Pages

Sunday, 16 November 2014

Upgrade, Are You Really Need It?

Mempunyai hobi itu menyenangkan, apalagi jika kondisi anda mendukung hobi anda. Mendukung dalam hal ini adalah dari sisi finansial, lingkungan serta kondisi fisik anda sendiri. Salah satu hal yang pasti dilalui (bahkan kadang didambakan :D) oleh hobiis adalah upgrade. Mulai dari upgrade parts sampai upgrade diri sendiri.


Mostly, hobiis memilih upgrade parts sebagai jalan pintas untuk mendapatkan performa yang diinginkan, sepeda kurang kencang, ganti bearing, ganti wheelset, ganti frame bahkan mungkin beli skinsuit sekalian. Tidak ada yang salah dengan hal itu, tapi apakah anda memang benar-benar membutuhkan upgrade parts?

To be honest, saya sudah melewati fase dimana tergila-gila dengan kegiatan upgrade parts, bahkan bukan hanya upgrade, sampai menambah koleksi sepeda di rumah :D. Now i sit down, breathe and remind the old days.

Teringat masa-masa saya mengirit pengeluaran hanya untuk membeli parts sepeda, kegiatan b2w yang harusnya mengirit pengeluaran malah berganti tujuan, b2w agar bisa upgrade parts, hahahahaha. Apakah saya menyesal? Tidak! Saya tidak menyesal sama sekali pernah mengalami masa seperti itu karena (untungnya) saya masih rasional dalam memuaskan hobi bersepeda.


Terima kasih kepada internet dan teman di berbagai forum sepeda yang memberikan begitu banyak informasi sehingga saya bisa memutuskan segala sesuatunya dengan rasional. Namun berapa banyak orang yang seberuntung saya? Mungkin ada banyak cyclist pemula di luar sana yang kesulitan mendapatkan informasi, hanya mendapatkan rumor dan katanya begini, katanya begitu dst. Blog ini saya buat salah satu tujuannya adalah berbagi informasi, berharap bisa membantu cyclist lainnya dalam upgrade knowledge dan akhirnya bisa bijak dalam membelanjakan uangnya.

Sebagai cyclist pemula, terkadang anda minim informasi, anda hanya tahu sepeda itu frame dikasih dua roda and done! Itu dia sepeda. Anda tidak tahu bedanya outboard BB dengan BB square taper dan selalu terkaget-kaget dengan harga sepeda beserta partnya yang bisa mendapatkan satu rumah sederhana di pinggiran kota Jakarta :D.

Itu fase awal, setelah punya dana untuk membeli sepeda anda mulai mencari-cari informasi (smart buyer) namun ada juga yang langsung datang ke toko dan memilih sepeda hanya karena suka warna cat dan decalnya! Buyer seperti itulah yang menurut saya, hiks, kasihan sekali. Kenapa? Jika buyer tersebut punya dana yang besar tidak menjadi masalah, mereka hanya rugi waktu, sepeda tidak cocok tinggal jual dan beli lagi yang baru, tapi bagaimana jika buyer itu orang punya penghasilan pas-pasan? Terjebak dengan berbagai rumor dan marketing hype sehingga mendapatkan sepeda yang tidak seusai dengan kebutuhannya.



Setelah memiliki sepeda, anda akan mulai mencari teman yang bersepeda juga, nah..disini racun mulai berdatangan, katanya si A sadel ini enak lo, katanya si B ban ini bagus dll. To be short, sepeda itu sebetulnya tailor made, nyaman untuk dia belum tentu nyaman untuk anda. Jangan sampai hobi bersepeda mengacaukan cash flow anda. Jangan terjebak dengan marketing hype dan racun-racun tidak bertanggung jawab. Kenali anatomy sepeda anda, pelajari korelasi dan kompatibilitas setiap part yang menempel pada sepeda anda, lalu tentukan peruntukan anda bersepeda untuk apa, maka jawaban dari pertanyaan “Upgrade, Are You Really Need It?” akan tersedia di depan anda. Be honest with yourself, buy what you need not what you want.




Anda tidak perlu Pinarello Dogma hanya untuk ikut funbike namun anda juga tidak bisa main DH di Sebex dengan MTB XC.

n:joy

2 comments:

Arnold Kelly said...

enak nih bacanya..
upgrade juga pengaruh dengan psikologis atau ngehilangin rasa jenuh dengan sepeda..kadang nambah semangat kita untuk bersepeda juga..

Decky Putra said...

Setuju om, kalau lagi jenuh, saya biasanya mengingat-ingat kembali alasan saya bersepeda. Kadang hal itu masih kurang juga, perlu booster upgrade parts, even small things kaya ganit outer cable bikin semangat lagi, hahahaha