Pages

Monday, 21 July 2014

Should I Cut Her Off?

Berawal dari obrolan ringan di grup Whats App Cycling-id (well, berubah nama jadi terong-id, wkwkwk ) tentang seorang cyclist yang mau menjual frame barunya hanya gara-gara memotong steerernya terlalu pendek, saya dapat inspirasi membuat artikel ini.

Slam the stem and cut her off!!

Topik bahasannya sih mudah saja, sebaiknya steerer dipotong sampai pas sehingga "slam the stem" atau sebaiknya disisakan sehingga harus menggunakan spacer/cone dalam instalasi stem? Jika disisakan, sebaiknya berapa cm steerer yang disisakan? (panjang steerer dihitung dari bagian atas headset)


Slam the stem? Yes! Cut her off? No!

Dari beberapa cyclist yang saya kenal semuanya berbeda dalam menanggapi hal tersebut, ada yang suka "slam the stem" sehingga memotong habis steerernya, ada juga yang masih menyisakan steerernya beberapa cm lebih panjang dari kebutuhan (saya termasuk golongan ini :D). Ada berbagai macam alasan yang mereka kemukakan atas pilihannya, silahkan lanjutkan membaca artikel ini untuk mengetahui alasan-alasan tersebut.

Cut her off!! Why??

1. Pro look
2. Suka mode riding agressive
3. Save weight
4. Frame oversize
5. Lebih aerodinamis
6. Geometri frame endurance tapi ingin mode agressive
7. More speed
Cons:
1. Harus ganti stem dengan angel degree positif jika ingin comfort mode
2. Susah jual framesetnya, kecuali dapat buyer yang suka slam the stem juga

Just cut her a little.. Why?

1. Mudah untuk mengganti mode riding, mulai dari agressive, flat sampai comfort. Anda tinggal mengatur tinggi rendah stem dengan memainkan posisi spacer.
2. Berdasarkan pengalaman salah satu member cycling-id, sisa spacer di atas stem bisa untuk gantungan barang :D.
3. Frameset lebih mudah dijual (menurut pegawai toko sepeda)
4. Frame undersize

Cons:
1. Amateur look :D
2. Goodbye aerodynamic
3. Add some weight on your bike
4. Kadang di-bully oleh member cycling-id yang suka slam the stem, "situ jualan spacer?" :D

No comments: