Pages

Sunday, 30 November 2014

Penyakit (Ringan?)

Sroott......huatchiiiii!!!!

Uhukk

Saya sempat sakit beberapa waktu lalu, katanya sih penyakit yang saya alami ini masuk kategori ringan, tapi penyakit ini sukses membuat saya puasa bersepeda selama beberapa hari, huahhhh :(

1. Diare

Kecuali anda pakai pampers, bersiaplah ride like hell menuju toilet terdekat saat sesuatu di perut anda  mulai meledak.


2. Masuk Angin

Hahhh, penyakit yang ini membuat anda merasakan nyeri di sekujur tubuh, terutama di persendian. Kaki yang terbiasa menggunakan ratio 46/16 tiba-tiba tidak ada tenaganya sama sekali. Pain and powerless.


3. Sakit kepala

Bisa sakit kepala menyeluruh ataupun migrain, penyakit ini sukses membuat anda sulit konsentrasi dan hilang keseimbangan.

So? Saran saya, jangan bersepeda saat mengalami 3 penyakit di atas, for your and people safety.


Run with fats, not oils

Saturday, 29 November 2014

Sejarah Jersey Tour de France

Pada tahun 1919, Tour de France kembali berjalan setelah 4 tahun vakum karena perang dunia. Direktur pertandingan, Henri Desgrange memutuskan bahwa pemimpin klasemen sementara harus mudah terlihat di dalam rombongan. Akhirnya pada tanggal 18 Juli 1919, Eugine Christophe mengenakan yellow jersey untuk pertama kali. Ada pertanyaan yang menggelitik, kenapa harus warna kuning? Rupanya warna kuning dipilih karena warna tersebut merupakan warna dari kertas L’Auto Velo, koran balapan yang menjadi salah satu sponsor Tour de France. :D



Pada tahun 1951, Tour de France menjalin kerjasama dengan Le Coq Sportif dan mengeluarkan green jersey. You know what? Lagi-lagi warna tersebut merupakan warna dari sponsor pertandingan, La Belle Jordiniere :D. Green jersey perdana dikenakan oleh Frits Schar dari Swiss.



Setelah yellow dan green jersey, pada tahun 1975 jersey polka dot dikenakan pertama kali pada tour oleh Lucien Van Impe, dan as usual, warna polka dot diambil dari warna sponsor Chocolat Poulain, dan jersey berikutnya adalah White jersey.



White jersey (1968) diberikan kepada rider muda terbaik dalam tour. Sampai saat ini 4 warna jersey tersebut masih digunakan dalam Tour de France dan menjadi daya tarik tersendiri.




Sekian sejarah jersey Tour de France, enjoy the race and the history.


Run with fat, not oils.

Thursday, 27 November 2014

Belanja di Giant Hypermart Dengan Hemster

Beberapa hari yang lalu saya iseng ingin coba belanja ke Giant (Jatiasih, Bekasi) pakai sepeda. Sebelumnya sudah pernah kesana beberapa kali, jadi saya sudah ada gambaran kira-kira dimana spot yang aman untuk parkir sepeda. (lucunya saya malah tidak pernah bertanya ke satpam apakah boleh parkir sepeda atau tidak, wkwkwkwk)

Giant Jatiasih, Bekasi
Siapkan sepeda, ikat box di rak belakang, hop and ride....

Sampai di Giant, dengan harap-harap cemas nanya ke satpam, "Pak, saya mau parkir sepeda, enaknya dimana ya saya parkir?"

Satpamnya malah senyum-senyum bingung "Terserah mas mau parkir dimana aja."

Gubrak! Kalau saya mau parkir di dalam Giant-nya boleh juga dong? Hahahaha :D

Sipp, dapat ijin parkir, sepeda langsung saya bawa ke spot yang dari kemarin saya incar untuk memarkir sepeda.

Unloading barang selesai, kunci double si hemster dan shopping time.

Selesai belanja, balik ke parkiran dan huff....hemster masih menunggu dengan setia, :)



Buka kunci, loading barang ke box dan kring-kring, saya pulang sambil memberikan tanda respek ke satpam (yang lagi-lagi menatap saya sambil senyum-senyum) dengan membunyikan bel.




Satpamnya ramah, no parking fee dan banyak spot buat merantai sepeda.


Good, bertambah lagi satu tempat yang bisa saya datangi pakai sepeda :D


Run with fats, not oils.


Wednesday, 26 November 2014

Gone In....

Masih fresh, baru terjadi pada tanggal 23 November 2014. TKP di lapak PKL area CFD di sekitar menara BCA. Teman saya dengan kesal bercerita dia kehilangan sepeda yang dia parkir tepat di depan lapak PKL!!

Damn! Kok bisa?

Rupanya saat dia parkir, sepedanya tidak dikunci sama sekali dan posisinya yang membelakangi sepeda (karena melihat-lihat barang di lapak PKL) membuat sepedanya menjadi sasaran yang mudah bagi maling sepeda.

Kira-kira seperti ini ilustrasinya
Dari ilustrasi diatas, terlihat sepeda sama sekali tidak terawasi oleh pemiliknya (asumsi, pemilik sepeda adalah salah satu anak kecil yang sedang melihat buku), ditambah posisi tidak terkunci, maka wushh.....goodbye, hiks.

