Pages

Thursday, 29 January 2015

B2W Story: Roadside Repair

Tanggal 28 Januari 2015, jam 18:00 saya bersiap-siap untuk pulang. Saya mulai mengayuh Hemster dengan perlahan, meliuk-liuk melewati kendaraan bermotor, sesekali berjalan kaki dan juga naik turun trotoar. Hemster terus maju menembus kemacetan di sekitar RSCM dan Jatinegara. So far so good perjalanan ini, namun.....Cusssss....ban belakang Hemster bocor di dekat SPBU daerah Pondok Kopi :(


Oke, shit happens, no need to angry, find the solution first.

Hmm..langsung berhenti dan mencari tempat untuk bongkar ban. Dalam mencari tempat untuk roadside repair saya menggunakan prinsip:

"Cuma Kerang Bersih" 

Cukup Aman, Kering, Terang & Bersih

Singkat cerita, saya menuntun Hemster ke SPBU, posisikan ban ada diatas, keluarkan spare ban dalam, tyre lever serta mini pump, saya siap untuk mengganti ban yang bocor. Mulai melepas wheelset belakang dari frame, buka ban luar dan segera cek lokasi kebocoran pada ban dalam. Pompa sedikit dan tangan saya mulai menyusuri ban dalam tersebut sedikit demi sedikit.

Huff, lokasi kebocoran bisa ditemukan dan ternyata pada ban dalam yang menghadap ke rim. Hufftt, bocor pada bagian dalam ini paling menyebalkan, karena penyebabnya bisa macam-macam, bahkan pada beberapa kasus tidak langsung ketahuan apa penyebabnya. 

Ambil wheelset dan mulai cek apakah ada benda tajam di dalam rim. Dilihat, diraba dan dirasakan, :D. dan ternyata...penyebab ban dalam saya bocor adalah rim tape yang bergeser! Rim tape yang bergeser mengakibatkan lubang tempat jari-jari terbuka sehingga ban dalam melesak masuk dan sobek. Haduh, saya bingung apa peyebab rim tape ini bergeser, padahal rim tapenya baru 3 bulan yang lalu saya ganti dan tekanan angin pada ban juga selalu saya jaga pada kondisi optimum.

Maybe just a bad luck.

Oke, langsung perbaiki posisi rim tape, pasang ban dalam dan ban luar, pompa dan wheelset belakang terlah terinstall kembali. Bereskan peralatan, cek sekali lagi apakah ban belakang tidak bocor dan saya lanjutkan perjalanan pulang dengan berdoa agar tidak ada kejutan lainnya yang menanti.



Clue of the story:

1. Cari tempat untuk roadside repair dengan prinsip "Cuma Kerang Bersih" 

2. Selalu bawa multi tools, tyre lever, pompa dan ban dalam cadangan saat bersepeda

3, Pelajari dan latihlah kemampuan anda untuk bongkar pasang ban, ban bocor adalah masalah yang biasa dialami dan bisa terjadi kapan saja dimana saja


Run with fats, not oils

Ride On!


Monday, 26 January 2015

Epic B2W

Wah, b2w hari ini mungkin bisa masuk kategori epic. Dimulai dari janjian b2w bareng dengan salah satu member kaskus, kita set tikum di depan Pizza Hut Jatiasih, Bekasi. Saat menunggu, hujan mulai turun, dan tidak beberapa lama kemudian, hujan turun dengan derasnya. Wah? Pagi-pagi sudah hujan deras, mantabs, hehehehehehe.

Setelah ketemu dengan rekan perjalanan, saya lanjutkan perjalanan di bawah guyuran hujan. Konsentrasi tinggi melewati jalanan rusak yang tertutup oleh genangan air, sibuk shifting dan tiba-tiba..tinggg, tinggggg. Rekan perjalanan saya membunyikan bel. Shit happens, ban belakang dia bocor.

Jadilah kita lanjutkan gowes sambil mencari shelter. Singkat cerita, masalah ban bocor bisa ditangani. Lanjutkan perjalanan lagi sambil berharap tidak ada masalah apapun. Jalanan mulai padat, saya yang tidak terlalu terbiasa dengan kemacetan tersebut harus berpikir keras mencari jalur yang kosong, sometimes harus diam bersama kendaraan lain, somtimes ambil keputusan untuk lawan arah.

Matahari mulai bersinar, namun hujan masih malu-malu untuk berhenti, jalananpun semakin padat. Naik turun trotoar, selap-selip diantara roda 4 menjadi menu pagi ini. Sampai sekitar stasiun Jatinegara, tiba-tiba..tinggg-tingggg. Oh no, don't say he got a flat tyre again, and....the worse comes. Flat tyre AGAIN!!

Damn!! Sial sekali rekan perjalanan saya hari ini. flat tyre twice in the morning! Akhirnya saya berpisah di stasiun Jatinegara, rekan saya melanjutkan perjalanan dengan KRL Commuter Line. Huhhhhh....Hujan mulai berhenti, pedal terus dikayuh.

Sampai sekitar Matraman, pedal kiri terasa aneh, lihat kebawah dan grrr......crank arm loose! Gila, ada saja mechanical failure pagi ini! Langsung menepi dan ambil multi tools untuk mengencangkan baut-baut crank arm. Celakanya saya tidak bawa kunci untuk compression ring-nya (crank arm deore Hollowtech 2). Siapa juga yang menyangka crank arm bisa kendor ditengah jalan?

Haduh...setelah selesai mengencangkan baut lanjutkan lagi perjalanan sampai ke kantor, alhamdulillah tidak ada masalah berarti selain rantai bergesekan dengan FD karena crank tidak dikencangkan dengan baik, bukan masalah, tinggal setting FD agar agak keluar posisinya.

Hasil akhirnya, total perjalanan pagi ini memerlukan waktu 3 jam 26 menit!!

What a day?



Apakah dengan kejadian ini saya jadi kapok b2w? Tidak! Perjalanan memang tidak selamanya mulus, pasti ada saja tantangannya, yang penting kita selalu berdoa dan mempersiapkan diri semaksimal mungkin.


Run with fats, not oils.

Ride On!


Friday, 23 January 2015

B2W Long Distance: Every kg Count

Jika pada artikel sebelumnya saya membahas tentang pace, pada artikel kali ini saya akan membahas pengalaman membawa beban saat b2w. Membawa tas (apapun bentuknya) merupakan hal yang lazim dilakukan oleh para b2w-ers. Biasanya isi tasnya tidak jauh dari gadget, charger, baju ganti dan perlengkapan mandi, beberapa rider bahkan membawa laptop juga.


Jika jarak yang anda tempuh saat b2w cukup dekat, bawaan sebanyak dan seberat itu mungkin tidak terlalu jadi masalah. Namun saat b2w dengan jarak yang jauh, hal tersebut akan menjadi masalah. Bayangkan anda membawa beban seberat 5kg pada punggung anda, 10km pertama you feel nothing, in next km you will feel something :D. 

Bahu pegal dan pinggang nyeri merupakan hal yang common bagi cyclist yang menggunakan backpack atau messenger bag untuk membawa barang. Bagaimana dengan cyclist yang menggunakan pannier? Kaki-lah yang akan merasakan beban tersebut, betis dan paha pegal biasanya terjadi.


So? Mungkinkah anda b2w tanpa membawa tas sama sekali? Rasanya tidak mungkin terjadi. Namun ada banyak solusi untuk mengurangi beban yang anda bawa setiap hari, silahkan cek daftar di bawah ini, mungkin ada yang bisa anda gunakan.

1, Tinggalkan peralatan mandi di kantor, extra cost setiap bulan untuk membeli peralatan mandi tambahan, namun beban bawaan anda akan berkurang.

2. Pack and drop suit in your office, anda tidak perlu setiap hari membawa baju kantor, jika anda tinggalkan baju kantor untuk seminggu, anda hanya akan mendapatkan beban tambahan baju kotor saat pulang saja. Jika anda mau melakukan ini berarti minimal anda menggunakan kendaraan bermotor 1 minggu sekali untuk membawa pakaian tersebut.

3. Leave your laptop, jika anda punya laci yang terkunci, tinggalkan saja laptop di laci tersebut. Lagipula, membawa laptop kerja ke rumah akan membuat waktu istirahat anda di rumah tidak maksimal :P. Point ini akan mengurangi bobot bawaan anda secara signifikan.

4. Strip unnecessary parts from your bike, beban yang anda bawa saat bersepeda itu bisa dibagi jadi 3 hal, beban tubuh anda sendiri, beban tas beserta isinya dan beban sepeda. Dari 3 hal tersebut yang paling mudah dilakukan adalah point no. 2 dan 3. Jika sepeda anda saat ini penuh dengan aksesoris, coba pikirkan kembali, aksesoris apa yang benar-benar anda butuhkan. Gantungan tag b2w di sadel? Tutup valve dari logam? Shave your bike weight dude, more light its better.

See you next time.



Run with fats, not oils

Ride on peace, save your legs for tomorrow   

Thursday, 22 January 2015

Ride On!

Hit the floor, down to road
Still misty and dark
Gloomy Monday, shattered hope
Fuck'in hell! I wanna ride!

Spin on wheels, leave anything behind
Wind blows, cold turn to heat
Grab bar tight, pedal as hard as i can
Raising the speed, crack the silence

Ride On!
Leave my problem behind
Big grin!
Joyness over my head
Sweat and sore
I don't care anymore!

My heart pumping, turn to be something
Gonna maintain the pace
Hard breathe, strain the muscle
Shut up legs! Keep on run!

Secure the line, keep it tight
Near miss the cars
Laughing see the traffic
Keep on way when the others stuck

Ride On!
Leave my problem behind
Big grin!
Joyness over my head
Sweat and sore
I don't care anymore!


Run with fats, not oils

Ride On!

Monday, 19 January 2015

B2W long distance: Its Not a Speed Issue

Setelah melakukan beberapa kali percobaan b2w dengan jarak yang cukup jauh (60km back and forth), saya mendapatkan beberapa pelajaran. Salah satu pelajaran yang saya dapat adalah, b2w dengan jarak jauh orientasinya adalah endurance, bukan kecepatan.

Why? Mungkin pengalaman saya bisa menjelaskan hal tersebut. Saya melakukan percobaan b2w jarak jauh dengan target dapat melakukan hal tersebut selama 2 hari berturut-turut. Pada percobaan 1-4 saya gagal melanjutkan b2w pada hari kedua. Penyebabnya ada beberapa, tapi yang paling parah, saya masih merasakan pegal-pegal pada betis dan paha di pagi hari setelah sehari sebelumnya melakukan b2w jarak jauh.




Pada percobaan 1-4 saya cenderung menggunakan kombinasi big gear pada chainring dan mid gear pada sprocket saat jalanan kosong, dan menggunakan kombinasi mid gear pada chainring maupun sprocket saat jalanan padat/resting. Pada percobaan ke 5, saya merubah pola/pace bersepeda saya. Saya menggunakan kombinasi mid gear pada chainring maupun sprocket saat jalanan padat/resting maupun saat jalanan kosong. Tentu saja avs menurun, tapi yang mengejutkan, waktu tempuhnya tidak mengalami perbedaan yang signifikan.

Dari data di strava, terlihat bahwa pada percobaan 1-4, setelah menggunakan  kombinasi big gear pada chainring dan mid gear pada sprocket saat jalanan kosong, saya cenderung lebih lama resting-nya. Hal yang wajar, setelah push dengan ratio besar tentu saja saya perlu recovery, nah waktu recoverynya ini jadi panjang :D.




Nah, setelah melakukan percobaan ke 5 ternyata saya bisa bangun keesokan paginya tanpa merasakan nyeri atau pegal pada otot betis dan paha (Yeayyy!!) Langsung b2w lagi pada hari kedua dan ternyata saya survived. Huff....

Bisa b2w jarak jauh 2 hari berturut-turut
Mulai sejak itu, jika saya b2w/bersepeda menempuh jarak yang jauh saya pilih jaga pace saja pada kombinasi gear yang nyaman, tidak ada lagi speed burst saat tanjakan atau sprint saat lihat jalan kosong. 


Dont waste your energy and strain your muscle in single ride, think about your ride tomorrow.


Run with fats, not oils.

Ride On!



Sunday, 18 January 2015

Magazine Scrap: MTB Pt 5

Another mag'z scrap again fellas, kali ini tentang MTB test/review, yang terdiri dari:

1. Canyon Spectral AL 6.0
2. Giant Trance 27.5 2
3. Nukeproof Mega TR Race
4. Vitus Escarpe VRS
5. Giant Reign 27.5 1
6. Orange Alpine 160 RS
7. Vitus Sommet Pro

Silahkan download file-nya dengan klik gambar di bawah ini:



Happy reading

Run with fats, not oils

Ride On!

Wednesday, 14 January 2015

Stay Fit in Wet Season

Hujan mulai rutin menyapa Jabodetabek, hampir setiap hari hujan, dan waktu serta durasinya pun berbeda-beda. Namun apakah hal tersebut membuat kegiatan b2w saya terhenti? Hell no! Musim hujan sama seperti musim kemarau, punya tantangannya masing-masing yang bisa diatasi jika kita mau berpikir.


Salah satu hal yang umum terjadi pada musim hujan adalah penurunan daya tahan tubuh. Suhu udara yang cenderung dingin dan basah membuat orang-orang mudah terkena penyakit, seperti batuk, flu dan pilek. Apakah b2w hujan-hujanan akan membuat kita mudah terserang penyakit? Hmm, depends on.Tergantung bagaimana cara anda menyikapi musim hujan itu sendiri.

Sebelum saya share beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga tubuh dan pikiran saya tetap sehat, saya ingin memberikan applause kepada anda, para pembaca, yang tetap b2w walaupun musim hujan.



"One cyclist, its one less oils eater and more space in the roads"


Inilah beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga badan dan pikiran saya tetap sehat selama b2w di musim hujan:

1. Use the rain gear, beberapa orang mungkin berpendapat, bersepeda membuat kita berkeringat, badan dan bajupun akan basah oleh keringat, jadi tidak ada masalah hujan-hujanan, toh sudah basah juga. Well, wrong opinion. Jas hujan yang anda gunakan saat bersepeda tidak lagi berfungsi sebagai pelindung anda dari hujan, tapi lebih berfungsi untuk menjaga suhu tubuh anda tetap stabil. Suhu tubuh yang stabil salah satu kunci menjaga tubuh dan pikiran anda tetap sehat.

2. Banyak minum, Lho? Kan musim hujan, dingin, masa sering minum? Jangan heran, saat suhu dingin, tubuh anda akan melakukan pembakaran lemak lebih banyak untuk menjaga suhu tubuh anda tetap stabil. Pembakaran bisa terjadi karena ada 3 hal utama, yaitu lemak, udara dan air. So, stay rehidrated yourself even in a rain.

3. Tambahkan makanan tinggi energi pada menu harian anda, saya biasanya membawa gula merah saat b2w dengan jarak jauh. Saat musim hujan seperti saat ini, energi dari gula merah terasa sekali membantu melawan hawa dingin dan terpaan angin.

4. Keep yourself warm, masih ada hubungannya dengan point no. 1, selain menggunakan rain gear, anda bisa menjaga tubuh anda tetap hangat dengan mengoleskan minyak kayu putih ataupun minyak tawon pada tubuh anda, oleskan pada dada, perut dan leher. Cukup membantu membuat anda terasa hangat sepenjang perjalanan.

5. Keep yourself dry, ganti semua pakaian basah anda dengan pakaian kering segera setelah anda sampai di tujuan. Pakaian basah akan membebani tubuh dan menguras energi anda.

6. Peace in your mind, its just a rain, So? Masalah buat gue? :D, stay positive thinking saja, terimalah fakta bahwa pada musim hujan jalanan akan becek, licin serta membuat kemacetan di beberapa ruas jalan. Jangan mengeluh, tapi cari solusinya. Masalah akan selesai jika ada solusinya. 


Itulah beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga badan dan pikiran saya tetap sehat selama b2w di musim hujan. Silahkan dicoba, semoga positif hasilnya.


Ngacir gan :D


Run with fats, not oils

Ride On!


Magazine Scrap: Motorcycle Test Pt 4

Here are Magazine Scrap: Motorcycle Test Part 4, dengan menu:

1. Honda Crossrunner
2. Moto Guzzi V7 2
3. BMW S100RR
4. BMW R1200LT
5. BMW F800 Series

Silahkan download dengan klik gambar di bawah ini:



Happy reading

Ride safe, obey the rules

Sunday, 11 January 2015

B2W Bike Setup: Giant ATX, The Aggressive Weapon

Hola!

Selama menjalani b2w saya sudah menggunakan berbagai macam jenis sepeda, mulai dari sepeda lipat, MTB, Hybrid/Tour sampai FG/SS. Kali ini saya akan share bike setup saat saya menggunakan salah satu sepeda saya, Giant ATX.

Giant ATX adalah sepeda hardtail 26", setup awal sepeda ini saya buat untuk speeding dan tanjakan, that's why saya menggunakan stem negatif, supaya roda depan tidak mudah terangkat saat menanjak. Saat digunakan untuk b2w, tidak banyak perubahan yang saya lakukan. Pertama, saya mengganti pedal clipless dengan pedal flat with spike, tujuannya supaya saya bisa fleksibel memilih alas kaki yang akan digunakan saat b2w, lagi pula, dengan rute yang macet menggunakan pedal cleat sama sekali tidak nyaman.



Selain mengganti pedal dari clipless ke flat, saya menambahkan beberapa parts khas commuting, yaitu:

1. Fender,


Fender ini sebetulnya sepasang (depan-belakang, namun karena fork yang saya gunakan tidak tersedia lubang untuk baut fender depan, jadilah saya gunakan fender belakangnya saja :D, fender depan menggunakan tipe down tube). Supaya fender belakangnya enak dilihat, terpaksa fender tersebut harus dimodifikasi sedikit (lihat di gambar) tujuannya supaya fender tidak terlalu jauh jaraknya dengan ban belakang.

2. Front & Rear lamp



Wajib hukumnya bagi saya menggunakan lampu saat commuting, saya berangkat masih gelap, pulang pun sudah gelap, hahahahaha

3. Rack



saya sengaja menggunakan rack dengan tipe seat post clamp. Alasannya, supaya cepat bongkar pasangnya dan juga tidak terlalu pusing memikirkan rak patah saat diajak naik turun trotoar atau melewati rel kereta api dengan kecepatan cukup tinggi. Saya tidak menggunakan tas karena rak ini hanya untuk membawa pakaian saja.

4. Top Tube Bag


Isinya ban dalam serta tools kit, saya menggunakan tipe seperti ini karena tidak mengganggu saat standing.

Selain menambahkan beberapa parts sebagai penunjang, saya juga berusaha memanfaatkan ruang yang ada di sepeda untuk membawa barang. Tujuannya supaya beban di backpack tidak terlalu berat. Pada foto diatas terlihat kan ada gulungan berwarna hitam yang terikat di handlebar? Gulungna hitam itu jas hujan, hehehehe, cara mengikatnya bagaimana? Sepertinya sudah cukup jelas pada foto diatas.

That's it. Kedepannya saya berencana mengganti rack belakang dengan sadle bag extra besar, supaya rackless dan lebih santai saat melewati jalan rusak (tidak takut rack patah). See you again next time.



Run with fats, not oils

Ride On!


Friday, 9 January 2015

Cycling Humor Pt. 2

Ketawa lagi yuk? :D

Q: "What is recycling?"

A: "Getting on your bike twice."


guarantee no flat

The real cyclist prepare to born....

Ring the bell

A tired cyclist stuck his thumb out for a lift. After 3 hours he hadn't got anyone to stop. Eventually, a guy in a sports car pulled over and offered him a lift but, of course, the bike wouldn't fit in the car. The driver got some rope out of his boot [trunk] and tied it to his bumper. He tied the other end to the
bike and told the rider, 'If I go too fast, ring your bell and I'll slow down.'

