Pages

Friday, 26 June 2015

Calon Sampah Masyarakat

Sebelumnya, mohon maaf kepada readers, topik kali ini diluar pembahasan tentang sepeda. Namun saya merasa perlu untuk sharing hal ini agar kondisi sekarang bisa berubah menjadi kondisi yang lebih baik.

Beberapa waktu lalu, saya sempat menyaksikan mobil bak terbuka diberhentikan paksa di tengah jalan oleh sekelompok ABG. 3 orang ABG berlari ke tengah jalan, berdiri dengan gagah merintangi jalan mobil bak terbuka tersebut. Supir tidak punya pilihan lain, selain memberhentikan kendaraannya dengan mendadak dan menyebabkan paduan suara klakson dari kendaraan-kendaraan di belakangnya! Sementara itu, sisa gerombolan tersebut dengan cekatan memanjat ke dalam bak mobil.



Saya shock, sudah segila itukah perilaku remaja saat ini? Well, saya bukannya tidak pernah melakukan kenakalan seperti itu, tapi tidak ada perilaku saya maupun teman-teman saya memberhentikan mobil bak terbuka dengan cara berdiri gagah di tengah jalan! Kita hanya memberikan tanda mau menumpang dengan tangan, dan naik ke bak mobil jika supirnya mengizinkan. Kalau supirnya tetap jalan, ya sudah, tunggu mobil bak terbuka berikutnya.

Apa yang saya saksikan saat itu menyadarkan saya bahwa kondisi mental masyarakat kita sudah sedemikian parah. Tidak memikirkan lagi kondisi orang lain. Saya merasa kasihan dengan supir mobil tersebut, jika terus melaju menabrak 3 orang ABG tersebut, sudah pasti salah, terkena pasal menghilangkan nyawa orang lain dsb. Tapi berhenti mendadak di tengah traffic juga berpeluang ditabrak dari belakang oleh kendaraan lainnya. Intinya, supir serba salah, jika terjadi kecelakaan, gerombolan ABG tersebut pasti kabur, meninggalkan supir kendaraan yang menderita.



Saya terus berlalu...sambil memikirkan...jika masih remaja saja sudah berani "membajak kendaraan", bagaimana jika mereka sudah bertambah dewasa? Tidak heran sekarang banyak preman-preman bermunculan, mulai dari yang bermodal peluit sampai yang suka memalak dengan modal ormas. Tampaknya, situasi saat ini menuntut para orang tua untuk lebih smart dalam mengajari dan mengawasi perilaku anak-anaknya. Tugas yang berat, namun harus anda lakukan.

Apakah menurut anda kebahagiaan anak anda bisa diwakili dengan gadget?

Komunikasi dan kehadiran anda diwakili oleh suara dan pesan teks?

Tidak pernah berulah di rumah berarti anak anda baik?


Think twice!!




Situasi kerja saat ini memang banyak meyita waktu anda....

Tenaga dan pikiran anda sudah mendekati limit karena masalah pekerjaan...

Sistem kontrak membuat anda mudah di PHK sewaktu-waktu...


Namun, jika anda tidak bisa menyediakan waktu, tenaga, pikiran dan perhatian untuk anak anda...



Sorry to say, anak anda akan menjadi beban dan sampah masyarakat.



Wednesday, 24 June 2015

Downhill Faster On The Road

ilustrasi downhill
Pernah turun dari Rindu Alam ke Gadog lewat Jalan Raya Puncak? Asik ya? Rasanya happy sekali saat downhill. Rasa takut, seru, dan senang bercampur jadi satu. Bisa selamat sampai di bawah rasanya sudah memuaskan, namun bagi beberapa cyclist, faster its better or happier maybe. So, this is a little tips to downhill faster, check it out:

1. See it
Jangan lihat permukaan jalan atau ban sepeda di depan anda, lihat kemana arah anda melaju (sekitar 50-100m jalan di depan anda), badan dan sepeda otomatis akan mengikuti arah mata anda.

2. Attack Position
Hands on drop, grip lightly with elbow tucked in and chin toward the handlebar.

3. Level the pedal
Saat anda meluncur turun, posisikan pedal kanan dan kiri sejajar (arah jam 3 dan 9) untuk meningkatkan kesimbangan.

4. Relax
Jangan tegang, nikmati hembusan angin dan kecepatan yang bertambah. Kalau anda tegang, biasanya akan mempengaruhi handling dan potensi crash semakin besar.

5. Braking before corner
Jika kecepatan anda terlalu tinggi saat akan memasuki tikungan, rem perlahan sebelum mulai masuk tikungan. Jangan menekan tuas rem saat anda sudah mulai menikung, hal tersebut akan mengakibatkan kesimbangan anda terganggu dan berpotensi jatuh saat menikung.

6. Tight better than loose
Jangan gunakan pakaian yang longgar, pakaian longgar akan memperlambat laju anda karena pakaian longgar akan berkibar-kibar dan meningkatkan drag resistance. Jika angin terlalu kencang, bukan tidak mungkin anda akan "terbawa" angin.

Itulah beberapa tips untuk meningkatkan kecepatan anda saat menuruni bukit, ingat, ini tips untuk downhill di jalanan ya, bukan di medan offroad, hehehehe.


Yeah, Epic!!


Whatever bike you have, enjoy the ride not the price.



Tuesday, 23 June 2015

Magazine Scrap: MTB Pt 6

Another mag'z scrap again fellas, kali ini tentang MTB test/review, yang terdiri dari:

1. Yeti 575 Enduro
2. Orange 5 Pro Custom
3. Santa Cruz Bronson Carbon R AM
4. Devinci Troy Carbon XP
5. Trek Remedy 9.9
6. Intense Tracer 275 Alloy Foundation
7. Ibis Ripley 29
8. Diamond Back Mission Pro
9. Carver Gnarvester Frame


Silahkan download file-nya dengan klik gambar di bawah ini:



Happy reading

Run with fats, not oils

Ride On!

Sunday, 21 June 2015

Upgrade, Antara Keinginan & Kebutuhan

Beberapa waktu lalu, ada suatu pertanyaan dari salah satu member grup sepeda yang saya ikuti, "Om, sepeda saya merk xxx tipe xxx, apa yang perlu diupgrade?" Pertanyaan itu menggelitik saya, kalau dijawab, pasti meluas kemana-mana dan di satu sisi, saya merasa agak miris, sepertinya upgrade seolah menjadi suatu kewajiban. 




Ditambah lagi, terkadang orang yang menanyakan hal seperti itu tidak jelas tujuan upgradenya, apakah untuk speed, look atau yang lainnya? Cyclist seperti ini lah sasaran empuk dari produsen dan pedagang, mereka siap menerima semua input yang penting maupun tidak penting, wkwkwkw.

Jangan lupa, selalu stay tune dengan mereka, karena mereka biasanya mudah bosan dan siap melepas spare parts dengan kondisi yang bagus dan harga yang kompetitif.

Anda punya sepeda, tidak ada yang diupgrade sepertinya tidak keren, well....semua bebas berpendapat, namun bagi saya "enjoy the ride, not the price"

Apakah sepeda mahal pasti cocok dengan anda?

Apakah parts eksotis membuat anda lebih ganteng/cantik?

Apakah anda perlu parts mahal di sepeda anda?

Silahkan dijawab sendiri...anda yang tahu jawabannya.



Be wise, upgrade sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial anda, jangan terjebak dengan stigma dan "racun" yang tersebar di komunitas anda. Anda tidak perlu Pinarello Dogma hanya untuk b2w, namun anda juga tidak bisa nyaman main downhill menggunakan sepeda hardtail.

"enjoy the ride, not the price"

Because..



Folding Bike Issue: Handlepost Head Type

So...sudah settle down antara 16" vs 20"? Fixed atau adjustable handlepost? Sekarang waktunya anda memilih tipe handlepost head untuk seli anda. Bentuk handlepost beserta head-nya sangat beragam, jangan sampai salah pilih karena akan mempengaruhi performa dari sepeda itu sendiri.

Secara garis besar, ada dua tipe, T-bar dan handlepost head yang bisa untuk berbagai macam handlebar. Tipe T-bar terbagi dua lagi, ada yang fixed (bentuk bar menyatu dengan handlepost) ada juga yang hanya sebagai bracket untuk stem.

Gambar akan berbicara lebih banyak daripada kata-kata, check this out:

Tyrell, menggunakan stem seperti sepeda mtb/road pada umumnya,
paling enak untuk di adjust, namun lack of perform dalam kondisi terlipat

Brompton, handlebar bisa diganti-ganti, perlu stem khusus jika anda butuh reach yang lebih jauh
Dahon, quick release handlepost head, penggantian handlebar terbatas pada tipe flatbar,
untuk mengganti handlebar dengan tipe lainnya, perlu stem khusus
T-bar, dengan stem khusus seli (extender)

Stem khusus untuk seli, bisa digunakan pada T-bar maupun handlepost lainnya
Seli dengan T-bar fixed, anda tidak bisa mengganti handlebarnya.
kecuali mengganti handlepostnya terlebih dahulu

T-bar fixed biasanya dijumpai pada seli low end, sedangkan pada seli mid-high end, rata-rata masih bisa diganti handlebarnya. Catatan khusus bagi yang menggunakan handlepost Dahon dengan quick release head, sebaiknya tidak menggunakan extender, karena force clamp-nya dikhawatirkan tidak mampu menahan beban yang lebih besar saat menggunakan extender.

Semakin bingung? Jangan! Kalau anda suka modifikasi handlebar, pilihlah seli yang memungkinkan anda untuk menggunakan berbagai jenis handlebar. Kalau suka yang sederhana, carilah seli dengan T-bar yang fixed. 


Keep cycling and have fun!

Sunday, 14 June 2015

Folding Bike Issue: Adjustable Handlepost Or Fixed Handlepost

Dalam membeli sepeda lipat, banyak sekali hal yang harus diperhatikan. Terutama jika anda akan menggunakan sepeda itu untuk commuting. Jangan sampai sepeda lipat anda fancy and looking good namun sucks when perform.

Adjustable vs fixed handlepost

Pada artikel ini, saya akan membahas tipe handlepost pada sepeda lipat. Secara umum, handlepost pada seli dibagi menjadi 2 tipe, adjustable dan non-adjustable. Mana yang lebih baik? Simak pemaparannya di bawah ini:

1. Adjustable Handlepost (teleskopik)


Tipe yang umum dijumpai, mulai dari seli low end sampai high end menggunakan handlepost seperti ini. Kelebihan dari adjustable handlepost adalah adjusment ketinggian handlebar sangat mudah dilakukan, hal ini baik bagi anda yang mempunyai masalah pada pinggang/punggung, mau seli anda bisa dipakai juga oleh anak anda, maupun anda yang senang jalan santai menggunakan sepeda. Namun, perlu diperhatikan bahwa adjustable handlepost mempunyai kelemahan yang cukup signifikan, yaitu getaran serta unwell feeling saat digunakan. Model teleskopik membuat penguncian hendlepost bagian atas tidak bisa terlalu kuat, too tight make them crack, too loose make them swing. In moderate clamp force, its still leave a little swing when your folding bike meet a bump. IMO, penggunaan adjustable handlepost tidak cocok bagi anda yang suka riding fast.