Huhh...what we got? Sedikit repot bawa kunci sepeda dan menyediakan waktu untuk mencari tempat parkir yang aman lebih baik dari pada kehilangan sepeda.


Run with fats, not oils

Tuesday, 25 November 2014

Magazine Scrap: Health Issue

Another mag'z scrap again fellas, kali ini tentang health issue, yang terdiri dari:

1. Cycling Injured
2. Hidden Fat, The Inside Story
3. Lactic Myth Busted

Silahkan download file-nya dengan klik gambar di bawah ini:


Happy reading

Run with fat, not oils


Friday, 21 November 2014

Conquer Any Mountain

Tanjakan. Love it or hate it.



Berikut ini beberapa tips bagi anda untuk survive di tanjakan:

1. Riset

Anda bisa melakukan pemetaan rute tanjakan via google maps, anda bisa lihat elevasinya, menentukan kapan harus push kapan harus spin. Ratio gear juga bisa anda tentukan berdasarkan informasi tersebut. Jangna nekat lewat rute tanjakan dengan sprocket 11-23 dan chainring 53-36.


2. Sabar

Enjoy, nikmati tanjakan, view disekitar anda, jangan terburu-buru untuk mencapai puncak. Jaga pace anda tetap stabil sehingga jantung dan paru-paru anda tidak over work. Lebih bagus lagi jika anda punya HRM.


3. Hemat Nafas

Semakin tinggi dataran, maka akan semakin tipis kadar oksigennya. Kembali lagi, sabar.


4. Sit and out of the saddle

Tidak ada salahnya anda memvariasikan posisi anda saat bersepeda, misalkan 1 km sit, 1 km berikutnya stand. perbedaan posisi tersebut menggunakan otot yang berbeda pada tubuh anda sehingga saat anda melakukan salah satu posisi (sit/stand) otot yang lain memiliki kesempatan untuk beristirahat dan siap bekerja kembali saat anda butuhkan.


5. Latihan

Jika anda tinggal jauh dari pegunungan, anda bisa menggunakan flyover sebagai sarana untuk latihan tanjakan. Cobalah dengan ratio gear yang berat untuk simulasi beban saat menanjak.



n:joy

Thursday, 20 November 2014

Magazine Scrap: Roadbike Pt 3

Another mag'z scrap again fellas, kali ini tentang roadbike test/review, yang terdiri dari:

1. BMC Team Machine SLR 01
2. Swift Carbon Ultravox Ti Team Issue
3. Felt F2
4. Falco Peregrine
5. Rikulau Master
6. Ridley Helium RS
7. Cell Omeo 1.0
8. Scott Addict 10

Silahkan download file-nya dengan klik gambar di bawah ini:



Happy reading.

n;Joy

Wednesday, 19 November 2014

Mental Block in B2W

Berapa banyak dari anda, readers, yang ragu-ragu sebelum mencoba b2w pertama kali? Saya termasuk orang yang ragu saat pertama kali mencoba b2w. Perasaan tidak aman, takut dianggap aneh dll. menyergap pada malam hari sebelum my 1st b2w :D.



Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa mental block yang harus anda hancurkan sebelum anda merasa nyaman untuk melakukan b2w, yaitu:

1.  Time, time is priceless, time is money, yeah, you’ve got it right.

Anda takut terlambat masuk kerja jika menggunakan sepeda. Anda berasumsi naik sepeda akan lebih lambat daripada naik kendaraan bermotor. Well, tidak salah, secara teori memang seperti itu, namun pada prakteknya anda akan tercengang. Pada rute-rute yang melewati kantong kemacetan, naik sepeda bisa sama bahkan terkadang, lebih cepat daripada menggunakan motor sekalipun! Rute b2w saya adalah Tebet-Gambir back to to back, dengan menggunakan motor, waktu tempuh rata-rata saya adalah 1 jam, waktu tersebut didapatkan pada jam pergi dan pulang pekerja. Jika naik sepeda? Avg time-nya 45-50 menit!! Tidak percaya? Silahkan cek account Strava saya.

Kenapa bisa lebih cepat? Menurut saya ada beberapa faktor, yaitu: 1. Speed saat bersepeda relatif stabil dan lebih lambat daripada kendaraan lainnya, hal ini memberikan saya ruang dan waktu untuk bermanuver sehingga saat kendaraan lain harus berhenti saya dapat terus melaju 2. Menggunakan sepeda memungkinkan untuk ride and walk, dimana jika sudah macet sekali, saya tinggal turun dari sepeda dan berjalan kaki di trotoar, sedangkan menggunakan motor? Harap sabar dan diam di tempat :D

2. Low performance at office

Well im admitt it, masa-masa awal b2w saya memang diisi dengan kelelahan dan rasa mengantuk saat bekerja, hehehehe. Namun hal itu hanya berlangsung sekitar 2 minggu saja. Setelah itu, saya justru merasa segar saat tiba di kantor dan merasakan membawa motor lebih melelahkan daripada naik sepeda. Kok bisa? Naik motor kan tinggal gas pol saja? Balik lagi ke point no.1 rute kerja saya banyak melewati kantong kemacetan, proses akselerasi dan deselerasi yang berulang-ulang itu melelahkan, baik secara psikis maupun fisik. Ceritanya akan berbeda jika rute anda tidak macet sama sekali.

3. Alienation

Merasa aneh pakai sepeda ke kantor? Merasa gengsi? Kasihan sekali anda :D. Being diffrence its not always bad, and bring a bicycle to office is a very very good difference. Bersiaplah jadi pusat perhatian mulai dari satpam, resepsionis, rekan kerja, bahkan atasan anda :D. Bukan tidak mungkin mereka menaruh respect yang lebih terhadap anda.

4. B2W its sweaty & smelly

It will returning you a good health, increase endurance and lot of new experience. Pack your clothes and toiletress, ride and shower at office. Done. You will feel fresh and good saat mulai bekerja. Bandingkan dengan rekan kerja anda yang harus berpeluh keringat saat naik angkutan umum atau motor :D.

Itu faktanya, silahkan dipertimbangkan. Saya sudah menjalani b2w lebih dari 3 tahun, dan semakin hari semakin malas menggunakan kendaraan bermotor :D



n:joy

Tuesday, 18 November 2014

Magazine Scrap: Roadbike Pt 2

Another mag'z scrap again fellas, kali ini tentang roadbike test/review, yang terdiri dari:

1. Giant Defy Advanced SL O
2. Kuota Kharma
3. Enigma Excel Titanium
4. Trek Silque
5. Specialized New Tarmac S-Works

Silahkan download file-nya dengan klik gambar di bawah ini:





Happy reading.

n;Joy

Monday, 17 November 2014

Art Of Drafting

Apakah anda lone rider? Sering bersepeda sendiri? Well, anda tidak sendirian, saya juga termasuk lone rider :D, bukannya tidak suka bersepeda dalam kelompok, tapi karena seringkali waktu dan rute bersepeda saya tidak match dengan teman-teman saya. Selain itu skill saya juga belum mampu mengimbangi speed dan endurance teman-teman saya sehingga rasanya tidak nyaman karena pace-nya berbeda :D. (jujur sekali ya?)

Di dalam peloton, jujur saja , saya bukan tukang tarik, saya lebih sering berada di dalam rombongan (terkadang di dalam rombongan saja saya kesulitan mempertahankan pace :D). Overall, dari pengalaman saya selama ini, saya hanya mengetahui etika dalam peloton saja, seperti stay in line, jangan rem mendadak dsb. Saya tidak tahu bahwa ternyata ada seni dan teknik tersendiri dalam memposisikan diri di peloton.



Berikut ini hasil googling “Art Of Drafting” dari Bicycling.com:

Leader bonus, menurut Professor Fisika, Bert Blocken, PhD (University of Technology Netherland) Jika rider di dalam peloton mendapatkan advantage less drag, maka leader akan mendapatkan reduksi drag sebanyak 3,1%. Hal tersebut disebabkan oleh tekanan udara rendah yang tercipta diantara rider sehingga membuat leader lebih mudah membelah angin. (Pendapat ini perlu dicari data penelitiannya)



Stay close, idealnya posisikan ban depan anda sedekat mungkin dengan ban belakang rider di depan anda, namun hal tersebut memerlukan teknik dan konsentrasi yang sangat tinggi, anda terlambat membaca situasi, boom!, rombongan bubar seperti kartu domino. Sebaiknya jagalah jarak ban depan anda dengan rider di depan anda sebanyak ¾ dari roda belakang mereka, alias zig-zag. Whoaa, some people say’s its dangerous and reduce drag advantaged. 

Ok, bayangkan jika anda berbaris lurus in line dengan rider didepan anda dan rider tersebut tiba-memperlambat lajunya atau manuver menghindari lubang. Kemungkinan besar anda akan menabrak rider tersebut atau menghantam lubang dengan sukses karena anda hanya memiliki ruang dan waktu yang kecil untuk manuver. Mana yang lebih berbahaya?



Sweet spot, benefit dari drafting akan semakin meningkat dari rider kedua sampai ke rider kelima. Dalam grup yang berisi 5 orang, rider kelima akan mendapatkan advantage yang paling besar (ini posisi yang ideal buat saya :D hahahaha). Dalam rombongan besar, sebaiknya posisikan diri anda diantara posisi 5-8. Anda akan mendapatkan keuntungan paling besar dan peluang terlibat crash paling kecil.



Size Matters, semakin besar badan rider di depan anda maka akan semakin besar keuntungan yang anda terima.




Thats it, n:joy

Sunday, 16 November 2014

Upgrade, Are You Really Need It?

Mempunyai hobi itu menyenangkan, apalagi jika kondisi anda mendukung hobi anda. Mendukung dalam hal ini adalah dari sisi finansial, lingkungan serta kondisi fisik anda sendiri. Salah satu hal yang pasti dilalui (bahkan kadang didambakan :D) oleh hobiis adalah upgrade. Mulai dari upgrade parts sampai upgrade diri sendiri.


Mostly, hobiis memilih upgrade parts sebagai jalan pintas untuk mendapatkan performa yang diinginkan, sepeda kurang kencang, ganti bearing, ganti wheelset, ganti frame bahkan mungkin beli skinsuit sekalian. Tidak ada yang salah dengan hal itu, tapi apakah anda memang benar-benar membutuhkan upgrade parts?

To be honest, saya sudah melewati fase dimana tergila-gila dengan kegiatan upgrade parts, bahkan bukan hanya upgrade, sampai menambah koleksi sepeda di rumah :D. Now i sit down, breathe and remind the old days.

Teringat masa-masa saya mengirit pengeluaran hanya untuk membeli parts sepeda, kegiatan b2w yang harusnya mengirit pengeluaran malah berganti tujuan, b2w agar bisa upgrade parts, hahahahaha. Apakah saya menyesal? Tidak! Saya tidak menyesal sama sekali pernah mengalami masa seperti itu karena (untungnya) saya masih rasional dalam memuaskan hobi bersepeda.


Terima kasih kepada internet dan teman di berbagai forum sepeda yang memberikan begitu banyak informasi sehingga saya bisa memutuskan segala sesuatunya dengan rasional. Namun berapa banyak orang yang seberuntung saya? Mungkin ada banyak cyclist pemula di luar sana yang kesulitan mendapatkan informasi, hanya mendapatkan rumor dan katanya begini, katanya begitu dst. Blog ini saya buat salah satu tujuannya adalah berbagi informasi, berharap bisa membantu cyclist lainnya dalam upgrade knowledge dan akhirnya bisa bijak dalam membelanjakan uangnya.

Sebagai cyclist pemula, terkadang anda minim informasi, anda hanya tahu sepeda itu frame dikasih dua roda and done! Itu dia sepeda. Anda tidak tahu bedanya outboard BB dengan BB square taper dan selalu terkaget-kaget dengan harga sepeda beserta partnya yang bisa mendapatkan satu rumah sederhana di pinggiran kota Jakarta :D.

Itu fase awal, setelah punya dana untuk membeli sepeda anda mulai mencari-cari informasi (smart buyer) namun ada juga yang langsung datang ke toko dan memilih sepeda hanya karena suka warna cat dan decalnya! Buyer seperti itulah yang menurut saya, hiks, kasihan sekali. Kenapa? Jika buyer tersebut punya dana yang besar tidak menjadi masalah, mereka hanya rugi waktu, sepeda tidak cocok tinggal jual dan beli lagi yang baru, tapi bagaimana jika buyer itu orang punya penghasilan pas-pasan? Terjebak dengan berbagai rumor dan marketing hype sehingga mendapatkan sepeda yang tidak seusai dengan kebutuhannya.



Setelah memiliki sepeda, anda akan mulai mencari teman yang bersepeda juga, nah..disini racun mulai berdatangan, katanya si A sadel ini enak lo, katanya si B ban ini bagus dll. To be short, sepeda itu sebetulnya tailor made, nyaman untuk dia belum tentu nyaman untuk anda. Jangan sampai hobi bersepeda mengacaukan cash flow anda. Jangan terjebak dengan marketing hype dan racun-racun tidak bertanggung jawab. Kenali anatomy sepeda anda, pelajari korelasi dan kompatibilitas setiap part yang menempel pada sepeda anda, lalu tentukan peruntukan anda bersepeda untuk apa, maka jawaban dari pertanyaan “Upgrade, Are You Really Need It?” akan tersedia di depan anda. Be honest with yourself, buy what you need not what you want.




Anda tidak perlu Pinarello Dogma hanya untuk ikut funbike namun anda juga tidak bisa main DH di Sebex dengan MTB XC.

n:joy

Friday, 14 November 2014

Magazine Scrap: MTB

Another mag'z scrap again fellas, kali ini tentang MTB test/review, yang terdiri dari:

1. Specialized S-Works Epic World Cup
2. Giant Trance Advanced 27,5 1
3. Intense Tracer T275 Foundation
4. Niner Jet 9 Pro
5. Rocky Mountain Altitude 799 MSL
6. Scott Spark 900 RC
7. Pivot Mach 4 XT Pro 1x10
8. Felt Virtue 1
9. Marin Rift Zone C-XC9
10. Canyon Grand Canyon CF SL 7.9
11. Orange Five RS

Silahkan download file-nya dengan klik gambar di bawah ini:


Happy Reading

n:joy

Thursday, 13 November 2014

Survive From Crosswind

Se-aero apapun pakaian dan sepeda anda, tetap saja akan goyang jika kena cross wind, hahahahaha. Kali ini saya akan berbagi tips untuk survive saat cross wind menerjang anda. Silahkan lihat gambar di bawah ini:



Keterangan:
  1. Tips ini hanya bisa dilakukan jika riding dalam peloton
  2. Konfigurasi diatas disebut “echelon”
  3. Secara sederhana, satu orang dalam peloton harus “berkorban” memposisikan dirinya menjadi tameng dari arah datangnya cross wind
  4. Rider berikutnya akan menjadi tameng untuk rider lainnya dst.
  5. Jumlah rider yang bisa ikut dalam satu “garis” tergantung lebarnya jalan yang dilalui.
  6. Semakin jauh anda dari arah datangnya cross wind semakin bagus
Sederhana kan? Tapi tricky. Jika anda mengalami hal diatas, anda harus buru-buru menjauh dari arah datangnya cross wind. Pada prakteknya, tidak mudah merubah posisi anda dalam peloton karena belum tentu rider lainnya mau memberikan anda ruang untuk bergerak.

So, butuh kejelian untuk mendapatkan timing yang pas untuk moving tanpa disadari oleh rider lainnya. Triknya adalah, slow down, let the others pass you a moment and take the shelter from the back.

Err..tips tambahan, jika rute anda banyak section terdapat cross wind, simpan sepeda aero anda. Sepeda aero dirancang untuk mengurangi drag dari depan. Kalau terkena cross wind bagaimana? sepeda aero anda berubah menjadi layangan :D. Gunakan sepeda dengan tubing traditional (bulat) dan low profile wheelset. Setup sepeda seperti itu lebih mudah dikendalikan saat terkena crosswind.


N:joy

Wednesday, 12 November 2014

Magazine Scrap: Roadbike's

Another mag'z scrap again fellas, kali ini tentang roadbike test/review, yang terdiri dari:

1. Cannondale Synapse Ultegra Disc
2. Colnago C60
3. GT Grade Carbon Ultegra
4. Ritchey WCS Road Logic
5. Specialized S-Works Tarmac Disc

Silahkan download file-nya dengan klik gambar di bawah ini:


Happy reading.

n;Joy

Tuesday, 11 November 2014

4iiii Sportiiiis, Hunt & Steal Their KOM!!

Salah satu fitur pada aplikasi Strava yang menyenangkan adalah KOM (King Of Mountain), suatu segmen yang dibuat oleh para user untuk menunjukkan potensi mereka kepada user lainnya di suatu tempat.

Yang membuat seru, pemegang KOM ini bisa di-take over oleh user lainnya, sehingga penyandang gelar KOM di suatu segmen bisa berubah sewaktu-waktu. Hal ini bisa memicu persaingan antar user Strava, tentunya dengan cara-cara yang sehat.

Jika terkadang kita tidak tahu apakah rute yang kita lalui itu termasuk segemen KOM, kadang kita terlambat start, atau finis duluan karena merasa rute KOM sudah selesai kita lalui. Saat selesai bersepeda, cek rute riding, baru ketahuan bahwa effort kita belum bisa menggeser pemegang KOM, hahahaha :D

Nah, bagi anda para KOM hunter, 4iiii punya device yang bisa membantu anda untuk mencuri KOM :D, namanya 4iiii Sportiiiis.

Itu alat apa ya? "Your ultimate performance coach in a real-time heads ups display. Sportiiii provides the performance feedback you need without distracting from your activity. Color LEDs and voice prompts guide you to personal targets preset with the 4iiii app for heart rate, speed, cadence and power."


view from your glasses


Terus cara kerjanya gimana dalam membantu anda hunting KOM? Anda perlu install app Cliiiimb di iPhone dan pilih penghuni leaderboard yang ingin anda geser dari singgasananya, wkwkwkw. Berikut ini video yang menjelaskan bagaimana 4iiii Sportiiiis dan Cliiiimb membantu anda berburu KOM:

video


Berikut ini spesifikasi dari 4iiii Sportiiiis:
  1. Battery lasts up to 17 hrs between charges
  2. Independent profiles for Run and Bike
  3. Compatible with ANT+ devices
  4. Attaches to virtually any glasses and weighs less than 10g (⅓ oz)
  5. Mac/PC configuration app

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik link ini, 4iiii

Happy hunting

n;Joy




Monday, 10 November 2014

Magazine Scrap: About Tire

Another mag'z scrap again fellas, kali ini artikel tentang ban yang akan saya bagikan, terdiri dari:

1. A Tyred Argument
2. Are Tubs Dead?

Silahkan download file-nya dengan klik gambar di bawah ini:


Happy reading

n:Joy

Sunday, 9 November 2014

Cycling Faster Without Upgrade

Mau tahu bagaimana caranya meningkatkan kecepatan anda saat bersepeda tanpa upgrade parts? Seringan dan secepat apapun sepeda anda, tidak ada gunanya jika posisi tubuh anda tidak aerodinamis. Ya...kita membicarakan bagaimana body position saat riding dapat meningkatkan kecepatan anda. Perhatikan gambar di bawah ini:

Kiri-kanan, on the hood-on the drop-mimic tt position
Gambar diatas menjelaskan 3 posisi dalam bersepeda, gambar yang pertama (paling kiri) posisi tangan di hood, posisi yang peling sering digunakan saat bersepeda santai, atau di dalam peloton. Posisi ini paling banyak hambatan anginnya.

Gambar kedua (tengah) tangan ada di drop, biasa disebut aero position, lazim digunakan saat attack, CdA-nya 0.3473 (apa itu CdA? klik link ini), pemahaman mudah tentang CdA itu adalah koefisien drag, alias hambatan udara. Makin kecil CdA, berarti makin kecil hambatan udaranya.

Gambar ketiga, (paling kanan) merupakan posisi yang kurang lazim digunakan, posisi tersebut meniru posisi yang digunakan oleh cyclist time-trial.

Time Trial Cyclist
Dengan posisi ala TT bike CdA-nya ternyata turun menjadi 0.3167.


Less drag = Less power + Less Effort + More speed


Sumber data dari bikeradar.com

Happy go faster than before!!

n:joy


Saturday, 8 November 2014

Magazine Scrap: CX Bikes


Berawal dari hobi membaca e-magazine, beberapa waktu ini saya jadi suka meng-kliping artikel-artikel yang saya anggap menarik dan penting untuk disimpan sebagai referensi. Selain memudahkan saya dalam menemukan artikel yang saya butuhkan, mengkliping artikel tersebut juga menghemat kapasitas penyimpanan di hard disc, :D wkwkwkkwkw.

Satu file e-magazine itu lumayan besar lo, rata-rata 50-60 MB per file, bayangkan saja betapa besaranya kapasitas yang saya butuhkan jika semua e-magazine yang pernah saya baca tersimpan sesuai format awalnya.

Magazine scrap sepertinya akan menjadi salah satu artikel yang rutin saya buat, semoga isinya bisa berguna untuk om dan tante sekalian. Pada Magazine Scrap kali ini isinya adalah test/review CX Bikes, yang terdiri dari:

1. Cannondale CAADX Rival Disc
2. Raleigh RX Pro
3. Focus Mares CX 0.0
4. Trek Boone 9 Disc
5. Giant TCX Advanced Pro 2
6. Raleigh RXC Pro Disc
7. Focus Mares AX 3.0

Silahkan download PDF File-nya dengan klik gambar di bawah ini:



n:Joy

Friday, 7 November 2014

RAT (Rapid Axle Technology)

Dalam dunia sepeda, secara garis benar kita mengenal ada 2 tipe as, yaitu QR (Quick Release) dan TA (Thru Axle). Masing-masing tipe as mempunyai karakteristik tersendiri. QR lazim digunakan pada sepeda road, MTB XC dan city bike. Tanpa tools kita bisa melepas wheelset dengan mudah.

Sedangkan TA, merupakan tipe as yang paling tua :D, dimulai dari as TA tradisional yang membutuhkan kunci pas untuk membuka tutup mur sampai yang meniru model QR namun membutuhkan kunci L (Hex key) untuk menahan posisi mur di satu sisi. 

TA tradisional


TA saat ini

TA biasanya ditemukan pada sepeda-sepeda jaman dahulu (TA tradisional), dan saat ini pada sepeda-sepeda AM, DH, dan beberapa pabrikan juga memasang as TA terbaru pada roadbike-nya. Tampaknya dengan teknologi RAT (Rapid Axle Technology) dari Focus, penggunaan TA akan menjadi common di semua tipe sepeda pada beberapa tahun yang akan datang.




Teknologi RAT sendiri menawarkan TA model QR yang tidak membutuhkan kunci untuk menahan mur di satu sisi, bahkan penggunaannya jauh lebih mudah dari QR! Anda tinggal membuka release, memutar as 90 derajat dan tarik keluar asnya, viola! Wheelset terlepas dari frame.

video


Proses ini bahkan lebih cepat daripada membuka ws dengan QR. anda hanya butuh satu tangan untuk melepas ws yang menggunakan RAT. Hal ini tentu sangat signifikan bagi road racer, yang kadang harus mengganti ws karena bocor di tengah kompetisi. Every second count!

Last, 

n;Joy


Thursday, 6 November 2014

Start Cycling Now!!

Bersepeda merupakan olahraga yang menggabungkan rekreasi dan transportasi sekaligus. Dengan banyaknya hal yang baik, tampaknya merupakan hal yang baik jika anda mencoba bersepeda atau meracuni orang-orang terdekat anda untuk bersepeda :D.

Bagi anda yang masih galau, ragu-ragu, tidak tahu harus memulai dari mana, artikel dari bicycling ini akan membantu anda untuk mulai bersepeda. Hal pertama yang perlu anda ketahui adalah, sepeda ada banyak tipe!! What?? Banyak?? Bingung deh :(, Sepeda yang cocok buat saya apa ya? Jawabannya....

Cukup jelas kan?

Oke, anda sudah tahu sepeda apa yang cocok dengan keinginan anda, tapi anda belum tahu berapa budget yang diperlukan dan dimana tempat beli sepeda yang rekomended? Googling dong, memulai googling pabrikan sepeda dalam negeri merupakan awal yang baik, harga yang tertera sudah dalam rupiah, garansi frame jelas, dan banyak tersedia di toko-toko sepeda. Brand seperti Polygon, Wim Cycle dan United mudah dijumpai di toko sepeda, harganya pun bervariatif.

Anda sudah tahu sepeda apa yang anda inginkan serta budgetnya pun tersedia, lalu? Time to try. Hindari belanja online untuk sepeda pertama anda, datanglah ke toko yang menyediakan sepeda yang anda inginkan, dan cobalah sepeda tersebut. Jangan membeli sepeda hanya karena anda suka desain atau mengikuti teman anda karena dia terlihat keren saat memakai sepedanya. 

Tempatkan kenyamanan sebagai prioritas pertama saat membeli sepeda. Tentu anda tidak mau saat membeli sepeda pertama kali, namun banyak part yang harus diganti karena anda tidak nyaman dengan parts yang tersedia.

"Min, body gw buncit, gw ga suka pake baju ketat kaya yang dipake pembalap sepeda di tv" Siapa juga yang mewajibkan anda menggunakan lycra setiap kali bersepeda? :D wkwkwkwk. Kenakanlah pakaian yang nyaman untuk anda gunakan, anda mau pakai kaos, kemeja, jeans, short even daster tidak ada masalah. Pakaian yang dikenakan pembalap sepeda itu membantu dari segi safety, kenyamanan dan kecepatan. Pelajari pelan-pelan sambil cari tahu mana yang cocok untuk anda.

Wear what you like, but know the consecuences, thats all. Satu hal saja yang perlu anda harus selalu gunakan saat bersepeda, yaitu helm sepeda. Safety first. Saya punya teman yang cedera cukup serius di kepala karena terjatuh saat bersepeda. Semurah-murahnya helm sepeda itu lebih baik daripada tidak pakai helm sepeda.

Last, anda sudah tahu sepeda dan pakaian yang nyaman utnuk anda gunakan untuk bersepeda, tapi anda takut untuk bersepeda di jalan raya? Tenang, anda tidak sendiri. Semua orang punya rasa takut yang sama saat mulaibersepeda di jalan raya, saya bahkan harus menghabiskan waktu 5 menit hanya untuk menyebrang jalan sambil menuntun sepeda karena tidak berani riding di tengah traffic pada masa awal-awal b2w. :D

Skill anda berkendara di tengah traffic akan semakin meningkat jika anda sering mencobanya. Tidak ada shortcut, ride often, your skill will better than before.

"Min, lo dari tadi ceramahin gue ini itu tentang sepeda kaya orang bener aja, apa sih hebatnya naik sepeda?" Hmm..banyak manfaat positif dari bersepeda, anda bisa googling sendiri, namun yang jelas, bersepeda akan mengurangi biaya transportasi anda cukup signifikan. Tidak percaya? Mari kita simulasikan:

Let say, anda sehari-hari menggunakan motor untuk alat transportasi, maka pengeluaran anda adalah:

1. Bensin
2. Parkir
3. Pajak tahunan
4. Servis/penggantian spare parts

Jika anda menggunakan sepeda, maka pengeluaran anda adalah:

1. Parkir
2. Servis/penggantian spare parts

Nah..dari daftar aitem pengeluaran saja sudah terlihat signifikan, untuk biaya parkir sepeda sebenarnya tidak ada aturan berapa biayanya, mayoritas tempat tidak memungut biaya parkir sepeda. No gas required, no yearly tax and no parking fee, sounds good right?

Don't hesitate to leave a comment, im glad to know whats in your mind :D.

n:Joy


Wednesday, 5 November 2014

Tempat Parkir Sepeda di Jakarta

Bagi anda, para bike commuter, mempunyai daftar tempat yang menyediakan parkiran sepeda tentu sangat menyenangkan, tidak ada lagi kekhawatiran tidak mendapatkan tempat parkir sepeda di tempat tujuan. Berikut ini daftar gedung seputaran Jakarta dan sekitarnya yg memiliki tempat parkir sepeda (credit to member cycling-id.com):



Mall/pusat perbelanjaan

1.      Pejaten Village

2.      Gandaria City

3.      Pondok Indah Mall 2

4.      Grand Indonesia:
a.       Parkir West Mall Ground Floor
b.      Parkir West Mall B1

5.      Ace Hardware Bekasi

6.      La Piazza Kelapa Gading, dekat carl.Jr Burger

7.      Central Park

8.      fX Plaza, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Selatan

9.      eX Plaza, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat

10.   Pacific Place (Posisinya kira kira diseberang halte BEJ, disebelah potato head).

11.   Citos (Bagian dalam, depannya foodmart).

12.   Wisma Metropolitan/WTC

13.   Kuningan City

14.   Oakwood Mega Kuningan

15.   Mal Kelapa Gading depan Starbucks

16.   Kota Casablanka (Sepertinya di seberang lobby utama)

17.   Plaza Festival (Dulu Pasar Festival) ada, Di Bawah Jembatan dari Halte Rasuna Said menuju Plaza.

18.   Super indo daerah tebet barat, Jakarta.  Parkir di tempat parkir motor, ada beberapa konstruksi besi dimana bisa kaitin kunci sepeda. ga ada stand parkir dan ga ada karcis dll.

19.   Rodalink SCBD

20.   Rodalink Kalimalang

21.   Euro Bike SCBD

22.   Techno Bike SCBD

23.   Bekasi Square, di parkiran motor, tersedia pagar untuk mengunci sepeda



Gedung perkantoran/fasilitas umum

1.       PLN Disjaya Gambir

2.       Gedung BNI 46

3.       Menara BCA  Parkir B1 ​

4.       Gedung Surveyor Indonesia (Bagian belakang dekat tempat parkir motor)

5.       Bursa Efek Jakarta Tower (depan parkiran motor)

6.       Gedung Arcadia, Jalan TB Simatupang Kv 88, Jakarta Selatan

7.       Graha Niaga Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan

8.       Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan

9.       Siemens Bussiness Park, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan 5. Rekayasa Consultant, Jalan Kalibata, Jakarta Selatan

10.   Wisma Mulia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan

11.   XL Office, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan

12.   Wisma Pondok Indah, Jakarta Selatan 9. Indosat IM2, Jalan Kebagusan Raya, Jakarta Selatan

13.   Danareksa, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat

14.   Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat

15.   Femina, Setiabudi, Jakarta Selatan

16.   PT Summarecon Agung, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur

17.   Nestle Indonesia, Pasar Rebo, Cijantung, Jakarta Timur

18.   PPATK,Jalan Veteran, Jakarta Pusat 16. PCS Tanjung Priok, Jakarta Utara 17. Menara Energi, kawasan SCBD, Jakarta Selatan

19.    Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat,Jakarta Pusat

20.   PT Alita Praya Mitra, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan

21.   PT Anggara Architeam, Jalan Tebet Barat,Jakarta Selatan

22.   Bank Mandri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan

23.   RS Medistra, Pancoran, Jakarta Selatan 24. Plaza Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat

24.   Univ. Indonesia, Depok, Jawa Barat

25.   Gedung Inti Fauzi (Buncit Raya)

26.    Di Epicentrum di Basement 1. Turun menuju parkir basement ketemu portal ke kiri.

27.   Kompleks perkantoran WTC berlokasi di Jl. Jend Sudirman.

28.   Menara Mulia Jl. Jend Gatot Subroto.

29.   Stasiun kereta api Kranji, ada pagar buat attach lock, lokasi parkir di parkiran motor, kasih 2rb 
ke tukang parkir  buat jagain sepeda seharian

30.   Univ. Prasetya Mulya BSD


Jika om dan tante mempunyai informasi tempat-tempat yang menyediakan parkir sepeda di daerah masing-masing, mohon kerjasamanya untuk update informasi via comment di blog ini atau tinggalkan pesan di page fb cyclist story.

Terima kasih.

Mari terus bersepeda, stay health and save earth.

Tuesday, 4 November 2014

Bikerumor Suspension Setup

Just share the nice stuff for you, mountain bikers folks who curious or maybe frustrated setup their suspensions. Here are free stuff from bikerumor.com to guide you setup the suspension. Download it here.



n:joy

Less Friction, More Speed

Sebelum anda menghabiskan waktu untuk membaca artikel ini, saya ingatkan bahwa isi artikel ini mungkin lebih suitable untuk pro cyclist atau anda yang mau menjadi pro cyclist, hehehehehe. But hey! Saya hanya casual cyclist! Yaa...lebih banyak tahu lebih baik kan? Silahkan lanjutkan membacanya.

Speed.

Suatu kata yang mengasyikan, menantang sekaligus berbahaya :D, bisa membuat orang jadi gila, bahkan mengantar orang ke tempat peristirahatan terakhir, wkwkwkkw. Sepeda termasuk olahraga yang berorientasi kepada kecepatan (sebagian kecil genre sepeda orientasi ke trick/keindahan). Tidak terhitung banyaknya ide dan uang yang digelontorkan untuk riset demi mendapatkan suatu sepeda yang "cepat". Setiap tahun pabrikan sepeda berlomba-lomba mengeluarkan inovasi terbaru mereka (dan merayu cyclist yang berkantung tebal) demi sebuah sepeda yang "cepat". 

Sepeda teringan, sepeda ter-aero, dll. Semua demi kecepatan. Namun jika pabrikan sepeda dengan senang hati men-share bobot, dimensi, bahan, fitur dan tentu saja harga partsnya dengan sukarela, masih ada satu hal lagi yang berkaitan dengan kecepatan namun sangat jarang ditemukan informasinya.

Apa itu?

Friksi.

Friksi? Yes, friksi alias gesekan alias seberapa besar gesekan yang terjadi menghambat laju suatu benda. Grupset terbaru memang ringan dan lebih presisi, wheelset termahal memang ringan dan less rolling resistance, namun pernahkah anda mengatahui komparasi friksi antar parts?

Kenapa wheelset A lebih "loncer" daripada wheelset B? Paling anda akan mendapatkan jawaban karena truingnya, karena pakai ceramic bearing, karena...karena......Apakah mengganti rantai stock dengan aftermarket yang lebih mahal berpengaruh kepada speed? Apakah mengganti Pulley RD menambah speed sekian %?

Dengan pertanyaan sederhana, antara SRAM, Shimano, dan Campagnolo, mana grupset yang lebih less friction? Silahkan googling, pasti susah menemukan jawabannya :D, kecuali anda main ke website ini.


Site diatas mempunyai fokus untuk testing friksi dari setiap komponen sepeda seperti rantai, pulley dan pedal. Mereka juga me-resume semua hasil testnya menjadi satu laporan yang bisa anda dapatkan dengan membayar $14,95

Mahal? Murah!! Anda akan mendapatkan laporan setebal 135 halaman yang berisi komparasi parts mulai dari rantai, pedal, hub, BB, pulley sampai chain lube!! Mau tahu metode mereka untuk mengetes friksi dari setiap parts? Bisa anda cek sendiri di situs mereka.

Chain test samples

Pulley tester

Chain tests

Chain test reports
Semoga membantu.

Don't hesitate to leave a comment, im glad to know whats in your mind :D.

n:Joy