Everything went well until another sports car overtook them. The driver forgot all about the cyclist and put his foot down. A short distance down the road, they hammered through a speed trap. The cop with the radar gun radioed ahead to his colleague that 2 sports cars were heading his way at over 150 mph. He then added, 'And you're not going to believe this - there's a cyclist behind them ringing his bell to pass.'

Any comment?....

Source: Google


Run with fats, not oils

Ride On!


Thursday, 8 January 2015

Magazine Scrap: Roadbike Pt 9

Another mag'z scrap again fellas, kali ini tentang roadbike test/review, yang terdiri dari:

1. Cinelli Very Best Of
2. No. 22 great Divide
3. Cube Agree GTC SLT
4. Cube Peloton Pro
5. Focus Culebro 4.0
6. Marin Lombard
7. Mekk Pinerolo 1.5
8. Giant Defy 0
9. GT Grade Alloy 105

Silahkan download file-nya dengan klik gambar di bawah ini:


Happy reading.

Run with fats, not oils.

Wednesday, 7 January 2015

Backpack/Messenger VS Pannier

Saat anda memutuskan commuting menggunakan sepeda, selain mempertimbangkan jarak, waktu tempuh, dan kondisi fisik, ada satu hal lagi yang perlu anda pertimbangkan, yaitu cara membawa barang-barang yang anda butuhkan. Point ini sangat penting karena kenyamanan dan kecepatan anda saat bersepeda dipengaruhi oleh bagaimana cara anda membawa barang.


VS



Ada yang suka membawa barang menggunakan backpack atau messenger bag, sebagian lainnya memilih menggunakan pannier. Setiap opsi mempunyai plus/minus. Saya akan share pengalaman saya mencoba dua opsi tersebut.

Backpack/Messenger

Plus:

1.  Beban dibawa oleh badan, bukan oleh kaki, bobot bawaan menjadi satu dengan bobot dari tubuh. 

2. Bagi anda yang suka mampir-mampir selama commuting, tidak perlu membuang waktu copot-pasang panniers

3. Karena tidak merubah center of gravity maka handling tidak terganggu

4. Have a back protection when you fall from bike

5. Worry free when see an offroad, no rattle, broke clip etc.

6. Tidak merubah gaya manuver anda

Minus:

1. Pegal pada bahu dan lengan

2. Bisa throw over your head saat mengerem jika menggunakan roadbike plus backpack


Pannier

Plus:

1. Tidak ada pegal di bahu akibat memanggul beban

2. Kapasitas bisa lebih besar daripada backpack/messenger, means you can carry bigger and lots of stuff.

Minus:

1. Karena merubah center of gravity, handling akan terganggu

2. Repot harus copot-pasang panniers saat mampir ke suatu tempat (well you can leave your pannier with a risk being stolen)

3. Worried saat melintasi jalan rusak, rattle dan beresiko clip patah

4. Beban ditanggung oleh kaki

5. Manuver agak terbatas, karena bagian belakang/depan sepeda menjadi agak lebar



Well, thats my experience doing B2W using Backpack/Messenger and pannier. Here's i make a easier for you to choose which suit you better.

Use a Backpack or Messenger bag if:

1. Hanya membawa beberapa barang yang tidak terlalu berat

2. Short trip (below 30km)

3. Mayoritas jalan yang anda lalui bergelombang/rusak

4. Kondisi traffic macet

5. Need a fast ride!


Use Pannier if:

1. Bring a lot of stuff

2. Mid-long trip (>30km)

3. Permukaan jalan cenderung mulus




Run with fats, not oils

Ride On!



Monday, 5 January 2015

Magazine Scrap: MTB Pt 4

Another mag'z scrap again fellas, kali ini tentang MTB test/review, yang terdiri dari:

1. Orange Segment RS
2. Specialized Camber Expert Evo
3. Whyte T-129 Works SCR
4. Cube Aim SL 27,5
5. Scott Aspect 740
6. Saraken Mantra
7. Carrera Kraken

Silahkan download file-nya dengan klik gambar di bawah ini:


Happy reading

Run with fats, not oils

Ride On!