2. Fixed Handlepost

Tipe handlepost seperti ini biasa dijumpai pada seli mid-high end, handlepost hanya bisa dilipat dan tidak bisa diatur ketinggiannya. Kelebihan dari handlepost ini adalah meminimalisir uneasy feeling dan swing pada handlebar, absennya handlepost clamp juga membuat seli dengan handlepost ini lebih efisien dari segi bobot, saat digenjot dengan kuat, swing di handlebar terasa minim dan terasa lebih planted dibandingkan menggunakan adjustable handlepost. Namun, tentu saja, pemakaian seli ini akan menjadi terbatas, tidak bisa dipakai anak kecil, dan cyclist yang senang dengan upright position riding.


Nah, silahkan dipertimbangkan baik-baik pemilihan handlepost sepeda lipat anda, ingat, mencari handlepost seli di Indonesia cukup sulit, tidak banyak toko yang menjual handlepost berkualitas. Pilihannya pun sangat terbatas.

So, think twice before decided.


Keep Cycling and Have Fun!!

Friday, 12 June 2015

Folding Bike Issue: 16" vs 20" Which One Better For You?

Secara umum, ada dua tipe sepeda lipat yang beredar di Indonesia, seli dengan 16" wheels dan seli dengan 20" wheels. Keduanya mempunyai perbedaan dari segi diameter roda yang digunakan. Perbedaan diameter roda ini mempunyai pengaruh yang signifikan dalam penggunaannya untuk kegiatan sehari-hari. 



Bagi anda yang sedang menimbang-nimbang seli untuk commuting, jangan sampai salah pilih wheel size. Pada artikel ini, saya akan membahas perbedaan performa antara seli 16" dengan 20" secara umum.


1. Seli 16"

Brompton 16" folding bike

Menggunakan roda dengan diameter 16", menawarkan dimensi folding yang sangat compact, lebih mudah dibawa-bawa ke dalam angkutan umum. Cocok bagi anda yang mix commuting menggunakan sepeda dengan moda transportasi umum.

Hal yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan ban dalam dan ban luar. Pastikan anda selalu punya stock kedua jenis ban tersebut karena ban 16" tidak tersedia di semua toko sepeda.

Folding bike 16" on a bus
Dari segi parts, kebanyakan seli 16" menggunakan single speed atau internal gear hub, hal ini dapat dipahami, dengan diameter roda 16" tentunya riskan memasang RD dengan menggunakan short cage sekalipun. 

Kesimpulan akhir: Ringkas, sederhana, namun perlu punya persediaan ban dalam dan ban luar.


2. Seli 20"

Dahon, 20" folding bike
Menggunakan roda dengan diameter 20", menawarkan performa yang imbang antara dipakai cruising speed maupun kompatibilitas dengan moda transportasi umum. Di Indonesia, tampaknya hanya kereta api moda transportasi yang paling nyaman digunakan saat anda membawa seli 20". Desain bus maupun angkot disini masih terlalu sempit untuk seli 20".

20" folding bike on public transportation
Stock ban dalam maupun ban luar melimpah, namun tidak ada salahnya selalu stock ban dalam cadangan di rumah. Drivetrain mudah untuk diupgrade atau mix and match, karena masih bisa menggunakan RD mid cage dengan aman. Pilihan merk dan tipe pun jauh lebih banyak dibandingkan seli 16".

Kesimpulan akhir: Tidak terlalu ringkas, enak untuk diupgrade, dan bisa dipakai ngebut!


Silahkan dipertimbangkan sebelum membeli sepeda lipat impian anda. Different wheel size different strategy to do.


Keep cycling and have fun!

Thursday, 11 June 2015

Folding Bike Issue: Right Weapon For Your Commuting Or No?

Dibandingkan beberapa tahun lalu, sepeda lipat mulai jarang terlihat saat ini. Hanya segelintir cyclist yang masih menggunakan sepeda lipat-nya. Kebanyakan sudah menjual sepedanya, dijadikan sepeda untuk anaknya, atau bahkan dibiarkan berdebu di gudang.

