testimoni serta impresi saat berkomunikasi dengan seller.


Waluupun saat itu sudah ada rekber (rekening bersama) tapi saya malas menggunakan rekber, kenapa? Saya malas dibebankan fee rekber, malas mencoba sesuatu yang baru dan takut ribet jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, selama bertahun-tahun saya belanja online dengan model direct transfer.

Sekitar 2 tahun yang lalu, saat sepeda mulai booming, saya terdampar di bukalapak.com. Kategorisasi part sepeda yang cukup detail, ditambah dengan beragamnya spareparts membuat situs ini menjadi "wajib" dibuka hampir setiap hari, hehehehe.

Saat itu, bukalapak.com masih memperbolehkan seller mencantumkan nomor telepon di iklan mereka sehingga saya tetap saja belanja online dengan gaya direct transfer. Sekitar 1 tahun yang lalu, saat mulai marak penipuan jual beli online, bukalapak.com mulai mendevelop sistem escrownya sendiri, namun yang sangat saya sayangkan, escrownya ini memaksa semua pengguna bukalapak.com, baik penjual maupun pembeli untuk tunduk pada peraturan mereka.


Semua no. telepon seller hilang dari iklan, resistensi dan protes bermunculan. Saya termasuk member bukalapak.com yang resisten dengan hal tersebut. Saya yang terbiasa kontak langsung dengan seller via telepon jadi kesulitan. Harus kirim PM, menunggu jawaban, baru bisa kontak langsung dengan seller. Akibatnya kadang barang yang saya inginkan sudah terjual lebih dulu.

Sampai sekitar 2 bulan yang lalu, saya masih konsisten dengan gaya belanja direct transfer, PM seller, minta no. telepon, komunikasi, lalu transaksi. Suatu ketika, ada dorongan untuk mencoba sistem escrow bukalapak.com. Mulailah saya membaca tata cara transaksi via BL pay. Ternyata tidak seribet yang saya bayangkan sebelumnya. Flownya sederhana saja:

1.Pembeli pesan barang yang diinginkan

2. Masukkan data alamat, no. rekening bank yang akan digunakan untuk transaksi

3. Pembeli transfer ke rekening bukalapak.com

4. Tunggu barangnya datang

5. Barang datang, segera periksa kondisinya. Jika tidak sesuai pembeli bisa retur. Uang pembeli masih ditahan di rekening bukalapak.com

6. Jika barang sesuai dengan iklan, pembeli tinggal konfirmasi dan memberikan feedback kepada seller (jika bersedia)

7. Seller akan menerima uang pembayaran setelah mendapatkan konfirmasi dari pembeli


Seems simple and safe for each others, ok, ill try and the result was....

Its good readers!

Verifikasi pembayaran cukup cepat, CS bukalapak.com yang saya hubungi via e-mail-pun cukup cepat dalam menyelesaikan masalah terkait transaksi. Fee/kode unik yang digenerate oleh sistem untuk identifikasi pembayaran pun tidak seberapa.

Kesimpulan akhir.....sistem BL pay so far so good. Aman bagi seller maupun buyer.

Anyway, ada beberapa hal yang bisa diupgrade oleh tim bukalapak.com, seperti kategorisasi parts sepeda yang lebih spesifik (Road, MTB, Track, Tour dll.) dan menambahkan date posting dari setiap iklan.

Least..its a good e-commerce web to found almost everything you need to build and enjoy cycling experience.


#gowesaja


No comments: