Pages

Monday, 29 December 2014

Komparasi Jas Hujan Untuk Bersepeda (Commuting)

Bagi sebagian cyclist, hujan tidak menjadi halangan untuk tetap bersepeda, entah untuk berolahraga, maupun commuting. Jika tujuannya hanya untuk olahraga, mungkin tidak terlalu bermasalah berbasah-basah tanpa jas hujan, namun bagaimana dengan cyclist yang bersepeda untuk commuting? Jas hujan tentunya menjadi aitem wajib yang harus dibawa dan digunakan saat musim hujan.


Sampai saat ini, saya pribadi belum pernah menemukan jas hujan yang lengkap (baju+celana) khusus untuk cyclist. Selama kurang lebih 4 tahun b2w saya sudah coba berbagai jenis dan merk jas hujan untuk menemani kegiatan b2w saya. Berikut akan saya share plus minus dari berbagai jas hujan yang pernah saya pakai untuk b2w.

1. Axioo Europe


Model: 2 pieces (jaket + celana panjang)

Packing: Besar sekali dan cukup berat untuk dibawa-bawa, anda butuh tas minimal dengan kapasitas 15l untuk membawa jas hujan ini.

Performa: Saat dikenakan terasa berat di badan, walupun badan terlindung dari hujan, namun badan tetap basah kuyup akibat keringat yang timbul karena minimnya ventilasi pada jas hujan ini. Celananya juga tidak bisa untuk bersepeda. Setelah saya pakai 1 kali, jahitan pada bagian selangkangan mulai terlepas, dan setelah 3 kali pemakaian, saya resmi "ngompol" saat mengenakan celana tersebut. 

Overall rating: 2/5


2. BBB Rain Shield


Model: Jacket

Packing: Bisa dilipat sampai jadi ukuran kecil dan sangat ringan.

Performa: Saya tertarik membeli jas hujan BBB ini karena katanya anti air namun breatheble, alias tidak gerah saat digunakan, saya lihat memang ada ventilasi yang cukup besar di bagian kanan-kiri jaket tersebut. Jika hanya gerimis, jaket ini masih mampu menahan air, tapi saat hujan deras, ventilasi yang besar membuat jaket ini useless. Memakai jaket ini, tetap terasa gerah, namun tidak separah Axioo. 

Overall rating: 3/5


3. Tiger Head

Model: Ponco

Packing: Slim, tidak memakan tempat terlalu banyak di tas, bahkan bisa diselipkan di kantong jersey :D.

Performa: Sebelum pada protes bahwa jas hujan model ponco tidak safety bla, bla, bla. Saya setuju jas hujan ponco tidak safety jika digunakan untuk naik motor, untuk naik sepeda bagaimana? Dengan speed yang cenderung rendah drag resistance bukan menjadi issue disini, Bagaimana dengan kemungkinan jas hujan tersangkut di rantai sepeda? Saat saya pakai, dan duduk di saddle, bagian terpanjang jas hujan ini hanya sampai di bawah lutut, dan saat turun dari sadel, tetap saja tidak ada bagian jas hujan yang menggelantung mendekati gir/rantai sepeda.

Sejujurnya saya surprise dengan experience menggunakan ponco untuk bersepeda, tas punggung terlindungi dari hujan, celana pendek yang saya gunakan juga tidak basah sama sekali (tidak pernah terjadi saat menggunakan Axioo dan jaket BBB). Selain itu, ventilasinya yang sangat besar membuat badan tidak terlalu gerah, karena banyak angin yang masuk (dingin sih, tapi masih bisa dibantu dengan vest atau jaket).

Overall rating: 4,5/5

Kesimpulan, dengan harga murah (Rp40.000, bahkan jika anda membeli ponco yang bahannya tipis, harganya hanya Rp10.000, namun mudah sobek, handle with very-very care, wkwkkw), packing yang slim serta mampu mengcover tubuh mulai dari kepala sampai lutut, membuat saya lebih prefer pakai jas hujan ponco untuk rain gear saat bersepeda.

Semoga bisa membantu om dan tante dalam memilih rain gear yang sesuai untuk bersepeda.


Ride ON!!

Run with fats, not oils.

No comments: