Pages

Wednesday, 19 November 2014

Mental Block in B2W

Berapa banyak dari anda, readers, yang ragu-ragu sebelum mencoba b2w pertama kali? Saya termasuk orang yang ragu saat pertama kali mencoba b2w. Perasaan tidak aman, takut dianggap aneh dll. menyergap pada malam hari sebelum my 1st b2w :D.



Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa mental block yang harus anda hancurkan sebelum anda merasa nyaman untuk melakukan b2w, yaitu:

1.  Time, time is priceless, time is money, yeah, you’ve got it right.

Anda takut terlambat masuk kerja jika menggunakan sepeda. Anda berasumsi naik sepeda akan lebih lambat daripada naik kendaraan bermotor. Well, tidak salah, secara teori memang seperti itu, namun pada prakteknya anda akan tercengang. Pada rute-rute yang melewati kantong kemacetan, naik sepeda bisa sama bahkan terkadang, lebih cepat daripada menggunakan motor sekalipun! Rute b2w saya adalah Tebet-Gambir back to to back, dengan menggunakan motor, waktu tempuh rata-rata saya adalah 1 jam, waktu tersebut didapatkan pada jam pergi dan pulang pekerja. Jika naik sepeda? Avg time-nya 45-50 menit!! Tidak percaya? Silahkan cek account Strava saya.

Kenapa bisa lebih cepat? Menurut saya ada beberapa faktor, yaitu: 1. Speed saat bersepeda relatif stabil dan lebih lambat daripada kendaraan lainnya, hal ini memberikan saya ruang dan waktu untuk bermanuver sehingga saat kendaraan lain harus berhenti saya dapat terus melaju 2. Menggunakan sepeda memungkinkan untuk ride and walk, dimana jika sudah macet sekali, saya tinggal turun dari sepeda dan berjalan kaki di trotoar, sedangkan menggunakan motor? Harap sabar dan diam di tempat :D

2. Low performance at office

Well im admitt it, masa-masa awal b2w saya memang diisi dengan kelelahan dan rasa mengantuk saat bekerja, hehehehe. Namun hal itu hanya berlangsung sekitar 2 minggu saja. Setelah itu, saya justru merasa segar saat tiba di kantor dan merasakan membawa motor lebih melelahkan daripada naik sepeda. Kok bisa? Naik motor kan tinggal gas pol saja? Balik lagi ke point no.1 rute kerja saya banyak melewati kantong kemacetan, proses akselerasi dan deselerasi yang berulang-ulang itu melelahkan, baik secara psikis maupun fisik. Ceritanya akan berbeda jika rute anda tidak macet sama sekali.

3. Alienation

Merasa aneh pakai sepeda ke kantor? Merasa gengsi? Kasihan sekali anda :D. Being diffrence its not always bad, and bring a bicycle to office is a very very good difference. Bersiaplah jadi pusat perhatian mulai dari satpam, resepsionis, rekan kerja, bahkan atasan anda :D. Bukan tidak mungkin mereka menaruh respect yang lebih terhadap anda.

4. B2W its sweaty & smelly

It will returning you a good health, increase endurance and lot of new experience. Pack your clothes and toiletress, ride and shower at office. Done. You will feel fresh and good saat mulai bekerja. Bandingkan dengan rekan kerja anda yang harus berpeluh keringat saat naik angkutan umum atau motor :D.

Itu faktanya, silahkan dipertimbangkan. Saya sudah menjalani b2w lebih dari 3 tahun, dan semakin hari semakin malas menggunakan kendaraan bermotor :D



n:joy

6 comments:

Rullah said...

Kayuh terus sepedamu, saya juga selama lebih dari 2 tahun menggunakan transportasi sepeda untuk rutinitas kerja :-)

Apolonia Kharisma said...

yap betul om
kadang sampe males pake kndaraan bermotor. cenderung lbih suka gowes, jarak gk masalah. begitu juga dengan cuaca :D
tpi kita harus bisa mengontrol diri kita jika boredom mlei mnyerang. karena menurut saya itu cukup membahayakan :P

Arnold Kelly Lisu said...

Keluar dari Comfort Zone adalah hal yang paling sulit

Decky Putra said...

Nice, keep cycling om Rullah

Decky Putra said...

Hahaha, rasa bosan bisa menyerang kapan saja, konsisten memang paling sulit :D

Decky Putra said...

got it right om :D