Pages

Friday, 31 October 2014

Shimano Sora



Bagi anda yang ingin menggunakan drive train 2x9 speed, Shimano Sora adalah salah satu groupset yang mengakomodir keinginan anda. Tahun ini, brifter Shimano Sora mengalami update yang signifikan, dari thumb lever menjadi STI. Shimano Sora tersedia dalam paket groupset, yang terdiri dari:

1. Triple/Dual Chainrings (46/34, 50/34, 50/39/30) Hollow Tech 2 BB
2. 2/3x9 STI Shifters
3. 9 speed Rear Derailleur (wide range, accomodate sprocket up to 32t)
4. 2/3 speed Front Derailleur
5. Brakes
6. Sprocket (11-25/11-30/11-32/12-25/12-27/13-25/14-25)
7. Hubs (32 holes)
8. Brake and shift lever (for flatbar)



Review? From cyclingweekly.com

Shimano Sora performance

Sora has always had a slightly agricultural feel about it — gear changes tend to need positive force and aren’t quite as smooth as the more refined road cycling options in Shimano’s stable — however, that’s also its most endearing quality.

Sora is most often fitted to aluminium bikes around £700 to £800 and at this price point people tend to want something that works securely, all-year-round, and are happy to forego a little refinement in exchange for reassuring function. To that end, Sora delivers.

In fact, calling it ‘agricultural’ is a little harsh — ‘utilitarian’ would be fairer. It simply works. Rear gear changes might not swoosh quite so imperceptibly as Ultegra, but we’ve rarely — if ever — found ourselves cursing a misbehaving Sora rear derailleur. Similarly, all Shimano’s front derailleurs work very assuredly, and the Sora version is no exception. It’s also a very receptive system for home mechanics to work on.

Sora’s not all perfect, though. Those unexceptional-looking brakes are unexceptional in performance too. A swap to improved aftermarket brake blocks certainly helps, but fresh out the box we’d prefer the supposedly lesser Claris brakes.

Sources:



n:joy






Thursday, 30 October 2014

7 Golden Cycling Rules

1. The sweet cadence. 


Saat kaki anda lelah, pindah ke gear yang lebih ringan, jika nafas anda tersengal-sengal pindah ke gear yang lebih berat. 


2. Push and pull. 


Sudah pakai pedal cleat? Good, saat pedalling biasakan kaki anda untuk "menarik" pedal. Kaki kanan push, kaki kiri pull, kaki kiri push, kaki kanan pull. Konsumsi energi anda akan lebih efisien.


3. The correct saddle high. 


Jika dengkul anda sakit di bagian depan, naikkan lagi sadel anda, jika yang sakit di dengkul bagian belakang, turunkan sadel anda.


4. Maximum refueling. 


Minum sebelum anda haus, dan makan sebelum anda lapar. Patokan kasarnya adalah 1 botol air untuk 1 jam riding, untuk perjalanan panjang lebih dari 1 jam, makan energy bar/gel setiap 45 menit sekali.


5. Master at corner. 


Rem sebelum menikung, posisikan kaki kanan anda pada jam 6 jika ingin menikung ke kiri dan sebaliknya. Jangan lupa...kemana mata anda melihat itulah arah sepeda anda melaju.


6. Look behind you. 


Analisa kondisi traffic saat anda akan berpindah jalur, anda bisa melihat ke belakang dengan cara mengintip di sela-sela lengan dan ketiak anda atau menurunkan bahu kanan/kiri serta menolehkan kepala anda ke kanan/kiri.


7. Master at bump in peloton


Bersepeda di dalam peloton memang menyenangkan, namun dengan jarak yang berdekatan sering terjadi benturan (bump) antar cyclist. Agar sesi bersepeda anda tidak berakhir dengan buruk akibat bump, lemaskan siku dan lutut anda saat terjadi bump sehingga benturan tersebut diserap oleh tubuh dan tidak mengakibatkan laju sepeda terganggu.

Don't hesitate to leave a comment, im glad to know whats in your mind :D.

n:joy


Tuesday, 28 October 2014

Diskon Polygon Helios!!

Dapat e-mail dari rodalink, kabar yang bagus bagi anda yang sedang mencari sepeda balap dengan harga yang cukup kompetitif. Berikut isi emailnya:

Kepada Pelanggan RODALINK yth :

Nikmati penawaran khusus untuk sepeda balap "Polygon Helios", diskon sampai dengan 30%! Sepeda "Polygon Helios" dirancang dengan teknologi tinggi untuk menghasilkan performa maksimal saat Anda bersepeda di jalanan. Terbukti banyak digunakan oleh para atlit dan pebalap profesional di berbagai ajang resmi balap sepeda di dunia.

Terdapat 3 jenis sepeda "Polygon Helios", yaitu: Flat Bar (dirancang untuk Anda dengan bersepeda dengan nyaman dan cepat di jalan beraspal), Drop Bar Enduro (dirancang untuk Anda bersepeda dengan nyaman untuk menempuh jarak yang jauh), Drop Bar Aero (dirancang untuk Anda menghasilkan kecepatan maksimal saat bersepeda)

- "Helios F5.0" (Alloy Frame, Shimano 105/Tiagra) Rp 8.875.000 ---> Rp 7.100.000
- "Helios C4.0" (Alloy Frame, Shimano 105/Tiagra) Rp 10.250.000 ---> Rp 8.200.000
- "Helios C6.0" (Carbon Frame, Shimano 105) Rp 20.450.000 ---> Rp 16.360.000
- "Helios C7.0" (Carbon Frame, Shimano Ultegra) Rp 25.500.000 ---> Rp 20.400.000
- "Helios A5.0" (Alloy Frame, Shimano 105) Rp 15.500.000 ---> Rp 12.400.000
- "Helios A6.0" (Alloy Frame, Shimano Ultegra) Rp 19.500.000 ---> Rp 13.650.000
- "Helios A7.0" (Carbon Frame, Shimano 105) Rp 23.000.000 ---> Rp 16.100.000
- "Helios A8" (Carbon Frame, Shimano Ultegra) Rp 32.500.000 ---> Rp 26.000.000
- "Helios A8X" (Carbon Frame, Shimano Ultegra Di2) Rp 43.500.000 ---> Rp 34.800.000

Harga di atas berlaku untuk wilayah Jawa & Bali.

Kini tidak ada lagi alasan untuk tidak bersepeda, persediaan sangat terbatas, segera kunjungi outlet RODALINK terdekat!

Jangan lewatkan promo ini hanya di outlet-outlet RODALINK dan stok terbatas!
Tetaplah bersemangat untuk bugar dengan bersepeda...

Terima kasih.

Ayoo....yang belanja...yang belanjaa..


Don't hesitate to leave a comment, im glad to know whats in your mind :D.

n:Joy










Monday, 27 October 2014

Save or Splurge For Bike Commuting

Halo om dan tante, artikel kali lagi-lagi membahas seputar bike commuter :D, kenapa saya suka membahas hal yang berbau bike commuter? Hmm...mungkin karena saya sendiri melakukan bike commuter. wkwkwkwk.

Semoga om dan tante tidak bosan membaca artikel saya :).



Di artikel kali ini saya ingin berbagi pendapat mengenai spend money untuk keperluan bike commuter. Jika anda punya uang yang banyak, tentu tidak ada masalah untuk membeli semua perlengkapan bike commuter dengan kualitas yang terbaik. Namun bagi anda yang mempunyai dana terbatas (seperti saya:D) tentu harus pintar dalam memilih-milih perlengkapan bike commuter yang paling efisien. 

Save or splurge.


Save:

1. Pedal
Yup, anda tidak perlu pedal Shimano XTR hanya untuk bike commuting, pedal cleat entry level atau pedal flat sudah cukup untuk kebutuhan bike commuting anda. Range harga antara 200 ribu - 500 ribu

2. Jersey
Apakah perlu pakai jersey Rapha untuk bike commuting? Saya rasa terlalu overkill, lagipula jersey tersebut akan sering anda gunakan (otomatis juga sering anda cuci) dan akan cepat worn out. Menurut saya jersey replika tim sepeda jadi pilihan yang hemat untuk jersey yang digunakan dalam bike commuting. range harga 100-300 ribu

3. Inner Tube
Bike commuting perlunya ban dalam yang tebal, kuat dan tidak mudah bocor. Ban dalam mahal biasanya lebih ringan namun lebih rentan bocor. 35 ribu cukuplah untuk ban sepeda commuter anda.

4. Helmet
Sama seperti jersey, anda bisa save money dengan memilih helm sepeda yang murah, Helm sepeda murah bukan berarti murahan. range harga 150 ribu - 400 ribu sudah cukup baik untuk melindungi kepala anda. Perlu anda ingat, sekali anda crash anda harus segera mengganti helm anda.


Splurge:



1. Sunglasses/glasses
Buang jauh-jauh pikiran anda untuk membeli kacamata "cengdem" (seceng tapi adem), kacamata tersebut biasanya menggunakan lensa yang payah, fitting yang amburadul dan tidak mampu memberikan perlindungan maksimal bagi mata anda. Spend money between 150rb-jutaan rupiah untuk kacamata bersepeda merupakan langkah yang bijak (daripada mata anda yang rusak?)

2. Shorts
Nah, celana padding merupakan salah satu alat yang membuat perjalanan anda menggunakan sepeda terasa nyaman, tidak ada ruginya spend more money untuk celana padding yang berkualitas, selain fittingnya maksimal, tingkat kenyamanannya pun jauh berbeda dengan celana padding KW. Range harga mulai dari 250 ribu.

3. Tyre
Bagi hobbies yang sudah lama berkecimpung di dunia sepeda, pasti sudah paham bahwa ban yang bagus = less effort more speed, Carilah ban yang menyediakan fitur puncture resistance, komponnya cukup kuat dan rolling efficiency-nya tinggi. (clue, the tyre must have 60 TPI or higher, hehehehe)

4. Saddle
Terkadang, anda harus trial dan error untuk menemukan sadel yang cocok. Keep in your mind sadel mahal tidak selalu nyaman bagi anda. Ketebalan, shape dan panjang sadel-lah yang mempengaruhi kenyamanan anda. Sometimes, when cheap saddle doesnt work for you, you need to spend more money for that, and your bum will thanks to you in every ride :D.

Ok, untuk sementara, itulah beberapa hal yang saya lakukan dalam spend money untuk perlengkapan bike commuting. Silahkan dipikirkan dan dipertimbangkan. Work for me belum tentu work for you too right?

Don't hesitate to leave a comment, im glad to know whats in your mind :D.

n:Joy

See me in Facebook: Cyclist Story


Friday, 24 October 2014

Shimano Claris, Entry Level Roadbike Groupset


Shimano Claris, merupakan grupset entry level (2/3 x 8 speed) untuk roadbike yang cukup menarik bagi anda yang merakit roadbike budget. Shimano Claris tersedia dalam paket groupset lengkap, yang terdiri dari:

1. Triple/Dual Chainrings (50/34, 50/39/30, 46/34) Octalink BB
2. 2/3x8 STI Shifters
3. Brakes and shifters lever for flatbar
4. 8 speed Rear Derailleur (wide range, accomodate sprocket up to 32t)
5. 2/3 speed Front Derailleur
6. Brakes
7. Sprocket (12-21, 12-23, 12-25)
8. Hubs (32/36 holes)


Review? Get it from cyclingweekly, here they are:

Claris put to the test

In use, Claris is a surprisingly adept performer. As expected, gear changes aren’t quite as smooth and refined as Shimano’s ‘posher’ options, but once set-up correctly, it all works very impressively. The relative lack of rear sprockets isn’t a huge issue — in fact, some would argue the eight-speed system is slightly easier to adjust than the more advanced options — but that largest possible 32-tooth rear sprocket is of noticeable assistance on climbs. As with Shimano’s Sora and Tiagra groupsets, the levers feature a small window so you can see which gear you are in.

The brake calipers look a lot those found in a previous version of Shimano’s 105 groupset, and also work very securely. As with most stock brakesets, fitting new aftermarket brake blocks will improve their performance. Meanwhile, the levers are comfortable and feel very similar to Shimano’s other systems.

Finally, there’s no getting away from the fact that the lower down Shimano’s order you go, the heavier the groupset becomes. However, in action we doubt any rider would notice any weight difference between this and, say, Shimano Sora or Tiagra.

So Shimano Claris features all the engineering expertise you would expect from the Japanese component giant. It might be a little heavier and a little less silky-smooth to operate than its more expensive siblings, but Claris is very much a ‘proper’ Shimano groupset.


Source:



Don't hesitate to leave a comment, im glad to know whats in your mind :D.

n:Joy

See me in Facebook: Cyclist Story

Thursday, 23 October 2014

AMPY, Stores Your Kinetic Energy

Imagine....

Energi yang anda keluarkan saat bersepeda bisa dipakai untuk charge handphone...tidak ada lagi kerepotan membawa solar cell atau powerbank selama touring :D...sound good? Too good to be true? Hell, meet AMPY, sebuah device yang mampu merubah energi kinetic anda menjadi energi listrik. 





Dengan menggunakan AMPY selama 1 jam bersepeda/30 menit lari/berjalan 10.000 langkah, anda bisa mendapatkan energi listrik untuk charging HP selama 3 jam. Hmm...interesting right?

Anda tinggal mengikat AMPY ke badan anda dengan aksesoris yang telah disediakan (sleeve, armband & clip), beraktivitas dan energi kinetic anda akan disimpan dalam bentuk energi listrik di dalam baterai lithium ion.



Tertarik? Mau beli? Sabar......AMPY akan dilaunching pada bulan Juni 2015 dengan harga sekitar $95 :D. Masih lama ya? Yaa, anggap saja waktu tunggu ini adalah waktunya menabung karena harganya cukup mahal, hehehehe.



IMO, device ini akan membawa perubahan yang cukup signifikan bagi masyarakat, contoh: AMPY bisa jadi sumber untuk lampu sepeda, tidak menimbulkan friksi seperti dinamo yang menempel pada rim, namun tidak semahal dan seberat hub dinamo. Saat sepeda bergerak maka baterai akan terisi terus, so, selamat tinggal kasus kehabisan baterai saat bersepeda.

For more detail, pelase visit this link

Don't hesitate to leave a comment, im glad to know whats in your mind :D.

n:Joy

See me in Facebook: Cyclist Story

Tuesday, 21 October 2014

Cycling Hand Signals

Gambar berbicara lebih banyak daripada tulisan.....



Source

Don't hesitate to leave a comment, im glad to know whats in your mind :D.

n:Joy

See me in Facebook: Cyclist Story

Sunday, 19 October 2014

Noobs Error

There's some people who tend to be a nice and wise newbie, but the others is jerk! 



Saat ini, sepeda mulai diterima oleh masyarakat secara luas sebagai sarana olahraga maupun transportasi. Dengan banyaknya peminat baru di dunia sepeda lazim terjadi kesalahan dalam menyikapi maupun bertindak di dunia sepeda. Berikut ini adalah 5 kesalahan yang lazim dilakukan oleh newbie di dunia sepeda:

1. Membeli Sepeda Yang Paling Mahal

Biasa terjadi pada newbie yang berkantong tebal, beli sepeda mahal supaya bisa diterima di kelompoknya, Ketidakmampuan dalam bersepeda selalu dialihkan kepada parts yang (katanya) tidak/kurang bagus (WKWKWKWKWK). 

Sesungguhnya....sepeda yang bagus itu adalah sepeda yang sadelnya terlihat worn out dan hoods/gripnya sudah mulai usang.


2. Start Too Hard and Fast

Ok, jadi anda newbie dengan sepeda termahal di dunia? Siap untuk takeover semua rombongan? Go ahead!! Show to the world youre the fastest person in bicycle....in a first few kilometers (WKWKWKWK).

Alright, masih hidup? Jantung anda belum berhenti berdetak? Paru-paru anda belum meledak? Otak anda masih berfungsi? Bagus. tolong dibaca kalimat berikut ini:

"Tidak ada hal yang lebih bodoh dan lucu selain melihat newbie sok tau dan sok pamer ride hard and die fast"

Tidak ada shortcut di dunia sepeda, untuk bisa ride long and fast ada tahapannya, dan semua itu hanya bisa dicapai dengan latihan dan istirahat teratur.


3. Less Fuel When Cycling

Salah satu golden rule dalam bersepeda adalah:

"Drink before you're get thirsty and eat before you're get hungry"

Kebanyakan newbie melakukan:

"Drink after you're get thirsty and eat before after you're get hungry"

Bersepeda adalah salah satu kegiatan yang membutuhkan energi besar dan kontinyu, penting bagi anda untuk selalu memastikan persediaan "bahan bakar" tersedia di tubuh anda sebelum tubuh anda ngambek karena kehabisan bahan bakar.


4. Mr. Know It All

Overconfidence. 

Jadi anda biasa main futsal 2 game dalam satu hari? Bermain basket secara reguler? Merasa punya kemampuan fisik yang lebih untuk bersepeda? Buktikan di trek!! 

Jadi anda punya dana unlimited untuk belanja parts paling mahal? Sepeda racikan anda paling bagus dan cepat di trek? Buktikan!!

Tidak ada yang lebih annoying melihat newbie sok tau!!

FYI: Biasanya mereka akan tersudut dalam satu moment yang memalukan karena sikapnya.


5. Merusak aturan di grup

Ok, sepeda sudah punya, jersey sudah dipakai, cleat shoe siap jalan and go ride!! But wait!!........Something missing... Since youre newbie, youre feel more fun and safer when youre ride with the pack right?

Setiap kelompok punya aturannya sendiri, cari tahu dan pahami :code and rules" mereka sebelum bersepeda bersama mereka. Jangan sampai anda dimarahi dan diusir oleh kelompok tersebut karena breaking their rules.



Don't hesitate to leave a comment, im glad to know whats in your mind :D.

n:Joy

See me in Facebook: Cyclist Story








Friday, 17 October 2014

Puma Present: Fixed Gear 101

Musim (wkwkwk, :D) fixie memang sudah lewat di Indonesia. Hanya segelintir cyclist yang terlihat masih riding menggunakan fixie (salah satunya ya saya sendiri. hehehehe), sebagian lainnya mungkin pensiun, sebagian lagi mungkin move on ke genre sepeda lainnya (mayoritas pindah ke roadbike).

Tapi di sebagian komunitas malah ada yang baru merakit fixie, alasannya macam-macam, mulai dari bosan dengan sepeda yang ada sampai sarana untuk latihan. Well...sebagai transmisi sepeda jaman pra-sejarah (wkwkkwkw) saya rasa fixie akan tetap ada, hanya tinggal menunggu momentum yang tepat untuk menjadi trend kembali.

Bagi anda yang belum tahu apa itu fixie atau ingin tahu lebih detail lagi tentang fixie, anda bisa mendonwload e-book yang saya share di bawah ini, yaitu "Fixed Gear 101" buatan salah satu apparel olahraga ternama, Puma.

Isinya bagus, bahasanya sederhana dan dilengkapi grafis yang menarik. Setelah membaca e-book ini anda akan mengetahui apa itu fixie, tips dalam memilih komponen serta cara mengendarainya.

Enjoy

To download, please click the picture below. Don't hesitate to leave a comment, im glad to know whats in your mind :D.



See me in Facebook: Cyclist Story

Thursday, 16 October 2014

How To: Service Shimano SPD-Pedal

Apakah anda termasuk orang yang menggunakan Shimano SPD-Pedal? Jika iya, maka artikel dari bikeradar.com kali ini akan menarik dan membantu anda dalam men-service sendiri pedal cleat anda. Tidak banyak basa-basi, silahkan lihat video di bawah ini:



Step by Step:

Tools for the job

 7mm and 10mm spanners
 Allen keys
 Teflon grease
 Degreaser
 Rag
 Medium-weight oil
 Shimano TL-PD40 tool (if your pedals have plastic collars)


1. Thorough wash



You can’t do anything with dirty pedals, so get some hot water and cleaning solution and give them a good wash before you begin any sort of servicing. Grab an old toothbrush and really work the bristles into the nooks and crannies to remove caked-in dirt. Make sure the springs are clean and free from grit, too – the grease they carry usually attracts lots of dirt.


2. Remove pedals


Using the appropriate size Allen key – 6mm or 8mm depending on the model; some entry-level models still come with 15mm spanner flats, too – remove the pedals from the cranks. Remember that the left pedal has a reverse thread, so turn it clockwise to undo; the right-hand pedal is loosened by turning it anti-clockwise. The simple way to remember this is that both undo by turning the Allen key downwards and towards the back of the bike.


3. Poke around


With the pedals clean and off the bike, the next thing to do is to have a feel of the axles and a really close look at the mechanisms. After all, there’s no point in removing the axles until you’re sure whether you’re supposed to be tightening or loosening the bearings, or unless you know you need to replace a damaged jaw.


4. Vice advice


Place the pedal in a bench-mounted vice or, if your pedal uses a plastic collar, put the TL-PD40 tool in the vice. Alternatively, use a 36mm spanner – that’s the old threaded oversized headset size. Note that the right-hand pedal has a left-hand thread and the left-hand pedal has a right-hand thread.


5. Slide body off and clean


You should now be able to slide the pedal apart, taking the alloy body off the steel axle. You’ll see that most of the factory-installed grease has disappeared, and what’s left is a gungy black colour. Give it a spray with some degreaser, wipe it down with a lint-free rag and then leave it to dry.


6. Undo bearings


Now the axle’s clean and free from contaminated grease, you’ll be able to see the wood for the trees. Use 7mm and 10mm wrenches to undo the locknut on the end of the axle.


7. Smooth bearings


The bearings in modern clipless pedals are pretty well sealed, especially in the Shimano SPD range. That said, the cheaper models do need more regular attention than the mid- and top-end jobs. Check the condition of the bearing and if it’s good, grease it lightly before loading the 10mm nut.


8. Lovely balls


Counter-tighten with the 7mm locknut. It might take a couple of attempts to get the bearing smooth with no play or binding, so get plenty of grease in and on the bearings. As you screw down the 10mm nut, take care that none of the tiny balls manage to creep out of their race.


9. Lock down


With the retaining nut snug, you can fit the 7mm locknuts. These will need to be counter-tightened to stop them backing off. Now wipe all excess grease from the unit.


10 Grease is the word


Spray a bit of degreaser into the empty pedal body and then use some cotton buds to wipe out the worst of the dirty grease from inside it. Don’t sweat it if you can’t get rid of it all though, because you’ll flush it out later. Quarter-fill the bottom of the pedal body with some Teflon grease.


11. Reassemble/wipe


Insert the cleaned, lubed and freshly adjusted axle back into the pedal body, and then screw them back together with the TL-PD40 tool, using the reverse of the extraction method. If your SPD pedals have nylon collars, be particularly careful not to cross-thread them as you tighten the pedals.


12. Refit


When you reassemble the pedal, the axle’s reinsertion will force this new grease out, taking the old, contaminated grease with it. Clever, eh? Wipe off the excess grease that’s been purged from the pedal body. Don’t add any more grease – that will just attract unnecessary dirt to the area.


13. Lube springs


The pedals’ performance relies on the ability of the coil steel springs to operate freely and with the minimum of friction. When the pedals are factory fresh, they come with a glob of green Shimano grease, but you only need to lube the springs with medium-weight oil. Adding too much oil will just attract excess grit to the area.


14. Adjust springs


Some riders don’t even realise that their pedals have an adjustment for spring tension. On each side of the pedal, a small 3mm Allen-headed bolt lies on the outside edge of the rear jaw. This can be turned counter-clockwise to reduce tension and clockwise to increase it. The adjustment is marked by clicks; try tightening or loosening by two clicks at a time.


15 Clean threads


Clean the pedal threads in the crank arms with a bit of degreaser. Clean the threads on the pedals the same way. Now lightly grease both sets of threads – cranks and pedals.


16 Go ride



Inspect them for damage. There’s unlikely to be any, but it’s good practice and, ensuring you’re using the correct pedal for each crank arm, tighten the pedals until snug. Don’t go mad, though – they’ll tighten through use anyway. Now get out and ride!


Vice squad: Older model SPDs (and some modern budget models) use a threaded nylon locking collar to keep the axle and pedal body together. It can be tricky to remove – especially the first time – so use the special plastic TL-PD40 tool and fit that to a bench-mounted vice. Fit the pedal into the vice-held tool and then turn it in the appropriate direction.






Artikel asli dapat dilihat disini

Apakah saya sudah mencoba hal diatas? Sayangnya SPD pedal saya termasuk pedal budget dan menggunakan nylon locking collar, saya belum punya TL-PD40 tool untuk membuka collar tersebut sehingga saya belum pernah mencoba hal diatas. Jika ada yang tertarik mau uji coba bongkar pasang sendiri, saya ikutan ya, hehehehe.

Don't hesitate to leave a comment, im glad to know whats in your mind :D.

n:Joy

See me in Facebook: Cyclist Story


Wednesday, 15 October 2014

Cycle Commuter Magazine

Kabar gembira untuk kita semua.......(sing along)

Kini telah terbit majalah sepeda khusus untuk para bike commuter dari cyclescheme.co.uk, yaitu Cycle Commuter Magazine. Majalah ini berisi banyak hal seputar commuting menggunakan sepeda. Mulai dari bike and gear review sampai tips seputar bike commuting.



Mau cari review rain gear? Berbagai macam jenis fender? Lampu? Bel? Kunci sepeda? Helm mungkin? Semua ada di majalah ini. In short, majalah ini mampu memuaskan rasa ingin tahu anda tentang bike commuter berikut perlengkapannya.

Sayangnya, majalah ini hanya bisa anda baca secara on-line, namun jangan khawatir, untuk membaca majalahnya tidak dipungut biaya alias gratis.



Jika tertarik untuk membaca majalah ini, anda bisa klik cover cycle commuter magazine terbaru pada pojok kanan atas blog saya.

In short, its a very recommended to read for bike commuter or people who want to start bike commuting.

n:Joy

Tuesday, 14 October 2014

How To: Dismount & Remount From Your Bike

Isi artikel dari bikeradar.com ini sebenarnya tips untuk cyclocross, namun saya rasa sangat berguna untuk diketahui dan dipelajari bagi anda yang commuting menggunakan sepeda, karena terkadang traffic sangat padat dan lebih cepat jalan kaki daripada terus memaksakan bersepeda. Kemampuan dan kecepatan anda naik/turun sepeda sangat dipengaruhi oleh cara/teknik anda naik/turun dari sepeda. 

Tidak banyak basa-basi, silahkan baca artikel di bawah ini. Enjoy.


1. Dismount From Your Bike

Three points of contact

When approaching a barrier, unclip your right foot and swing it over the saddle and bring it behind your left foot, which is still clipped in.


Steady the bike by leaning it against your right hip. Then move your right hand from the handlebar to the top tube. These are the three points of contact: left hand on handlebar, right hand on top tube, right hip against saddle.


As you get ready to jump off, take weight off your left foot by leaning on your straight right arm that's on the top tube.


To unclip, beginning swinging your right foot to the outside (left) of your left foot. This will make unclipping easier and ensure that you are clear of the left pedal. Keep most of your weight on your right arm.


Unclip by twisting your heel out, and hit the ground with your right foot first.


Stride out onto your left foot, then jump the barrier. It helps to first practise without any barrier, or with some relatively flat marker in place of a barrier.


When you lift your bike by the handlebar and top tube, keep the saddle outside of your elbow, not inside. This is especially important for shorter riders, who may even want to grab the bike by the down tube to get over barriers.


In brief:

1. 3 kontak point: tangan kiri pada handlebar, tangan kanan pada top tube, pinggang pada sadel

2. Turunkan kaki kanan anda lebih dulu

3. Saat anda akan melewati rintangan, ada 2 kontak point, tangan kiri pada handlebar dan tangan kanan pada top tube. Posisikan siku anda agar sadel berada pada bagian luar saat anda mengangkat sepeda.


2. Remount in your bike

Don’t drop the bike, place it

Whether you are running with your bike over barriers, or just running with your bike around a crash, it’s important to gently set your bike down before you try to jump back on. “Set the bike down gently, like a plane landing on a runway, place it; don’t drop it. This way you won’t drop your chain, and when you go to jump on your bike it’s not bouncing all over the place.”


Stop stuttering

Often newer riders will hesitate before remounting, causing a few extra hops on the left foot. Learn to commit to a decisive jump by practicing the remount at a walking pace. “The best way to eliminate the stutter step is to go out into a field with your bike. Put your hands on your hoods, and take two or three steps really slowly. Not a run. Not even a trot. Just walking. Step forward with your left, then sling your right leg over,” Overton said. “Do that a few times. Make sure you learn the fundamentals from a walking speed. Then speed it up.”

Don’t overdo the leap

“You only want to jump high enough to get your leg over,” Overton said. “You don’t want to leap way up over the saddle. That will increase your chances of flatting, plus it’s just uncomfortable.” Instead, jump just high enough to slide the inner top of your right thigh onto the saddle. Again, practice this at a walking speed.


Step by step: How to remount

While in motion, gently set the bike down to your right. Remount from the left side of the bike, by jumping off your left foot with your hands on the hoods with the bike in motion.



“Take a step forward with the left foot, plant that left foot, and open up your hips [to face the bike]," Overton said.


Then, as the saddle goes by, jump just enough to get your right inner thigh up onto the saddle.





Once you're on the saddle, then get your right foot on your right pedal — which will likely be in the up position from the dismount — and stomp on it. "I like to look at the right pedal, then drive the right pedal down," Overton said. This propels you forward and slides you into position on the saddle at the same time.


In brief:

1. Taruh sepeda anda dengan ban belakang terlebih dahulu dan diikuti dengan ban depan selanjutnya

2. 2 kontak point, tangan kanan dan kiri pada handlebar

3. 3 langkah, 1, 2, 3 dan saat posisi sadel sudah sedikit lebih maju

4. Loncat dengan tumpuan kaki kiri, jangan terlalu tinggi, loncatan hanya diperlukan agar paha kanan bagian dalam anda bisa melewati sadel

5. Saat anda sudah duduk di sadel, injak pedal kanan lebih dahulu, saat pedal kanan berada pada posisi bawah, otomatis anda akan clip-in (jika menggunakan sepatu cleat)



Fiuh...panjang juga artikel kali ini, semoga membantu anda dalam commuting menggunakan sepeda.

Link Artikel:


n:joy, ride with style