Sunday, 4 January 2015

Why I'm Still B2W In Rainy Day

Hujan mulai rutin menyapa tiap hari. Rutinitas b2w jadi semakin menantang. Kondisi jalan yang becek, jarak pandang menurun dan suhu yang dingin rasanya membuat malas bersepeda. Maunya sih ngumpet di balik selimut, makan mie kuah sambil browsing, ahhhh.....what a lazy day, wkwkwkwkw.


Jadi laper nih
Unfortunately, saya masih harus berangkat kerja. 

Pindah moda transportasi? Hmm, No! What? No!

Why?

Musim hujan di Jakarta artinya:

1. Kolam bebek muncul dimana-mana

2. Kemacetan yang makin gila

3. Peluang accident meningkat

4. Bensin makin boros

Megapolitan ya?
Coba kita jabarkan plus minus berbagai moda transportasi darat yang ada di Jakarta.

1. Angkutan umum

Plus:
  1. Bisa istirahat selama perjalanan (jika dapat tempat duduk)

  2. Tidak kehujanan

Minus:
  1. Lelet

  2. Biaya tinggi (dibandingkan naik sepeda)

  3. Kena macet juga (angkot/bus/ojek) kadang ada gangguan teknis (kereta api)


2. Mobil/Motor pribadi

Plus:
1. Tidak kehujanan (mobil)

2. Lebih cepat dari pada sepeda (mobil, jika berangkat pagi buta sebelum subuh :D)

3. Tidak menguras energi (jika tidak macet dan banjir)

Minus:
  1. High cost (dibandingkan angkutan umum dan sepeda)

  2. Pasti kena macet juga

  3. Stuck di tempat kemacetan

  4. Rawan mogok jika nekat menerjang kolam bebek

  5. Masih kehujanan dan kedinginan (motor)

  6. Mencuci motor atau mobil lebih lama dibandingkan mencuci sepeda


3. Sepeda
Plus:
  1. Fleksibel dalam kondisi macet/banjir

  2. Low cost (dibandingkan angkutan umum/kendaraan bermotor pribadi)

  3. Tidak kenal mogok karena menerjang kolam bebek :D

  4. Hanya perlu waktu 15-20 menit untuk mencuci sepeda

 5. Waktu tempuh lebih cepat daripada angkutan umum/kendaraan bermotor pribadi jika kondisi macet/banjir

Minus:
  1. Kehujanan

  2. Kedinginan

  3. Extra weight to carry (raincoat, change clothes) means extra energy to use

Dari pemaparan di atas, kendaraan darat yang paling versatile dalam kondisi hujan, macet dan banjir ya sepeda. Its time to back to basic. Saya anggap b2w selama musim hujan sebagai endurance training.


Its me, what about you? 


Run with fats, not oils

Ride On!

Saturday, 3 January 2015

Magazine Scrap: Motorcycle Test Pt 3

Here are Magazine Scrap: Motorcycle Test Part 3, dengan menu:

1. KTM 1290 Superduke
2. Moto Guzzi California 1400 Custom
3. Benelli TNT 1130 R
4. MV Agusta Burtale & Dragster
5. Triumph Thunderbird LT
6. Hero Splendor Pro Classic
7. TVS Scooty Zest

Silahkan download dengan klik gambar di bawah ini:


Happy reading

Ride safe, obey the rules

Thursday, 1 January 2015

My Ride Statistic On 2014

Bagi anda yang sudah punya akun strava, ada satu fitur yang cool, yaitu video statistik perjalanan anda selama 1 tahun :D. Berikut ini video statistik kegiatan bersepeda saya yang terekam di strava selama tahun 2014 (yang tidak terekam banyak juga sih, hehehehe).

video

Say goodbye to 2014, welcome 2015!

My cycling resolution in 2015 was:

1. Punya cyclocomp wireless dengan cadence meter
2. Bisa b2w Jatiasih-Gambir 3 hari berturut-turut
3. Disiplin dan menambah menu workout
4. Go to 65kg weight :D


Run with fats, not oils

Ride On!