Pages

Tuesday, 8 July 2014

Have A New Bike: The First To Do

Sebagian besar om dan tante mungkin pernah merasakan kegembiraan ketika mendapatkan sepeda baru :D. Apa yang om dan tante rasakan ketika itu? Adrenaline rush? A hugeee of joyness? Dreaming of cycling trips? Yup, masih banyak lagi mungkin perasaan yang om dan tante alami ketika mendapatkan sepeda baru.

Excited
Sebagian besar dari hobiis dan cyclist pemula yang saya ketahui kebanyakan langsung memikirkan parts yang akan di upgrade :D, Kacau ya? Baru punya sepeda langsung memikirkan upgrade! Hahahahaha. Di artikel kali ini, saya akan berbagi beberapa hal yang saya lakukan saat memiliki sepeda baru.

Saat pertama kali menerima sepeda baru, saya selalu membuang jauh-jauh bayangan mengupgrade parts, kenapa? Saya punya prinsip memaksimalkan parts yang ada dan upgrade jika saya butuhkan, bukan saya inginkan. Well, yang saya lakukan pertama kali biasanya cek dengan detail semua parts yang ada di sepeda, mulai dari drat baut di frame sampai wheelsetnya true atau tidak. Istilah mudahnya looking inspection, yang dicari itu potensi dent karena gesekan kabel dengan frame, jalur kabel yang mungkin tidak sesuai dan apakah stem sudah lurus dengan frame atau tidak.

Setelah selesai melakukan pengecekan, step berikutnya adalah mulai mensetting sepeda sesuai dengan postur dan kelenturan tubuh saya pada waktu itu. Sesi ini dapat memakan waktu yang cukup lama, dan disinilah biasanya timbul kebutuhan untuk mengganti/mengupgrade parts jika parts tersebut tidak sesuai dengan anatomi tubuh saya.

Dalam sesi setting pertama kali, yang saya lakukan pertama kali adalah adjustment posisi dan sudut dari brake lever serta shifter, ini penting, karena kenyamanan saat shifting sangat dipengaruhi oleh dua hal tersebut (selain level drivetrainnya), selanjutnya setting drivetrain.

Posisikan sepeda pada standar segitiga dan mulai pedalling sambil shifting, klik, klik, klik, klik, klik, saya coba kombinasi dari setiap chainring dan cog yang tersedia. Jika ada yang tidak pas yang tinggal disetting dulu lewat barrel adjuster, masih tidak pas juga, ambil obeng plus ukuran kecil, masih tidak pas juga? Ambil kunci L untuk reset posisi RD atau FD. Setelah setting drivetrain selesai, saya lanjutkan dengan mensetting saddle heigth dan memompa ban sesuai dengan tekanan sesuai yang tertulis pada dinding ban.

Drivetrain adjusment
Langkah berikutnya adalah setting rem, apakah tarikan brake lever sudah sesuai dengan keinginan saya atau belum, apakah disc atau rim bergesekan dengan brake pad, semuanya selesai dengan kunci L serta tang (mekanik) dan jika menggunakan rem hidrolik, terkadang harus bleeding (sampai sekarang masih belum bisa bleeding sendiri :D). Jika sepeda tersebut menggunakan suspensi yang bisa diadjustment rebound dan preloadnya ya tinggal diset sesuai dengan berat badan saya. Yang terakhir, jangan lupa check quick release atau baut as roda. :)

Brake lever main check
Caliper check
Ok, done, lets try to ride it, kendarai pelan-pelan sambil rasakan input dari seluruh organ tubuh saya saat berkendara. Biasanya dari sesi tersebut saya perlu melakukan setting posisi dan sudut saddle, settingan pabrik/toko jarang sekali langsung fit dengan tubuh saya :D.

Dari pemaparan di atas om dan tante bisa menarik kesimpulan, bahwa yang pertama kali saya lakukan saat mendapatkan sepeda baru adalah mensetting sepeda tersebut agar nyaman dikendarai. Comfort and safety first, speed, akselerasi dan agility itu bisa diadjusment sesuai dengan kebutuhan saat saya sudah tune-in dengan sepeda tersebut.

Test ride :D
FYI, penting untuk mesetting sepeda anda secara berkala, karena settingan pertama dapat berubah sesuai kebutuhan dan fleksibilitas tubuh anda. Biasanya yang berubah adalah saddle heigth, saddle angle, dan handlebar heigth. Selain itu, stem, handlebar dan saddle biasanya merupakan part yang sering diganti karena panjang stem nya yang tidak sesuai, lebar dan kontur handlebar yang tidak sesuai serta kontur, lebar dan panjang sadel yang tidak sesuai anatomi.

Enjoy the process, ride it!!


n:Joy

No comments: