Pages

Wednesday, 11 February 2015

Epic B2W (Again) Pannier Fall, Big Shower, Flat Tyre, Stuck on Traffic Jam


Tanggal 11 Februari 2015, kembali lagi merasakan "epic" ride. Start dari rumah dalam kondisi kering, berharap stay dry until arrive at office. Shit, its just a dream, setengah perjalanan, hujan mulai turun dengan deras. Huff, terpaksa menepi dan mengenakan rain gear. Lanjutkan perjalanan lagi, sampai di sekitar Jatinegara, sepeda menghantam lubang yang tertutup genangan air, bruakkk... pannier kanan sukses lepas dan menghantam aspal tanpa ampun. Ciittt.....mobil di belakang saya spontan mengerem agar tidak melindas pannier saya yang jatuh di tengah jalan.

Haduh, buru-buru menepikan sepeda dan menyelamatkan pannier yang ada di kolong mobil, hasilnya rain cover sobek karena bergesekan dengan aspal (mungkin dengan mobil juga karena posisi tas sudah berada di kolong mobil). Hiks, pasang kembali pannier ke rak sambil berdoa supaya tidak terlepas lagi.


Karena saya prediksi jalur Jatinegara macet akibat banjir dan sebagian ruas jalan dijadikan posko pengungsian, akhirnya sepeda saya arahkan ke Jalan Pemuda, daerah Rawamangun. Berharap terhindar dari kemacetan, ternyata malah stuck, Wuaaaa....sial sekali. Seakan belum cukup kejadian menyebalkan yang terjadi, tiba-tiba handling sepeda menjadi agak aneh, seperti gejala ban belakang kempes, huftt...langsung menepi dan cek ban belakang... yeah...bocor halus!! Grrrrr....... Bocor seperti ini paling susah dicari penyebabnya kalau dilakukan di pinggir jalan.


Kehujanan, traffic jam plus ban bocor halus, lengkap sudah. Karena sudah terlalu kesal dan kondisi yang kurang kondusif (hujan deras, minim tempat yang kering dan kosong untuk bongkar pasang ban), akhirnya saya pompa saja ban belakang sampai keras dan lanjutkan perjalanan lagi, hasilnya setiap beberapa km harus menepi dan memompa ban belakang kembali.  Capee deh....


Thanks God, akhirnya sampai juga di kantor dalam kondisi lelah, baik secara fisik maupun mental. Masih ada pekerjaan menunggu seharian dan 30km lagi perjalanan pulang yang harus dilalui, and the story goes....


Still...Ride On!

4 comments:

Anonymous said...

Perlu dipikirkan, ban tubeless untuk sepeda

Decky Putra said...

Rim-nya masih mahal om :D, tapi bener juga sih pake tubeless

Anonymous said...

Ban depan saya, cepat sekali habis anginnya. Kalau dicek, pakai air di tukang tambal ban, tidak ada tanda-tanda bocor. Pernah mengalami hal yang sama?

Decky Putra said...

Cepat sekali habisnya ini dalam jangka waktu berapa lama? Jika hanya dalam seminggu sudah kempes masih wajar, bahkan saya pernah habis offroad bberapa jam, tekanan angin ban berkurang 10-15psi