Pages

Sunday, 11 January 2015

B2W Bike Setup: Giant ATX, The Aggressive Weapon

Hola!

Selama menjalani b2w saya sudah menggunakan berbagai macam jenis sepeda, mulai dari sepeda lipat, MTB, Hybrid/Tour sampai FG/SS. Kali ini saya akan share bike setup saat saya menggunakan salah satu sepeda saya, Giant ATX.

Giant ATX adalah sepeda hardtail 26", setup awal sepeda ini saya buat untuk speeding dan tanjakan, that's why saya menggunakan stem negatif, supaya roda depan tidak mudah terangkat saat menanjak. Saat digunakan untuk b2w, tidak banyak perubahan yang saya lakukan. Pertama, saya mengganti pedal clipless dengan pedal flat with spike, tujuannya supaya saya bisa fleksibel memilih alas kaki yang akan digunakan saat b2w, lagi pula, dengan rute yang macet menggunakan pedal cleat sama sekali tidak nyaman.



Selain mengganti pedal dari clipless ke flat, saya menambahkan beberapa parts khas commuting, yaitu:

1. Fender,


Fender ini sebetulnya sepasang (depan-belakang, namun karena fork yang saya gunakan tidak tersedia lubang untuk baut fender depan, jadilah saya gunakan fender belakangnya saja :D, fender depan menggunakan tipe down tube). Supaya fender belakangnya enak dilihat, terpaksa fender tersebut harus dimodifikasi sedikit (lihat di gambar) tujuannya supaya fender tidak terlalu jauh jaraknya dengan ban belakang.

2. Front & Rear lamp



Wajib hukumnya bagi saya menggunakan lampu saat commuting, saya berangkat masih gelap, pulang pun sudah gelap, hahahahaha

3. Rack



saya sengaja menggunakan rack dengan tipe seat post clamp. Alasannya, supaya cepat bongkar pasangnya dan juga tidak terlalu pusing memikirkan rak patah saat diajak naik turun trotoar atau melewati rel kereta api dengan kecepatan cukup tinggi. Saya tidak menggunakan tas karena rak ini hanya untuk membawa pakaian saja.

4. Top Tube Bag


Isinya ban dalam serta tools kit, saya menggunakan tipe seperti ini karena tidak mengganggu saat standing.

Selain menambahkan beberapa parts sebagai penunjang, saya juga berusaha memanfaatkan ruang yang ada di sepeda untuk membawa barang. Tujuannya supaya beban di backpack tidak terlalu berat. Pada foto diatas terlihat kan ada gulungan berwarna hitam yang terikat di handlebar? Gulungna hitam itu jas hujan, hehehehe, cara mengikatnya bagaimana? Sepertinya sudah cukup jelas pada foto diatas.

That's it. Kedepannya saya berencana mengganti rack belakang dengan sadle bag extra besar, supaya rackless dan lebih santai saat melewati jalan rusak (tidak takut rack patah). See you again next time.



Run with fats, not oils

Ride On!


3 comments:

Bayu Adhiwarsono said...

Om, itu pengikat fender depan pakai apa? Kawat?

Decky Putra said...

fender depan pakai velcro..fender belakang pakai kawat

Bayu Adhiwarsono said...

Depan itu pasang di downtube kan ya? Sama saya juga. Tapi kalau gowes agak kencang cipratan air dari ban jadi ke depan atas, alhasil muka nabrak cipratan 😀

Lihat fender belakang si om jadi keidean, pasang fender depan pake kawat juga.