Brompton
Apakah sepeda lipat akan punah dari Indonesia? Saya rasa tidak, pelan tapi pasti sepeda lipat menemukan penggemarnya sendiri, merk-merk sepeda lipat premium seperti Brompton, Bike Friday sering terlihat wara-wiri di event CFD Jakarta. Bahkan beberapa waktu lalu, teman TS sempat berniat membeli Tyrell, sayang niat tersebut batal diwujudkan.

Pertanyaan besarnya adalah, kenapa cyclist jarang terlihat menggunakan seli untuk commuting? Apakah seli tidak cocok untuk commuting di Indonesia?

Mari kita lihat dari beberapa aspek yang umum:

1. Jarak tempuh

Dengan diameter roda yang kecil 16/20" tentunya penggunaan seli untuk jarak jauh perlu dipertimbangkan lagi, bukan berarti saya mengatakan seli tidak bisa untuk jarak jauh, namun penggunaan roda diameter kecil tidak efisien dalam segi tenaga. Jarak terjauh yang pernah saya tempuh dengan seli 20" adalah 45km/hari

2. Kompatibilitas dengan angkutan umum

Bawa seli ke angkot, bus maupun krl? Sampai saat ini masih terbatas konsep. Okupansi penumpang pada angkutan umum saat jam berangkat dan pulang kerja sangat luar biasa. Hampir tidak mungkin membawa seli di krl pada happy hour.

Folding Bike admin di KRL CL

3. Special parts

Sepeda yang digunakan untuk commuting harus durable dan mudah didapat partsnya. Celakanya, beberapa pabrikan seli menggunakan special parts pada seli buatan mereka, contoh, hub Dahon, Brompton, Hasa, menggunakan OLD 74mm, hub dengan OLD seperti itu hanya sepeda lipat yang menggunakannya. 

Kinetic Hub For Dahon
Jika terjadi trouble, bisa panas dingin mencari partsnya, kalaupun tersedia di Indonesia, harganya mahal sekali. Hal tersebut tentunya akan menjadi pertimbangan tersendiri untuk menggunakan seli sebagai sepeda commuting.


Jika anda mau menggunakan sepeda lipat untuk commuting, pertimbangkanlah 3 hal diatas. Jika anda bisa berdamai dengan 3 kondisi diatas, happy go folding!! Jika tidak, masih ada tipe sepeda lain yang cocok untuk commuting anda.


Keep cycling and have fun! 

Wednesday, 10 June 2015

Wet Tissue For Bike Commuting

Masalah klasik yang kadang membuat seseorang tidak mau menggunakan sepeda untuk commuting adalah tidak tersedia kamar mandi di tempat tujuan. Ada juga yang malas harus membawa perlengkapan mandi kemana-mana.



Bisa dibayangkan betapa tidak nyamannya badan lengket oleh keringat, ditambah lagi bau badan yang cukup kuat. Hal ini cukup menurunkan rasa percaya diri dan akan dijauhi orang lain. Hehehehehehe.

Lucky, tempat saya bekerja memiliki kamar mandi, sehingga aktivitas B2W tidak mengalami kendala, namun bagaimana jika saya ingin menggunakan sepeda ke mall misalnya? Hanya tersedia toilet, rasanya tidak nyaman mandi di toilet kan?



Well...menggunakan wet tissue menjadi solusi dari permasalahan di atas. Saya sudah coba beberapa kali menggunakan wet tissue untuk membersihkan badan dari keringat. Rasanya memang tidak sesegar sehabis mandi, namun works very well. Badan tidak lengket dan bau.

Saya biasanya menghabiskan 2 lembar wet tissue dalam sekali pakai (ukuran 15cm x 20cm), dan sengaja membeli yang non-perfume dan alcohol free. Tunggu keringat anda berhenti keluar, gunakan wet tissue untuk membasuh badan anda, dan anda siap berinteraksi kembali di keramaian.



Keep cycling and have fun!